JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Meksiko dikenal luas sebagai salah satu negara dengan kekayaan kuliner paling beragam di dunia.
Hidangan seperti taco, burrito, dan nachos telah mendunia dan menjadi hidangan favorit banyak orang.
Namun, di balik popularitas makanan tersebut, Meksiko juga memiliki berbagai kuliner ekstrem yang jarang diketahui masyarakat internasional.
Salah satunya adalah tarantula goreng, makanan unik yang kerap mengundang rasa penasaran sekaligus rasa ngeri bagi sebagian orang.
Tarantula goreng berasal dari wilayah pedesaan di Meksiko, terutama di daerah yang masih kental dengan tradisi masyarakat adat.
Sejak dahulu, masyarakat setempat terbiasa memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Serangga dan hewan kecil, termasuk tarantula, dianggap sebagai sumber protein yang mudah didapat dan bernilai gizi tinggi.
Bagi masyarakat lokal, mengkonsumsi tarantula bukanlah hal aneh atau ekstrim. Justru, makanan ini telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi turun-temurun.
Tarantula goreng sering disajikan dalam acara tertentu atau dijual di pasar tradisional sebagai camilan khas daerah.
Baca Juga: Bau Menyengat dan Timbulkan Banyak Lalat, Warga di Mojokerto Segel Kandang Ayam
Meskipun terdengar menyeramkan, proses pembuatan tarantula goreng cukup sederhana namun memerlukan kehati-hatian.
Tarantula yang digunakan biasanya telah dibersihkan terlebih dahulu, termasuk menghilangkan bagian berbisa seperti taringnya.
Setelah itu, tarantula dibumbui dengan rempah-rempah khas Meksiko, seperti bawang, garam, dan cabai.
Selanjutnya, tarantula digoreng dalam minyak panas hingga teksturnya menjadi renyah. Proses penggorengan ini bertujuan untuk menghasilkan rasa gurih dan menghilangkan kesan mentah.
Tarantula goreng biasanya disajikan utuh, lengkap dengan kaki-kakinya, sehingga tampilannya cukup mencolok dan unik.
Banyak orang mengira bahwa tarantula goreng memiliki rasa yang aneh atau menjijikkan. Namun, para pencicip yang berani mencoba justru menggambarkan rasanya cukup lezat.
Teksturnya renyah di luar, sementara bagian dalamnya lembut. Beberapa orang menyebut rasanya mirip ayam goreng atau udang, dengan aroma gurih yang kuat.
Sensasi menyantap tarantula goreng bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman mental. Keberanian untuk mencoba makanan yang tidak biasa menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman kuliner ekstrem.
Baca Juga: Polisi di Kota Mojokerto Dilatih Padamkan Api
Di balik tampilannya yang tidak biasa, tarantula goreng ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.
Tarantula mengandung protein yang baik untuk tubuh, serta beberapa mineral penting. Oleh karena itu, makanan ini tidak hanya dikonsumsi sebagai tradisi, tetapi juga sebagai sumber energi bagi masyarakat setempat.
Dalam beberapa budaya, konsumsi serangga dan hewan kecil dianggap sebagai alternatif pangan berkelanjutan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan sumber protein konvensional.
Seiring berkembangnya wisata kuliner, tarantula goreng kini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Meksiko.
Banyak turis yang sengaja mencoba makanan ini untuk mendapatkan pengalaman unik dan berbeda.
Tidak sedikit pula yang membagikan pengalaman mereka melalui media sosial, sehingga kuliner ekstrem ini semakin dikenal dunia.
Bagi wisatawan, menyantap tarantula goreng bukan sekadar makan, melainkan bentuk eksplorasi budaya dan keberanian mencoba hal baru.
NIYA
Editor : Imron Arlado