Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Doomscrolling dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental di Kehidupan Sehari-hari

Imron Arlado • Jumat, 19 Desember 2025 | 01:18 WIB
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia mengakses informasi. sumber foto: pinterest
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia mengakses informasi. sumber foto: pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia mengakses informasi. Hanya dengan menggenggam ponsel, berbagai kabar dari seluruh dunia dapat diketahui dalam hitungan detik.

Media sosial, portal berita online, hingga aplikasi pesan instan menjadi sumber utama informasi sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena yang semakin sering dialami banyak orang, yaitu doomscrolling.

Kebiasaan ini merujuk pada aktivitas menggulir layar tanpa henti untuk membaca berita negatif, meskipun konten tersebut memicu rasa cemas, takut, atau tidak nyaman.

Doomscrolling biasanya terjadi secara tidak sadar. Awalnya hanya berniat melihat kabar terbaru, tetapi kemudian terus berlanjut karena rasa penasaran atau dorongan untuk selalu “update”.

Berita tentang krisis global, konflik, kejahatan, hingga isu ekonomi kerap mendominasi linimasa. Algoritma media sosial juga cenderung menampilkan konten yang memicu emosi kuat agar pengguna bertahan lebih lama.

Akibatnya, seseorang bisa terjebak dalam siklus konsumsi informasi negatif yang berlebihan. Dampak doomscrolling terhadap kesehatan mental cukup signifikan. Paparan berita buruk secara terus-menerus dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan.

Pikiran menjadi penuh dengan kekhawatiran, bahkan terhadap hal-hal yang berada di luar kendali pribadi. Beberapa orang mengalami gangguan tidur karena terbiasa membaca berita negatif sebelum tidur, sehingga otak tetap berada dalam kondisi waspada.

jangka panjang, doomscrolling juga berpotensi memperburuk kondisi mental, terutama bagi individu yang memiliki riwayat depresi atau gangguan kecemasan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan doomscrolling dapat memengaruhi cara seseorang memandang dunia. Konsumsi konten negatif yang berlebihan bisa menimbulkan rasa pesimis dan perasaan bahwa situasi global selalu berada dalam kondisi buruk.

 

 

Hal ini dapat berdampak pada suasana hati, menurunkan semangat, serta mengurangi produktivitas. Interaksi sosial pun bisa terganggu karena perhatian lebih banyak tercurah pada layar ponsel dibandingkan lingkungan sekitar.

Meski demikian, menghindari doomscrolling bukan berarti harus sepenuhnya menjauh dari berita. Informasi tetap penting untuk menambah wawasan dan kesadaran sosial. Yang perlu dilakukan adalah mengatur pola konsumsi informasi secara lebih sehat.

Membatasi waktu membaca berita, menentukan jam khusus untuk mengakses media sosial, serta memilih sumber informasi yang tepercaya dapat membantu mengurangi dampak negatifnya.

Menghindari kebiasaan membuka berita berat di pagi hari atau menjelang tidur juga sangat dianjurkan. Selain itu, menyeimbangkan aktivitas digital dengan kegiatan yang menenangkan dapat menjadi solusi efektif.

 

 

Meluangkan waktu untuk berolahraga, melakukan hobi, meditasi, atau sekadar berbincang dengan orang terdekat dapat membantu menjaga kestabilan emosi. Mengisi linimasa dengan konten positif dan inspiratif juga dapat memberikan pengaruh baik bagi kesehatan mental.

Pada akhirnya, mengenali dan menyadari kebiasaan doomscrolling adalah langkah awal untuk melindungi kesehatan mental di era digital. Dengan sikap yang lebih bijak dalam mengonsumsi informasi, kita tetap bisa mengikuti perkembangan dunia tanpa harus terbebani secara emosional.

Menjaga kesehatan mental merupakan investasi jangka panjang yang penting agar kualitas hidup tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. AILEEN

 

Editor : Imron Arlado
#media sosial #teknologi digital #Doomscrolling #depresi #ekonomi