NGORO - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Pandega, Desa/Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto mengalami insiden kecelakaan kerja, Senin (15/12) malam. Sebuah mesin streamer untuk sterilisasi ompreng alias wadah makan bergizi gratis (MBG) meledak dan mengakibatkan dua pekerja mengalami luka bakar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.10 WIB ketika pekerja melaksanakan pencucian ompreng MBG. Saat proses pengeringan, tiba-tiba terjadi ledakan yang bersumber dari mesin streamer untuk mengeringkan wadah berbahan stainless steel.
Suwondo, warga setempat membenarkan terkait adanya suara ledakan yang berasal dari dalam gedung SPPG Mitra Mandiri Yayasan Anak Sekolah Indonesia Makmur pada Senin (15/12) malam. Saat itu, dia dikagetkan dengan suara keras dari dapur MBG yang bersebelahan dengan rumahnya tersebut.
"Kejadiannya sekitar Isya, saya tahunya sudah ramai setelah ada bunyi ledakan kayak suara mercon," ulasnya saat ditemui pagi tadi.
Dia mengaku tak mengetahui secara pasti terkait sumber ledakan. Namun, sesaat setelah peristiwa tersebut terdapat pekerja yang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Mawaddah Medika, Jalan Raya Ngijingan, Kecamatan Ngoro. "Nggak tahu dari oven atau apa (yang meledak). Ada dua karyawan yang dibawa ke rumah sakit," sebutnya.
Terpisah, Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi menyatakan telah menindaklanjuti peristiwa kecelakaan kerja di SPPG Desa/Kecamatan Ngoro.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), terang dia, sumber ledakan diketahui berasal dari sebuah mesin streamer. "Disebabkan meledaknya streamer pengering ompreng," ungkapnya.
Insiden itu menyebabkan dua pekerja SPPG menjadi korban. Masing-masing adalah Mohammad Binta Pranata, 20, warga Dusun Gunungsari, Desa Watesnegoro dan Suliadi, 48, asal Dusun Ngoro/Desa/ Kecamatan Ngoro.
Keduanya, mengalami luka bakar pada bagian wajah, tangan dan perut. Namun, tutur Heru, saat ini kondisi korban sudah berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis dari RS Mawaddah Medika. "Oleh dokter sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan," tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti ledakan mesin streamer tersebut.
Dari pantauan di lokasi, pintu gerbang SPPG masih dalam kondisi tertutup meski masih tampak aktivitas kendaraan MBG yang keluar masuk.
Heru menyatakan, kejadian laka kerja tak sampai berdampak pada produksi dan pendistribusian program MBG ke penerima manfaat. "Operasional SPPG berjalan normal," pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah