Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kehilangan Figur Ayah Bisa Sebabkan Father Hunger, Apa Bedanya dengan Fatherless?

Eki Septian Tri Wulansari • Sabtu, 13 Desember 2025 | 06:03 WIB
Kehilangan Figur Ayah Bisa Sebabkan Father Hunger, Apa Bedanya dengan Fatherless? (sumber : Freepik)
Kehilangan Figur Ayah Bisa Sebabkan Father Hunger, Apa Bedanya dengan Fatherless? (sumber : Freepik)

RADAR MOJOKERTO - Istilah fatherless terdengar tidak asing di telinga kita saat ini. Fatherless merujuk pada kondisi seorang anak yang tumbuh dan berkembang tanpa kehadiran figur seorang ayah dalam hidupnya. Namun pernahkah Anda mendengar istilah father hunger atau kelaparan akibat tiadanya figur ayah dalam tumbuh kembang anak? Baca perbedaan keduanya melalui artikel berikut.

Alasan Dibalik Berkurang atau Hilangnya Figur Ayah

Baik father hunger maupun fatherless, keduanya menggambarkan kondisi ketidakhadiran sosok ayah untuk turut serta dalam tumbuh kembang anak. 

Data UNICEF pada 2021 juga menyebut bahwa 20,9% anak Indonesia tumbuh dengan kehilangan atau ketidakhadiran sosok ayah dalam hidup mereka.

Ketidakhadiran ini tentunya menampilkan efek serius bagi sang anak seperti pengaruhnya terhadap kondisi emosional hingga pada aspek akademik.

Berbagai sumber setuju menyebutkan bahwa kekosongan peran salah satunya akibat dari budaya patriarki yang masih melekat di lingkungan masyarakat.

Peran ayah sebagai pencari nafkah dianggap tidak perlu turut andil dalam pola pengasuhan anak dan menyerahkan tugas mendidik kepada sang ibu.

Padahal sejatinya, peran kedua orang tua sangat penting untuk mengontrol dan mendidik seorang anak.

Ibu adalah sosok yang mengajarkan tentang kecerdasan secara emosional dan penanaman nilai moral pada anak sedangkan ayah berperan penting dalam memupuk tanggung jawab, kemandirian, dan keberanian seorang anak.

Baca Juga: Peringatan Kemungkinan Terjadinya Mega Gempa, Berikut Alasan Dibalik Jepang yang Sering Mengalami Gempa Bumi dan Tsunami!

Ketidakhadiran salah satu peran tersebut tentunya akan berdampak signifikan pada tumbuh kembang anak.

Selain itu, alasan dibalik kurang atau hilangnya peran ayah bisa diakibatkan oleh adanya perpisahan atau perceraian.

Orang tua yang berpisah akan membuat kebingungan dalam diri anak, ditambah lagi dengan keterbatasan untuk bermain bersama anak dan waktu bertemu yang singkat akibat tidak tinggal dalam satu rumah.

Perbedaan Fatherless dan Father Hunger

Berbicara soal maraknya fatherless, sebutan father hunger menjadi lebih sedikit didengar di telinga kita meski keduanya memiliki persamaan.

Jika fatherless dikenal sebagai suatu kondisi anak tidak merasakan kehadiran ayah secara fisik atau psikologis, maka lain halnya dengan father hunger yang dikatakan sebagai dampak dari fatherless atau ketidakhadiran ayah secara fisik maupun psikologis.

Father hunger merujuk pada dampak emosional seorang anak, misalnya seperti perasaan kosong akibat absennya peran ayah dalam tumbuh kembang sang anak.

Kondisi father hunger pada seorang anak juga bisa menyebabkan anak mencari sosok ayah pada pria lain guna mengisi kekosongan peran laki-laki (ayah) dalam hidupnya.

Secara garis besar, father hunger dan fatherless saling berkaitan. Sebab, father hunger sejatinya adalah dampak yang ditimbulkan dari fatherless atau ketidakhadiran peran ayah, entah secara fisik maupun psikologis.

Dampak Father Hunger

Telah dijabarkan sebelumnya bahwa father hunger merupakan dampak dari kondisi fatherless. Maka dari itu, berikut penjelasan lebih jauh tentang beberapa dampak yang mungkin timbul akibat kondisi fatherless pada anak.

Anak merasa insecure dan pesimis

Seorang anak tanpa figur ayah akan merasa kurang percaya diri dalam menghadapi dunia. Peran ayah sebagai pembentuk keberanian dan tanggung jawab yang hilang juga bisa menimbulkan rasa pesimis dalam melihat sebuah tantangan dalam hidup. 

Emosi tidak stabil

Kondisi father hunger bisa mengakibatkan emosi seorang anak tidak stabil dan mudah merasa kecewa, marah, atau membentuk dirinya menjadi sosok pendendam dan lekat dengan rasa cemas hingga kesedihan berlebih.

Prestasi akademik menurun

Kurangnya dukungan secara fisik dan emosi bisa mengakibatkan anak kurang terbimbing dari berbagai sisi, termasuk akademik. Maka dari itu, penurunan secara akademik sangat mungkin terjadi jika seorang anak berada dalam fase father hunger dalam hidupnya.

Baca Juga: Sering Menghindar Saat Ada Masalah? Mungkin Seseorang Memiliki Kepribadian Avoidant, Cari Tahu Definisi, Penyebab, Hingga Dampaknya!

Mudah terjerat dalam hubungan yang toxic

Nihilnya peran ayah membuat kabur pandangan anak soal figur lelaki dalam hidupnya. Hal inilah yang membuat batasan perlakuan dalam sebuah hubungan terkesan membingungkan.

Tak hanya itu, kondisi father hunger bisa menyebabkan seseorang mencari figur ayah pada orang lain, termasuk pasangannya.

Kondisi tersebut bisa rentan membuat seorang anak terjebak dalam toxic relationship karena kurangnya pemahaman tentang peran ayah, merasa istimewa dengan usaha-usaha yang sebenarnya berada di bare minimum, hingga rela meninggalkan banyak hal dalam hidupnya untuk mempertahankan hubungan yang sebenarnya tidak sehat dijalani.

Pergaulan bebas

Tanpa adanya peran ayah, seorang anak mudah memasuki ranah pergaulan bebas seperti mengkonsumsi obat-obatan terlarang, kecanduan alkohol, mengabaikan norma masyarakat, atau melakukan seks bebas.

Cara Mengatasi Kondisi Father Hunger

Saat peran ayah menghilang karena kurangnya waktu untuk bermain dan berbincang bersama, meluangkan sedikit waktu untuk mendengar dan mendukung sang anak bisa menjadi solusi mengatasi kondisi father hunger pada anak.

Namun jika peran ayah tidak terpenuhi akibat kondisi lain seperti kematian atau bahkan tidak hadir sama sekali, sang anak bisa  memenuhi kebutuhan emosionalnya dengan menanamkan self awareness, bersosialisasi dengan mengikuti komunitas atau aktivitas diluar, dan bisa juga dengan mencari bantuan profesional jika dirasa membutuhkan.

Editor : Imron Arlado
#ayah #fatherless #hubungan toxic #psikologis #pergaulan bebas #Father Hunger #unicef