JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Data Wrapped 2025 yang dirilis berbagai platform digital menunjukkan perubahan besar dalam kebiasaan finansial masyarakat Indonesia.
Berbagai statistik dan rangkuman penggunaan sepanjang tahun menjadi gambaran jelas mengenai bagaimana perilaku pengguna berkembang, terutama dalam pemanfaatan layanan keuangan digital seperti GoPay dan GoPay Later.
Dari data tersebut, banyak pakar fintech menilai bahwa Wrapped tahun ini bisa menjadi dasar kuat untuk memprediksi tren pengguna di 2026. Sepanjang 2025, GoPay mencatat pertumbuhan signifikan dalam volume transaksi harian.
Wrapped menyoroti bahwa pengguna kini tak hanya memakai dompet digital untuk transaksi sesekali, tetapi untuk kebutuhan rutin seperti transportasi, pengantaran makanan, belanja bulanan, hingga pembayaran tagihan vital seperti listrik dan internet.
Pola ini menunjukkan bahwa dompet digital mulai menggantikan uang tunai sebagai alat transaksi utama dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda dan pekerja urban.
Salah satu temuan paling menarik dari Wrapped 2025 adalah meningkatnya penggunaan GoPay Later. Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) ini menunjukkan lonjakan yang sangat besar, terutama di momen-momen belanja seperti Harbolnas, 10.10, 12.12, hingga promo gaji bulanan.
Pengguna memanfaatkan GoPay Later bukan hanya untuk pembelian besar, tetapi juga transaksi kecil yang dianggap lebih praktis dengan skema pembayaran tertunda. Menurut analis pasar, hal ini mencerminkan kebutuhan pengguna terhadap fleksibilitas finansial di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Pakar fintech menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang membuat GoPay Later begitu menarik bagi pengguna pada 2025. Pertama, proses persetujuan limit yang cepat tanpa prosedur serumit kartu kredit.
Kedua, integrasi yang luas di ekosistem Gojek–Tokopedia sehingga pengguna dapat memanfaatkannya di banyak layanan. Ketiga, penawaran cicilan tanpa bunga dan promo cashback yang membuat pengguna merasa lebih ringan dalam mengatur keuangan bulanan.
Dengan melihat tren tersebut, banyak analis memprediksi bahwa 2026 akan menjadi tahun di mana layanan BNPL semakin mendominasi. GoPay Later diperkirakan akan tumbuh lebih pesat, terutama jika GoPay menambahkan fitur pengelolaan keuangan yang lebih canggih.
Pengguna kini tidak hanya mencari layanan pembayaran, tetapi juga ingin aplikasi yang membantu mereka mengatur anggaran, mencatat pengeluaran otomatis, dan memberikan insight finansial personal berdasarkan riwayat transaksi.
Wrapped 2025 juga menunjukkan bahwa pengguna semakin membutuhkan transparansi finansial. Fitur seperti laporan bulanan, batas pengeluaran, serta rekomendasi untuk menjaga kesehatan finansial kemungkinan menjadi tren baru pada 2026.
Pakar fintech menilai bahwa layanan yang dapat menggabungkan pembayaran, kredit jangka pendek, dan edukasi finansial dalam satu aplikasi akan menjadi pilihan utama. Dengan semua data tersebut, potensi dominasi GoPay Later pada 2026 sangat besar.
Jika inovasi terus dilakukan dan kebutuhan pengguna terus dipahami, GoPay bukan hanya menjadi alat transaksi, tetapi menjadi pusat aktivitas finansial digital yang membantu masyarakat merencanakan, mengelola, dan mengoptimalkan keuangan mereka sehari-hari. AILEEN
Editor : Imron Arlado