Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Budgeting di Kalangan Gen Z: Dari Aplikasi Keuangan Digital hingga Metode Cash Stuffing yang Kian Populer

Imron Arlado • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:56 WIB
Generasi Z semakin dikenal sebagai kelompok yang melek teknologi sekaligus mulai sadar pentingnya pengelolaan finansial sejak usia muda. sumber foto: pinterest
Generasi Z semakin dikenal sebagai kelompok yang melek teknologi sekaligus mulai sadar pentingnya pengelolaan finansial sejak usia muda. sumber foto: pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Generasi Z semakin dikenal sebagai kelompok yang melek teknologi sekaligus mulai sadar pentingnya pengelolaan finansial sejak usia muda.

Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan derasnya arus konsumsi digital, banyak anak muda mencari cara paling efektif untuk menjaga kestabilan keuangan.

Karena itulah berbagai metode budgeting berkembang pesat, dari aplikasi keuangan digital yang canggih hingga cara tradisional seperti cash stuffing yang kembali populer.

Aplikasi keuangan menjadi pilihan utama karena menawarkan kemudahan dan efisiensi. Melalui aplikasi seperti Money Lover, Dompetku, hingga fitur pencatat pengeluaran di mobile banking, Gen Z bisa langsung melihat arus keluar masuk uang tanpa harus mencatat manual.

Grafik, laporan otomatis, serta pengingat tagihan membantu mereka mengontrol pengeluaran sehari-hari. Fitur kategori juga memudahkan mereka mengetahui pos mana yang paling besar menyedot anggaran, sehingga keputusan finansial bisa dibuat lebih bijak.

Bagi Gen Z yang serba praktis, aplikasi digital memberi rasa aman dan membantu mereka tetap disiplin. Meski serba digital, tren cash stuffing justru mengalami kebangkitan.

Metode ini menggunakan uang tunai yang dibagi dalam amplop atau binder berlabel sesuai kebutuhan, seperti makan, transportasi, belanja, hiburan, dan tabungan. Saat uang dalam satu kategori habis, mereka tidak boleh mengambil dari kategori lain.

Pendekatan ini membuat mereka lebih waspada terhadap pengeluaran impulsif, karena setiap pengurangan uang terlihat secara nyata. Cash stuffing juga viral di media sosial berkat konten estetis yang menampilkan binder cantik dan strategi pengisian amplop yang rapi.

 

 

Banyak Gen Z merasa metode fisik ini membantu mereka lebih terkendali. Selain itu, metode zero-based budgeting juga mulai memiliki banyak pengikut. Dalam sistem ini, setiap rupiah pendapatan harus memiliki tujuan, sehingga tidak ada uang yang “menganggur”.

Gen Z yang ingin lebih terencana, misalnya menabung untuk dana darurat atau memulai investasi, menggunakan metode ini agar alokasi pendapatan lebih jelas. Pendekatan ini efektif bagi mereka yang ingin mencapai target finansial tertentu dalam jangka panjang.

Media sosial turut memperkuat tren ini. Banyak kreator berbagi tips budgeting, cara memilih aplikasi, tutorial cash stuffing, hingga rutinitas manajemen gaji bulanan.

Konten edukatif yang ringan dan mudah dipahami membuat Gen Z merasa topik finansial tidak serumit yang dibayangkan. Edukasi yang terbuka ini mendorong semakin banyak anak muda untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat dan disiplin.

Tren budgeting di kalangan Gen Z menunjukkan bahwa kesadaran finansial bukan lagi sekadar tren sementara, tetapi kebutuhan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang terus berubah.

 

 

Baik melalui aplikasi digital maupun metode manual, semua strategi memiliki tujuan yang sama: membantu Gen Z hidup lebih teratur, bebas dari stres finansial, dan siap menghadapi masa depan.

Dengan konsistensi dan komitmen, generasi ini berpeluang besar menjadi kelompok yang lebih matang secara finansial serta mampu mengambil keputusan ekonomi yang bijaksana sejak awal kehidupan dewasa mereka. AILEEN

 

 

Editor : Imron Arlado
#generasi z #usia muda #cash stuffing #budgeting #Gen Z #gaya hidup #finansial