JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Belakangan ini, fenomena candied salmon mulai ramai diperbincangkan setelah cukup banyak konten kreator sosial media membagikan proses pembuatan hidangan ini dalam bentuk video singkat.
Popularitas candied salmon meningkat tak hanya karena tampilan visualnya yang mengkilap dan menarik, tetapi juga karena rasa penasaran publik terhadap "permen salmon" yang muncul dalam berbagai unggahan.
Diskusi publik para netizen di media sosial semakin meluas ketika beberapa penonton mempertanyakan keamanan proses pembuatannya, terutama saat banyak pembuatan versi rumahan yang jauh lebih sederhana daripada cara tradisionalnya.
Perbincangan ini kemudian mengarah lebih dalam mengenai apa sebenarnya candied salmon dan mengapa hidangan ini ramai mendapatkan tanggapan yang pro dan kontra.
Candied salmon atau yang juga dikenal sebagai salmon candy merupakan olahan ikan salmon yang memiliki cita rasa manis melalui proses pengawetan dan pengasapan.
Dalam tradisi kuliner di wilayah Alaska dan Pacific Northwest, proses pembuatan hidangan ini mulanya dilakukan dengan curing, yakni merendam ikan salmon dalam campuran garam dan gula sebelum memasuki proses pengeringan atau pengasapan.
Proses tersebut kemudian akan menghasilkan tekstur salmon yang kenyal, sedikit lengket, serta memiliki perpaduan cita rasa antara manis dan gurih.
Tahap selanjutnya, salmon yang telah melalui proses curing akan mulai memasuki proses smoking, yaitu pengasapan atau pengeringan, yang membuat tekstur salmon lebih padat sekaligus menjaga keawetannya.
Baca Juga: Cara Cek Penerima BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025 Secara Online, Ketahui Syarat Lengkapnya di Sini
Setelah itu, salmon akan diberi lapisan manis yang berasal dari sirup maple atau gula cair untuk menghasilkan kilap dan cita rasa unik di permukaannya.
Tampilan akhir candied salmon setelah melalui seluruh proses pembuatan biasanya akan berwarna lebih gelap dan mengkilap, menyerupai camilan yang dilapisi karamel.
Keunikan cita rasa dan tampilannya tersebutlah yang membuat candied salmon atau salmon candy dikenal sebagai kuliner yang memiliki profil rasa berbeda dari olahan salmon pada umumnya.
Keseluruhan proses tersebut yang dilakukan dengan cara yang sesuai urutan membuat candied salmon menjadi hidangan yang aman dikonsumsi, karena proses pengeringan atau pengasapan dapat membantu menjaga keawetan dan mengurangi resiko mikroorganisme berbahaya dalam ikan.
Namun sayangnya, dalam beberapa yang muncul di media sosial, candied salmon kerap kali diasumsikan sebagai permen salmon yang hanya membutuhkan proses perendaman air gula kemudian dimasukkan ke kulkas.
Kesalahpahaman tersebut membuat proses curing dan smoking yang merupakan proses utama pembuatan candied salmon kerap kali diabaikan.
Kondisi ini tentu saja menuai kritik dan kekhawatiran netizen karena salmon mentah yang hanya direndam dalam gula masih berpotensi membawa bakteri ataupun parasit.
Tampilannya yang tampak mengkilap tak selalu mencerminkan bahwa proses pembuatannya telah berjalan sesuai dengan standar keamanan pangan.
Baca Juga: Pensiunan Polisi Tewas Kecelakaan di Bypass Mojokerto, Begini Cerita Saksi Mata di Lokasi
Dari kesalahan pembuatan candied salmon tersebut dapat memunculkan resiko terhadap kesehatan seperti gangguan pencernaan, keracunan makanan, hingga infeksi.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara pembuatan candied salmon yang tepat dapat membantu mencegah resiko kesehatan.
Tren candied salmon juga pada akhirnya menunjukkan betapa pentingnya kehati-hatian dan riset mendalam sebelum mengikuti tren yang berkembang pesat di media sosial.
FANEZA
Editor : Imron Arlado