JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Saat ini, para penikmat astronomi sedang ramai membicarakan dan menunggu fenomena Supermoon yang diprediksi akan muncul pada tanggal 5 Desember 2025 mendatang.
Supermoon sendiri merupakan fenomena ketika bulan mencapai fase purnama saat posisinya berada di titik paling terdekat dengan bumi dalam orbit elipsnya atau perigee.
Akibatnya, pada momen ini bulan akan terlihat lebih besar dan lebih bersinar dari hari-hari biasanya karena jaraknya dengan bumi bisa beberapa puluh ribu kilometer lebih dekat dari jarak rata-rata.
Oleh karena itu, fenomena ini langsung menjadi pusat perhatian publik, terutama para pemburu foto, karena menghadirkan pengalaman visual yang jarang terjadi dan tampak sangat memukau di langit malam.
Tersebarnya kabar kemunculan supermoon 2025 membuatnya terasa seperti event langit yang sangat ditunggu oleh banyak orang menjelang akhir tahun karena kemunculannya tak bisa terjadi setiap saat.
Fenomena supermoon yang akan terjadi tahun ini bertepatan dengan puncak fase purnama yang terjadi pada tanggal 4 Desember 2025 pukul 23.14 UTC, yang berarti supermoon di Indonesia dapat diamati pada tanggal 5 Desember 2025.
Dilansir dari Science NASA, fenomena supermoon akhir tahun ini dikenal secara tradisional sebagai cold moon atau long night moon, sebutan tradisional khas budaya Amerika Utara yang berarti malam-malam musim dingin yang panjang.
Sementara itu, cara paling ideal untuk menikmati fenomena ini adalah dengan menyaksikannya ketika bulan baru saja terbit atau ketika langit malam sudah benar-benar gelap.
Baca Juga: BERITA FOTO: Jembatan Wonodadi Mojokerto Belum Diperbaiki
Melihat supermoon di tempat yang jauh dari polusi cahaya perkotaan juga dapat memberikan pengalaman melihat supermoon yang lebih jelas dan kontras.
Menikmati fenomena ini dengan menggunakan alat bantu seperti kamera atau teropong juga bisa memperlihatkan permukaan bulan yang lebih detail dan tajam.
Meskipun begitu, menikmati keindahan supermoon dengan mata telanjang juga bisa tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan karena ukuran bulan yang lebih besar sudah mampu membuat suasana malam terasa berbeda.
Tak hanya menarik dari sisi sains, fenomena supermoon juga menawarkan pengalaman visual sekaligus emosional yang kuat.
Bagi sebagian orang, momen ini seringkali dinilai sebagai momen yang mampu memunculkan kesan melankolis, damai, dan romantis.
Misalnya sebutan "Cold Moon" yang menggambarkan suasana malam yang panjang dan sunyi di wilayah bermusim empat, serta sebagai simbol penutup tahun di Indonesia.
Visualnya yang sangat memukau dan dramatis membuat banyak orang menantikan kesempatan untuk memotret atau sekedar menikmati keindahan cahayanya.
Fenomena supermoon pada tahun 2025 kali ini menjadi tahun yang cukup unik karena adanya rangkaian supermoon yang terjadi secara berurutan pada bulan November, Oktober, dan Desember.
Situasi tersebut membuat momen supermoon Desember menjadi penutup rangkaian fenomena langit yang cukup jarang berlangsung secara berturut-turut.
Dilansir dari Sky & Telescope, fenomena supermoon beruntun ini tak selalu bisa terjadi setiap tahun, membuat fenomena ini terasa semakin spesial, terutama bagi para pecinta langit.
Hadirnya fenomena supermoon tahun ini yang bertepatan dengan akhir tahun membuat suasana jelang tahun baru terasa semakin berkesan, seolah memberikan warna baru dalam menutup perjalanan bermakna selama satu tahun penuh.
FANEZA
Editor : Imron Arlado