Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenali Pedas Mala dan Pedas Cabai, Dua Jenis Rasa Pedas yang Memiliki Karakter Berbeda

Imron Arlado • Senin, 1 Desember 2025 | 00:22 WIB
Beberapa tahun terakhir, dunia kuliner semakin menonjol melalui tren makanan pedas yang semakin berkembang dan ramai diperbincangkan. Sumber foto: Pinterest
Beberapa tahun terakhir, dunia kuliner semakin menonjol melalui tren makanan pedas yang semakin berkembang dan ramai diperbincangkan. Sumber foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Beberapa tahun terakhir, dunia kuliner semakin menonjol melalui tren makanan pedas yang semakin berkembang dan ramai diperbincangkan.

Terutama munculnya berbagai varian rasa pedas yang berasal dari berbagai budaya dan memberikan sensasi khas di setiap variannya.

Di Indonesia, pedas cabai tetap menjadi favorit nomor satu sepanjang masa karena sudah melekat dengan cita rasa lokal.

Sementara itu, varian rasa pedas mala yang berasal dari Sichuan saat ini juga mulai digemari oleh banyak orang dari berbagai negara karena cita rasanya yang unik dan berbeda dari rasa pedas pada umumnya.

Kehadiran dua jenis rasa pedas ini menghadirkan perbandingan yang menarik tentang karakter rasa, bahan utama, dan sensasi makan yang ditimbulkannya.

Pedas mala sendiri cenderung merujuk pada kombinasi rasa panas dan kebas yang berasal dari perpaduan antara cabai kering dan Sichuan peppercorn atau lada sichuan.

Di varian pedas mala ini, bahan Sichuan peppercorn menjadi elemen penting karena mampu menghasilkan sensasi kesemutan dan mati rasa ringan pada manusia.

 

Baca Juga: Libur Panjang Akhir Tahun, Pemesanan Melonjak

 

Rasa mala sendiri berasal dari tradisi kuliner Sichuan yang memang identik dengan penggunaan rempah dan minyak beraroma.

Sensasi rasa pedas mala membuatnya terasa lebih kompleks dari rasa pedas lainnya, tak hanya menimbulkan sensasi pedas yang panas, tetapi juga memiliki lapisan rasa lain yang memberikan pengalaman unik.

Sementara itu, pedas cabai merupakan sensasi panas yang berasal dari senyawa capsaicin yang terdapat dalam berbagai jenis cabai.

Rasa pedas cabai cenderung lebih mudah dikenali oleh masyarakat Indonesia karena telah menjadi bagian penting dari cita rasa masakan sehari-hari.

Rasa pedas cabai pun memiliki tingkat atau level yang berbeda-beda tergantung jenis, cara pengolahan, dan jumlah penggunaannya.

Pedas cabai juga memberikan sensasi pedas yang langsung terasa, tanpa efek kebas seperti pedas mala.

Perbedaan antara kedua jenis rasa pedas ini terletak pada perbedaan sumber rasa pedasnya.

Pedas mala berasal dari perpaduan antara senyawa capsaicin dan sanshool dalam Sichuan peppercorn.

Kedua senyawa tersebut menciptakan sensasi berlapis berupa panas, kebas, sedikit getaran, dan tingling atau sensasi menggelitik pada permukaan lidah.

Sedangkan sumber rasa pada pedas cabai hanya bergantung pada senyawa capsaicin yang memberikan rasa panas yang murni.

Sehingga rasa pedas cabai lebih lurus dan sederhana, tetapi bisa sangat kuat tergantung intensitas atau jumlah penggunaannya.

Selain itu, perbedaan kedua jenis rasa ini juga terletak pada aroma dan rasa pendampingnya.

 

Baca Juga: Glamping Bersama Keluarga saat Liburan, Momen Quality Time di Alam Bebas

 

Pedas mala cenderung memiliki aroma yang lebih kaya dan kompleks karena pengaruh rempah seperti lada sichuan, bawang putih, jahe, dan berbagai campuran bahan kering lainnya.

Sementara pedas cabai memiliki aroma yang lebih sederhana dan langsung terasa, aromanya bisa berupa wangi cabai yang segar, aroma tumisan, ataupun sedikit smokey jika cabai digoreng atau dibakar.

Tak hanya terletak pada sumber, aroma, dan cita rasanya saja, perbedaan kedua rasa pedas ini juga terletak pada penggunaannya.

Pedas mala umumnya digunakan dalam beberapa masakan khas Sichuan seperti mala hotpot, mala xiang guo, dan mapo tofu.

Sementara penggunaan pedas cabai lebih luas digunakan dalam hampir seluruh masakan Indonesia, seperti ayam geprek, rica-rica, dan tumisan sehari-hari lainnya.

Tingkat kepedasan, toleransi rasa pedas tiap budaya, dan mana yang lebih pedas juga berbeda-beda tergantung dengan kebiasaan konsumsi, preferensi, dan sensitivita tiap orang di masing-masing budaya, sehingga pengalam pedasnya tidak bisa disamakan.

Selain memberikan sensasi rasa yang unik dan memberikan pengalaman makan yang berbeda, keberadaan keduanya juga juga dapat memperkaya dunia kuliner sekaligus memberi pilihan yang menarik bagi para pecinta pedas.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#varian #aroma #SUMBER #mala #cita rasa #cabai #sichuan #perbedaan #sichuan peppercorn #indonesia #capsaicin #tingkat kepedasan #sensasi #pedas #lada sichuan #penggunaan #tiongkok #khas