Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jakarta Dinobatkan PBB Sebagai Kota Terpadat Dunia, Pemprov DKI Bantah Angka 42 Juta

Imron Arlado • Senin, 1 Desember 2025 | 01:54 WIB
Jakarta Dinobatkan PBB Sebagai Kota Terpadat Dunia
Jakarta Dinobatkan PBB Sebagai Kota Terpadat Dunia

JAWA POS RADAR MOJOKERTA – Jakarta resmi menjadi kota terpadat di dunia menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menggeser Tokyo dari posisi puncak yang bertahan sejak tahun 2000.

Menurut laporan World Urbanization Prospects 2025: Summary of Results yang dirilis Departemen Ekonomi dan Sosial PBB mencatat populasi wilayah metropolitan Jakarta mencapai 41,9 juta jiwa pada tahun 2025.

Posisi kedua ditempati Dhaka di Bangladesh dengan 36,6 juta penduduk, sementara Tokyo turun ke urutan ketiga dengan 33 juta jiwa. Angka ini mencerminkan pertumbuhan pesat penduduk perkotaan di berbagai belahan dunia.

Saat ini, sekitar 45 persen dari total populasi dunia yang mencapai 8,2 miliar jiwa tinggal di perkotaan, meningkat drastis dibandingkan tahun 1950, ketika hanya 20 persen dari 2,5 miliar orang yang tinggal di kota.

Jumlah kota besar dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa juga meningkat tajam, melonjak hingga empat kali lipat, dari 8 kota pada tahun 1975 menjadi 33 kota pada 2025. Sekitar separuh dari jumlah tersebut berada di Asia.

 

 

Daftar Kota Terpadat Lainnya

Selain tiga besar, kota-kota Asia mendominasi daftar 10 kota paling padat di dunia. New Delhi menempati peringkat keempat dengan populasi 30,2 juta, diikuti Shanghai (29,6 juta), Guangzhou (27,6 juta), Manila (24,7 juta), serta Kolkata dan Seoul masing-masing 22,5 juta.

Dominasi Asia ini menunjukkan bahwa pusat pertumbuhan penduduk perkotaan semakin bergeser ke benua tersebut, yang didorong oleh migrasi dan ekspansi ekonomi.

Proyeksi dari PBB hingga tahun 2050 memperkirakan jumlah kota besar akan bertambah hingga 37 kota, termasuk Addis Ababa di Ethiopia, Dar es Salaam di Tanzania, Hajipur di India, dan Kuala Lumpur di Malaysia.

Namun, laporan tersebut juga menyoroti bahwa kota-kota kecil dan menengah justru lebih banyak menampung penduduk dan berkembang lebih cepat, khususnya di Afrika dan Asia.

Koreksi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Pemerintah DKI Jakarta membantah angka 41,9 juta atau sekitar 42 juta jiwa yang disebutkan PBB.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan bahwa data resmi penduduk dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri per Semester 1 hanya mencatat sekitar 11 juta jiwa ber-KTP di wilayah DKI Jakarta.

“Berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2025 Provinsi DKI Jakarta yang bersumber dari Ditjen Dukcapil Kemendagri adalah 11.010.514 jiwa,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim di Jakarta, Kamis.

 

 

Chico menjelaskan bahwa angka besar yang digunakan PBB merujuk pada jumlah warga yang beraktivitas harian di Jakarta, bukan penduduk tetap.

Setiap hari, jutaan penduduk dari kota-kota sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi datang ke Jakarta untuk bekerja, belajar, berobat, dan urusan lainnya. Arus orang yang memadati Jakarta ini menjadi dasar perhitungan PBB.

Kepadatan ekstrem yang ada di Jakarta juga memunculkan berbagai masalah, seperti kemacetan parah, polusi udara, dan tekanan pada infrastruktur.

(Rizma)

Editor : Imron Arlado
#kota terpadat #Pemprov DKI Jakarta #pbb #jakarta #tokyo #bangladesh