JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah menetapkan status darurat bencana di tiga provinsi sekaligus: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), setelah banjir besar dan tanah longsor melanda wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Penetapan status darurat disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
Setelah penetapan status tersebut, Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah dapat mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk membantu Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Jumlah korban meninggal dunia di Provinsi ketiga provinsi tersebut selama beberapa hari terakhir telah mencapai setidaknya 127 orang dan puluhan lainnya dilaporkan masih hilang.
Baca Juga: Asesmen Pascalongsor Terkendala Cuaca Buruk, Jalur Pacet-Cangar Masih Ditutup
Bencana hujan yang menyebabkan banjir serta tanah longsor itu juga merusak ribuan rumah dan memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa intensitas hujan ekstrem ini merupakan efek langsung dari Siklon Senyar, yang sebelumnya melintasi sekitar perairan Aceh dan Sumut.
Meski pada 27 November BMKG menyatakan siklon mulai melemah dan bergerak menjauh, kondisi tanah yang sudah jenuh masih menyisakan potensi bencana susulan.
BMKG juga mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Divonis Berat, Terdakwa Rudapaksa Anak Tak Terima
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah pusat sudah mengirimkan bantuan penanganan bencana alam ke tiga provinsi terdampak a.l. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada Jumat (28/11/2025) pagi.
Pengiriman dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang sejak hari pertama bencana telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat mengirim bantuan ke lapangan.
Airlangga menambahkan bahwa koordinasi penyaluran bantuan berada di bawah kendali Kemenko PMK untuk memastikan distribusi berjalan efektif.
Pemerintah juga mengupayakan operasi modifikasi cuaca guna mempercepat pengurangan potensi hujan di wilayah dengan kondisi kritis, sehingga proses pencarian korban dan perbaikan infrastruktur dapat dilakukan lebih optimal.
Baca Juga: Sindikat Penimbun Dua Ribu Liter Solar Subsidi Dihukum 4,5 hingga 6 Bulan Penjara
Dengan kerusakan yang tersebar luas dan banyaknya warga terdampak, pemerintah menegaskan bahwa penanganan bencana ini membutuhkan sinergi jangka panjang.
Fokus utama saat ini adalah penyelamatan warga, penyediaan kebutuhan dasar pengungsi, serta percepatan pemulihan layanan publik di daerah yang terisolasi.
Tri Yulia Setyoningrum
Editor : Imron Arlado