JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, berbagai bandara utama di Indonesia mulai memasuki fase persiapan intensif untuk menghadapi lonjakan arus perjalanan udara yang diperkirakan meningkat signifikan.
Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Juanda di Sidoarjo, dan Kualanamu di Deli Serdang menjadi tiga titik yang paling sibuk, sehingga pengelola mulai mengaktifkan pengamanan berlapis, menambah personel di lapangan, dan melakukan pengecekan ulang seluruh sistem pendukung operasional.
Pihak otoritas memperkirakan bahwa pergerakan penumpang pada musim liburan tahun ini bisa melampaui pencapaian tahun lalu, seiring pulihnya aktivitas perjalanan serta peningkatan permintaan rute domestik dan internasional.
Pengamanan menjadi fokus utama karena potensi kerawanan meningkat saat volume penumpang membludak. Avsec diturunkan dalam formasi lebih besar, sementara aparat Kepolisian dan TNI mulai ditempatkan di sejumlah titik strategis bandara untuk memperkuat patroli dan pengawasan.
Di Soekarno-Hatta, pengelola mengaktifkan pemantauan berbasis kamera cerdas yang terintegrasi dengan pusat kendali, sehingga pergerakan orang dan barang dapat dipantau secara real-time.
Sistem ini membantu petugas mengidentifikasi anomali atau kerumunan tidak wajar di area publik seperti terminal, pintu masuk kendaraan, hingga zona check-in.
Baca Juga: Di Balik Teori Manusia Reptil: Dari Mitologi Ular hingga Konspirasi Elite Dunia
Langkah serupa juga diterapkan di Juanda dan Kualanamu, di mana peningkatan frekuensi pemeriksaan bagasi dan pengetatan kontrol akses dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyelundupan barang berbahaya atau aktivitas yang mengganggu keamanan penerbangan.
Selain aspek keamanan, pengelola bandara juga memperhatikan persoalan tarif tiket pesawat, yang hampir selalu menjadi sorotan menjelang libur panjang akhir tahun.
Kementerian Perhubungan berkoordinasi langsung dengan maskapai dan operator bandara untuk memastikan harga tiket tetap berada dalam koridor batas atas dan batas bawah.
Monitoring ini dilakukan lebih ketat, mengingat permintaan yang melonjak biasanya memicu potensi penyesuaian tarif oleh maskapai.
Pemerintah meminta maskapai menambah frekuensi penerbangan pada rute-rute utama, seperti Jakarta–Surabaya, Jakarta–Denpasar, Jakarta–Medan, hingga rute ke kawasan timur yang diproyeksikan padat.
Jika diperlukan, maskapai juga diimbau mengoperasikan pesawat berbadan lebar guna mengakomodasi jumlah penumpang yang lebih besar. Posko pengaduan yang akan dibuka selama masa angkutan Nataru berfungsi sebagai kanal cepat bagi penumpang untuk melaporkan jika menemukan harga tiket yang tidak sesuai ketentuan.
Kepadatan diprediksi terjadi tidak hanya di rute domestik, tetapi juga rute internasional yang mengalami tren kenaikan sejak semester kedua 2025.
Sejumlah bandara sudah mencatat peningkatan permintaan ke Singapura, Malaysia, Jepang, serta sejumlah negara Timur Tengah yang mulai menjadi destinasi liburan akhir tahun.
Mengantisipasi hal itu, bandara memperkuat layanan imigrasi, menambah petugas di konter pemeriksaan dokumen, serta menyiapkan alur antrean yang lebih terstruktur untuk mengurangi potensi penumpukan di jam-jam padat.
Pada aspek operasional, persiapan teknis dilakukan menyeluruh. Di Soekarno-Hatta, pengelola memastikan kesiapan fasilitas skytrain, shuttle bus antar-terminal, serta layanan ground handling yang sering kali menjadi sumber keterlambatan jika tidak dikelola dengan baik.
Di Juanda, manajemen memeriksa ulang kapasitas area parkir pesawat, terutama untuk mengantisipasi penambahan slot penerbangan yang diajukan maskapai.
Sementara itu di Kualanamu, peremajaan sejumlah perangkat pendukung seperti conveyor bagasi dan sistem informasi penerbangan dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap optimal pada saat volume pergerakan meningkat.
Baca Juga: Genangan Enggan Surut, Bangunan Alami Kerusakan
Sejumlah imbauan juga kembali disampaikan kepada calon penumpang. Masyarakat diminta tiba lebih awal di bandara, minimal dua hingga tiga jam sebelum keberangkatan, untuk mengantisipasi antrean panjang di area check-in, pemeriksaan keamanan, ataupun imigrasi.
Penumpang juga diingatkan untuk memastikan kelengkapan dokumen, melakukan check-in daring jika memungkinkan, memantau perkembangan cuaca, dan mengikuti setiap informasi perubahan jadwal yang disampaikan maskapai maupun otoritas bandara.
Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko keterlambatan perjalanan yang sering terjadi pada masa liburan.
Secara keseluruhan, beragam langkah yang ditempuh pengelola bandara, maskapai, dan otoritas terkait diharapkan mampu menciptakan layanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat yang hendak mudik atau berlibur pada akhir tahun.
Musim angkutan Nataru selalu menjadi momentum penting bagi dunia penerbangan nasional, dan tahun ini dipandang sebagai ujian kesiapan industri untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dibanding periode sebelumnya.
Dengan pengamanan yang diperkuat, pengawasan tarif yang diperketat, serta koordinasi lintas sektor yang semakin intensif, diharapkan arus perjalanan udara sepanjang masa liburan dapat berlangsung tanpa gangguan berarti dan memberi pengalaman positif bagi para penumpang. BINTANG PURNAMA.
Editor : Imron Arlado