Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Banjir dan Tanah Longsor Porak-porandakan Sumatera Utara dan Sebabkan Kerusakan Parah dan Jatuh Korban Jiwa

Imron Arlado • Jumat, 28 November 2025 | 03:59 WIB
Banjir dan Tanah Longsor Porak-porandakan Sumatera Utara, Sebabkan Kerusakan Parah dan Banyak Korban
Banjir dan Tanah Longsor Porak-porandakan Sumatera Utara, Sebabkan Kerusakan Parah dan Banyak Korban

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bencana banjir dan tanah longsor melanda sebagian besar wilayah Sumatera Utara sejak tiga hari terakhir, yang menyebabkan kerusakan parah dan banyak korban.

Hujan deras yang berlangsung lebih dari dua hari berturut-turut memicu bencana hidrometeorologi yang berdampak pada 12 kabupaten, termasuk wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, dan Mandailing Natal.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan bencana yang terjadi di wilayah Sumut telah menewaskan 34 orang dan 52 orang lainnya dinyatakan hilang, dengan beberapa wilayah belum bisa melaporkan kondisi secara menyeluruh karena akses terputus akibat bencana tersebut.

Dampak banjir dan longsor di Sumatera Utara ini sangat besar. Puluhan titik longsor terjadi di beberapa wilayah, sementara banjir merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Infrastruktur dan rumah warga banyak yang rusak, diterjang air deras yang membawa lumpur, batang pohon, dan puing bangunan. Bencana ini juga mengganggu kegiatan masyarakat dan pelayanan dasar di daerah terdampak.

Sektor telekomunikasi juga mengalami gangguan yang cukup signifikan. Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan 495 site telekomunikasi di Sumatera Utara mati akibat banjir dan longsor. Wilayah terdampak termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

Terputusnya aliran listrik dan gangguan transmisi menjadi penyebab utama matinya sebanyak 1,42 persen dari total site yang ada di provinsi tersebut.

Operator seluler seperti PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera masih terus memantau dan memperbaiki layanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Balai Monitor untuk memastikan layanan kembali normal secepat mungkin.

 

 

Untuk penanggulangan bencana, Polda Sumut telah mengirimkan total 492 personel yang terdiri dari Satbrimob (352 orang), Dit Samapta (121 orang), Bid Dokkes (11 orang), dan Bid TIK (8 orang).

Tindakan kepolisian yang telah dilakukan mencakup melaksanakan TPTKP (Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara) di lokasi bencana. Melakukan evakuasi terhadap korban bencana alam. Melakukan pengamanan dan pengaturan di jalan yang terkena longsor.

Polda Sumut juga telah menyiapkan beberapa langkah berikutnya sebagai respons cepat terhadap situasi ini.

"Kami mengimbau kepada masyarakat di seputaran lokasi bencana agar selalu waspada dan antisipatif mengingat situasi cuaca yang belum membaik. Selain melanjutkan pencarian, kami akan berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk menyediakan tempat pengungsian dan membangun Posko Darurat Bantuan/Posko Tanggap Bencana sebagai Quick Respond Polri," kata Ferry

Situasi bencana ini menunjukkan dampak luas dari cuaca ekstrem yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar dan Siklon Tropis KOTO, menyebabkan gelombang tinggi serta cuaca ekstrem di sebagian  wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.

 

 

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Hendro Nugroho di Medan, Rabu, mengatakan Siklon Tropis Senyar merupakan Bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka.

"Dampaknya dalam satu minggu terakhir wilayah Sumatera Utara dilanda hujan setiap hari," katanya.

(Rizma)

Editor : Imron Arlado
#sumatera utara #banjir #tapanuli #sibolga #longsor #bencana