JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hong Kong dilanda musibah kebakaran besar, insiden ini terjadi di Wang Fuk Court kompleks apartemen padat penduduk di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11).
Api membakar tujuh dari delapan tower di kompleks tersebut yang berlangsung lebih dari 10 jam, memicu kepanikan di antara hampir 2.000 unit yang terdampak.
Dalam tragedi kebakaran besar tersebut menewaskan setidaknya 45 orang dan membuat 279 orang lainnya dilaporkan hilang hingga Kamis (27/11).
Api menyala pertama kali sekitar pukul 14.51 waktu setempat, saat kebakaran blok yang dibangun pada tahun 1983 tersebut sebenarnya dalam keadaan direnovasi di mana bagian luar gedung ditutupi oleh perancah bambu dan jaringan konstruksi.
Andy Yeung selaku Direktur Departemen Pemadaman Kebakaran Hong Kong, menyebut kobaran api bermula dari perancah bambu yang terbakar dan menyebar cepat ke gedung-gedung lain diakibatkan oleh angin serta serpihan puing-puing yang berterbangan.
Terdapat juga material lain yang diduga mempercepat penyebaran api antara lain jendela beberapa unit apartemen. Yeung menyebut, papan dengan bahan polistirena ini sangat mudah terbakar dan membuat apa menyebar dengan sangat cepat.
Proses evakuasi menjadi tantangan karena sebagian besar penghuni merupakan warga lanjut usia yang memiliki mobilitas terbatas. Banyak jendela yang ditutup akibat adanya renovasi, sehingga beberapa penghuni tidak mengetahui adanya kebakaran dan baru menyadari ketika dihubungi oleh tetangga.
Penyelidikan mendalam mengenai kebakaran hebat ini terus berlangsung. Pemimpin Hong Kong John Lee, resmi telah mendeklarasikan bahwa insiden kebakaran hebat ini sebagai “bencana besar,” dan menyebutnya sebagai kebakaran paling mematikan di kota tersebut dalam puluhan tahun.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong akan terus memantau perkembangan Warga Negara Indonesia (WNI) secara intensif perkembangan situasinya sehubungan dengan peristiwa kebakaran tersebut.
KJRI juga berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mendata dan menangani para WNI, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampak.
KJRI meminta agar WNI/PMI yang terdampak oleh kebakaran tersebut agar segera menghubungi hotline KJRI Hong Kong +8525242 2240 atau panic button KJRI Hong Kong +852 6773 0466 untuk pendampingan oleh KJRI Hong Kong.
Septian Trio
Editor : Imron Arlado