Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Di Balik Teori Manusia Reptil: Dari Mitologi Ular hingga Konspirasi Elite Dunia

Imron Arlado • Jumat, 28 November 2025 | 02:02 WIB

 

Sejumlah tokoh terkenal, mulai dari kepala negara hingga selebritas global dan bahkan almarhum Ratu Elizabeth II, sering kali dikaitkan dengan kelompok manusia reptil ini.
Sejumlah tokoh terkenal, mulai dari kepala negara hingga selebritas global dan bahkan almarhum Ratu Elizabeth II, sering kali dikaitkan dengan kelompok manusia reptil ini.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sudah lama beredar teori konspirasi mengenai adanya keberadaan manusia setengah reptil seperti ular, buaya, atau kadal besar baik di dunia maya maupun dalam budaya pop, tetapi teori tersebut hingga kini tidak pernah mendapatkan bukti ilmiah.

Pendukung teori ini percaya bahwa terdapat ras humanoid reptilian yang memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi manusia dan secara diam-diam mengendalikan politik, ekonomi, serta industri hiburan yang ada di penjuru dunia.

Sejumlah tokoh terkenal, mulai dari kepala negara hingga selebritas global dan bahkan almarhum Ratu Elizabeth II, sering kali dikaitkan dengan kelompok manusia reptil ini.

 

 

Versi yang paling dikenal dari narasi tersebut sering kali merujuk pada ide dari penulis teori konspirasi David Icke, yang pada akhir tahun 1990-an menerbitkan sebuah buku yang cukup berpengaruh di kalangan pengikut teori reptilian.

Dalam karya-karyanya, ia menjelaskan mengenai ras reptil cerdas dari luar angkasa yang biasanya disebut sebagai Annunaki, yang mana hal tersebut diklaim telah datang ke Bumi pada zaman kuno, melakukan manipulasi genetik pada manusia, dan pada akhirnya menyaru sebagai elit penguasa di era modern.

Individu-individu seperti Ratu Elizabeth II, beberapa mantan pemimpin Amerika Serikat, hingga bintang Hollywood terkenal sering disebut sebagai contoh sosok yang dianggap bukan manusia biasa.

 

 

Sebaliknya, penelitian dalam bidang antropologi dan kajian budaya menunjukkan bahwa adanya konsep manusia setengah reptil ini memiliki sejarah yang panjang dalam mitologi berbagai budaya.

Banyak peradaban memiliki karakter siluman ular, dewi ular, ataupun naga berkepala manusia yang melambangkan kekuasaan, ancaman, atau penjaga alam, bukannya sebagai makhluk yang nyata dalam arti biologis.

Media kontemporer kemudian mencampurkan warisan mitologi ini dengan narasi fiksi ilmiah, film, serial TV, serta komik seringkali menampilkan sosok alien atau monster reptil yang menyamar sebagai manusia, hal tersebut semakin menguatkan imajinasi bahwa skenario semacam itu mungkin ada di dunia nyata.

 

 

Di era digital, gambar dan video berkualitas rendah menjadi contoh. Seperti, mata tokoh terkenal yang tampak berubah akibat terkena efek kompresi yang buruk, sehingga sering diedit atau dipisahkan dari konteksnya sebelum disebarluaskan sebagai bukti keberadaan manusia reptil.

Psikolog dan peneliti teori konspirasi menganggap keyakinan terhadap manusia setengah reptil ini berkaitan dengan adanya keresahan mendalam terhadap elit dan institusi resmi, serta adanya kebutuhan untuk mencari penjelasan spektakuler atas masalah sosial dan politik.

Meskipun demikian, komunitas ilmiah menegaskan bahwa tidak ada bukti genetik, arkeologis, maupun forensik yang mendukung adanya eksistensi manusia setengah reptil, semua klaim yang beredar dapat diungkap melalui mitologi, misinformasi digital, dan juga pola pikir yang konspiratif. Dzafir Kirana Adelia

Editor : Imron Arlado
#psikolog #dan #ular #artis #teori #dunia #peneliti #ratu elizabeth 2 #konspirasi #manusia #hingga #elite #hollywood #mitologi #reptil