Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Poster Gajah Angkat Merah Putih Tegaskan Panggilan Jaga Hutan Tesso Nilo dari Ancaman Perambahan

Imron Arlado • Jumat, 28 November 2025 | 04:04 WIB
Poster ini didistribusikan melalui akun media sosial X resmi @btn_tessonilo dan @bksda_sumsel sebagai bagian dari sebuah kampanye penyelamatan area konservasi.
Poster ini didistribusikan melalui akun media sosial X resmi @btn_tessonilo dan @bksda_sumsel sebagai bagian dari sebuah kampanye penyelamatan area konservasi.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Upaya melindungi hutan dan satwa di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, kini kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya sebuah poster resmi yang menggambarkan gajah Sumatera sedang mengangkat bendera Merah Putih dan disertai dengan permohonan untuk mendapatkan dukungan agar dapat hidup damai di habitat mereka.

Poster ini didistribusikan oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo melalui akun media sosial X resmi @btn_tessonilo sebagai bagian dari sebuah kampanye penyelamatan area konservasi, yang telah tertekan kurang lebih selama bertahun-tahun akibat perambahan, kebun sawit ilegal, dan juga kebakaran rimba.

Dalam informasi yang telah disampaikan, pengelola taman nasional mengungkapkan bahwa sejak tanggal 22 Mei 2025 pemerintah telah mengirimkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan ke wilayah Tesso Nilo. 

Satgas tersebut melibatkan pihak dari Kementerian Kehutanan, aparat penegak hukum, dan juga TNI dengan adanya tugas untuk mengatur kebun sawit ilegal, merobohkan tempat perambah, menyegel lokasi penyimpanan tandan buah segar sawit, serta menghentikan adanya pembukaan lahan baru di dalam kawasan tersebut.

Operasi ini dikenal sebagai bagian dari komitmen nasional untuk memulihkan fungsi Tesso Nilo sebagai habitat asli bagi gajah Sumatera dan fauna lainnya, bukan sekadar lahan perkebunan sawit.

Pihak kehutanan melaporkan bahwa hasil awal dari penertiban mulai nampak, beberapa area yang sebelumnya gundul kini perlahan kembali hijau, alat berat tidak lagi bebas bekerja di zona inti taman nasional, dan laporan mengenai aktivitas penebangan liar telah menunjukkan penurunan.

 

 

Balai Taman Nasional Tesso Nilo mencatat semakin seringnya kemunculan kawanan gajah liar di tempat-tempat yang dulunya jarang mereka kunjungi akibat gangguan manusia, suara petasan, dan berbagai metode pengusiran, situasi ini dianggap sebagai tanda awal terjadinya pemulihan ekosistem setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.

Meskipun demikian, pemerintah telah menekankan bahwa ancaman terhadap Tesso Nilo masih ada hingga kini. Penertiban kebun sawit ilegal sempat menghadapi perlawanan dari beberapa pihak yang menentang keberadaan satgas, dan meminta agar petugas segera ditarik dari kawasan tersebut.

Beberapa insiden perusakan pos komando dan juga beberapa fasilitas penjagaan taman nasional, menjadi bukti kuat bahwa usaha untuk mengembalikan fungsi hutan masih menghadapi tekanan yang signifikan. 

Kementerian terkait telah menegaskan bahwa operasi akan terus diarahkan untuk memutus jaringan bisnis yang merusak kawasan dan menargetkan investor serta pengelola lahan, tanpa harus mengorbankan masyarakat kecil yang telah mengikuti aturan.

Melalui kampanye visual dan pesan yang menginspirasi, akun X @btn_tessonilo mengajak masyarakat umum untuk selalu mendukung keberlanjutan penertiban, serta pemulihan hutan Tesso Nilo. Dzafir Kirana Adelia

Editor : Imron Arlado
#Kementrian Kehutanan #dan #hutan #taman nasional tesso nilo riau #gajah sumatera #Habitat #melindungi #BTN Tesso Nilo #satwa #satgas #Fauna #Penertiban Kawasan Hutan