JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setiap bulannya, seluruh perempuan di dunia ini akan mengalami fase yang disebut fase menstruasi.
Sebuah fase yang umumnya akan menghadirkan sensasi rasa pegal pada sekujur tubuh, kram atau nyeri pada bagian perut atau punggung, dan perubahan suasana hati yang bergerak sangat drastis dalam kurun waktu singkat.
Kram atau nyeri haid biasanya muncul sebagai respon alami tubuh terhadap otot rahim yang berkontraksi untuk melepaskan lapisan dindingnya.
Sensasinya bisa berupa kram tumpul, rasa pegal di punggung bagian bawah, hingga tekanan di area perut.
Sementara itu, pada saat yang sama perubahan hormon juga mulai bergerak aktif dan memengaruhi suasana hati perempuan yang sedang menghadapi fase menstruasi.
Beberapa perempuan, atau bahkan orang di sekitarnya, dapat merasakan perubahan emosi yang lebih cepat daripada biasanya, dari sensitif, lebih mudah tersinggung, sampai ingin menyendiri.
Intensitas pada nyeri haid juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat stres yang menumpuk hingga mengganggu pola tidur.
Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam atau minuman kafein juga menjadi salah satu faktor meningkatnya intensitas nyeri haid.
Baca Juga: Genangan Enggan Surut, Bangunan Alami Kerusakan
Selain itu, meningkatnya intensitas nyeri haid juga dapat dipicu oleh rutinitas harian yang minim bergerak, sehingga aliran darah kurang lancar dan kontraksi otot menjadi lebih menyiksa.
Namun, ada pula kondisi tubuh tertentu yang membuat sensasi nyeri haid lebih kuat, yakni ketika tubuh sedang sangat lelah atau ketika hormon bekerja lebih aktif dari biasanya.
Pada fase ini, tubuh pasti membutuhkan kenyamanan tambahan agar rasa nyeri tidak terasa lebih dominan.
Beberapa cara mengurangi intensitas nyeri haid secara sederhana dapat dilakukan di rumah dengan cara melakukan gerakan ringan seperti stretching atau yoga yang dapat membuat tubuh tetap aktif tanpa memberi beban berlebihan.
Mengompres bagian yang nyeri dengan air hangat dan tidur yang cukup dengan posisi nyaman juga dapat membantu tubuh memulihkan diri sehingga rasa nyeri tidak terlalu mendominasi.
Rasa hangat pada kompresan di bagian tubuh yang kram atau nyeri juga dapat membantu merilekskan otot perut yang tegang dan meredakan kontraksi.
Selain itu, pemilihan makanan yang seimbang, mulai dari sayur, buah, dan sumber protein lainnya juga mendukung tubuh agar tidak cepat meradang.
Namun, jika kram atau nyeri tersebut muncul saat berada di luar rumah, kenyamanan tetap bisa dicari melalui berbagai cara praktis yang mudah dibawa bepergian.
Salah satunya dengan cara memakai heat pad, sebuah bantalan pemanas yang dapat mengurangi kekakuan atau ketegangan otot, sehingga rasa nyeri dapat berkurang meski di tempat yang tak sepenuhnya nyaman.
Selain kram, fase menstruasi juga berpengaruh sangat besar pada suasana hati karena adanya fluktuasi hormon estrogen dan progesteron.
Pada beberapa hari tentu, tubuh perempuan yang tengah mengalami menstruasi akan terasa lebih sensitif sehingga emosi lebih cepat dan mudah berubah.
Baca Juga: Mengenal Seni Fruit Carving, Keindahan yang Tercipta dari Buah-buahan
Bentuk perubahannya juga sangat beragam, mulai dari cepat kesal, mudah menangis, mudah lelah secara emosional, hingga keinginan untuk menyendiri yang lebih tinggi dari biasanya.
Perubahan suasana hati tersebut juga tak bersifat menetap karena terkadang suasana hati juga naik turun dengan cepat, menciptakan kestabilan yang cukup terasa dalam rutinitas sehari-hari.
Sementara itu, ada pula tips mengatur suasana hati agar tetap stabil saat menghadapi fase menstruasi.
Yakni dengan melakukan teknik relaksasi seperti melakukan pernapasan secara perlahan atau mendengarkan musik yang lembut untuk membantu menenangkan pikiran.
Aromaterapi seperti minyak esensial juga dapat memberikan efek yang menenangkan pada suasana hati.
Mengonsumsi makanan favorit yang dapat mendukung kestabilan suasana hati, menjauhkan diri dari paparan hal-hal yang memicu stress, dan melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai juga dapat membantu memicu hormon endorfin yang mendukung perasaan menjadi lebih positif.
Selain itu, melakukan self care atau perawatan diri sederhana pada hari-hari haid juga menjadi kunci agar suasana hati dan tubuh tetap rileks dan nyaman.
Contohnya mandi air hangat, menggunakan pakaian yang lembut dan longgar agar tubuh bisa leluasa bergerak, serta merapikan ruangan dan memberinya wewangian beraroma menyenangkan dapat menciptakan nuansa yang nyaman.
Melakukan aktivitas atau hobi kecil yang dapat memberikan rasa bahagia seperti menonton film dan membaca buku bergenre ringan sekaligus menyenangkan juga dapat membantu mengimbangi rasa tidak nyaman saat menstruasi.
Dari sekian banyaknya tips mengatur suasana hati tersebut, tips paling dasar yang harus dilakukan adalah istirahat yang cukup karena sangat penting bagi tubuh dan pikiran agar selalu berada dalam kondisi yang stabil.
Setiap tubuh memiliki ritme bekerja yang berbeda-beda, dan beberapa tips mungkin akan bekerja dengan baik hanya pada sebagian orang, sementara sebagian lainnya membutuhkan tips yang berbeda.
Maka dari itu, mendengarkan sinyal tubuh menjadi cara atau langkah penting dalam menemukan cara paling nyaman untuk menghadapi rasa nyeri haid maupun perubahan suasana hati.
FANEZA
Editor : Imron Arlado