Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wat Arun, Kuil Ikonik yang Menawarkan Pengalaman Visual dari Fajar hingga Kilau Emas Malam

Imron Arlado • Selasa, 25 November 2025 | 00:25 WIB
Di Bangkok terdapat salah satu kuil Budha paling ikonik bernama Wat Arun yang terletak di tepi Sungai Chao Phraya. Sumber foto: Google
Di Bangkok terdapat salah satu kuil Budha paling ikonik bernama Wat Arun yang terletak di tepi Sungai Chao Phraya. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di Bangkok terdapat salah satu kuil Budha paling ikonik bernama Wat Arun yang terletak di tepi Sungai Chao Phraya, membuat bangunannya terlihat sangat mencolok dari berbagai sisi sungai.

Menara utamanya yang menjulang tinggi dan meruncing seperti prang atau menara bergaya Khmer membuat Wat Arun mudah dikenali karena berbeda dengan kuil-kuil lain di Bangkok.

Wat Arun kerap kali menjadi tempat yang penuh aktivitas, baik bagi umat Hindu yang beribadah hingga wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk menikmati keindahannya.

Keindahan kuil Wat Arun ini tak hanya terletak pada ukurannya, tetapi juga pada detail ornamen yang menghiasinya.

Wat Arun juga dikenal dengan julukan "Temple of Dawn" karena pemandangan terbaiknya muncul ketika matahari terbit.

Paparan cahaya matahari pagi yang lembut jatuh pada permukaan porselen dan keramik yang menutupi menara-menara kuil. 

Pantulan cahaya tersebutlah yang kemudian menciptakan nuansa warna keperakan yang sangat khas.

 

 

Penamaan ini juga dianggap berkaitan sangat erat dengan lambang harapan baru bagi kerajaan di masa lampau.

Menara utama yang tinggi dan runcing milik Wat Arun yang dikelilingi oleh empat menara kecil lainnya menjadi arsitektur Wat Arun yang sangat menonjol.

Bentuk uniknya terinspirasi dari gaya Khmer yang memiliki karakter ramping dan menjulang tinggi.

Salah satu hal yang membuatnya semakin unik adalah penggunaan proselen China, keramik, dan kaca berwarna sebagai material dekoratif.

Material-material tersebut disusun dengan bentuk mozaik sehingga menciptakan pola rumit yang memperkaya pola permukaan bangunan dan juga berkontribusi besar pada tampilan kuil di siang maupun malam hari.

Pada malam hari, kuil Wat Arun akan tampil dengan warna kuning keemasannya yang menyala sangat indah.

Namun, tampilan keemasan tersebut bukan berasal dari lapisan emas ataupun cat berwarna emas.

Melainkan muncul dari pencahayaan khusus yang diarahkan langsung ke permukaan bangunan yang kemudian memantul pada material kuil dan menghasilkan efek seolah-olah kuil dilapisi emas.

Ilusi visual ini menjadi salah satu daya tarik paling besar yang membuat tampilan Wat Arun tampak berbeda di siang dan malam hari.

Pencahayaan khusus yang membuat Wat Arun tampak memukau di malam hari berasal dari lampu sorot berwarna warm yellow atau keemasan.

Pemilihan warna ini bertujuan untuk menciptakan nuansa hangat dan megah ketika kuil terlihat dari berbagai sisi sungai.

Pencahayaan ini juga dirancang agar tampak kontras dengan gelapnya langit malam hari dan permukaan air sungai, sehingga tampilan kuil menjadi lebih dramatis.

 

Baca Juga: Pemadaman Listrik Akan di lakukan di Sejumlah Wilayah Kecamatan Bangsal, Simak Lokasinya

 

Material seperti porselen, keramik, dan kaca yang digunakan pada kuil Wat Arun juga tak dipilih secara sembarangan, ornamen tersebut dipilih karena memiliki sifat reflektif yang kuat.

Porselen China yang ditempel di permukaan bangunan Wat Arun mampu memantulkan cahaya yang berasal dari lampu sorot keemasan dengan jelas.

Sementara keramik dan kaca berwarnanya mampu menambah variasi pantulan yang membuat Wat Arun tampak semakin menawan dalam balutan kilau kuning.

Karakter reflektif tersebutlah yang membuat cahaya lampu sorot dapat menghasilkan efek warna yang sangat intens.

Di sisi lain, pola mozaik yang diterapkan dalam penyusunan ornamen permukaan menara Wat Arun membuatnya tampak memiliki banyak lekukan dan tekstur.

Setiap lekukannya mampu memantulkan cahaya berkali-kali, sehingga efek kilaunya bisa semakin kuat.

Kemudian, pantulan cahaya yang berulang menciptakan penyebaran cahaya yang lebih merata di seluruh permukaan bangunan.

Sehingga kilau emasnya akhirnya tampak lebih terang dan hidup, membuat Wat Arun selalu terlihat bersinar meski dari kejauhan.

 

 

Perpaduan antara cahaya, arsitektur, dan makna di baliknya membuat Wat Arun menjadi salah satu situs budaya yang meninggalkan kesan paling dalam bagi setiap pengunjung yang datang.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#keindahan #wat arun #daya tarik #Ikonik #pencahayaan #material #kuil #Bentuk #ornamen #Temple of Dawn #bangkok #budha #visual #ilusi