Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ikonik dan Bersejarah, Gaun 'Balas Dendam' Putri Diana Kini Diabadikan dalam Patung Lilin di Paris

Imron Arlado • Selasa, 25 November 2025 | 00:26 WIB
Putri Diana dijadikan patung lilin di Museum Garvin, Paris
Putri Diana dijadikan patung lilin di Museum Garvin, Paris

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Patung lilin Putri Diana resmi diresmikan di Museum Grevin, Paris, dengan tampilan yang langsung mencuri perhatian publik. Sosok Putri Diana diabadikan mengenakan “revenge dress” atau gaun balas dendam, busana ikonik berwarna hitam off-shoulder yang dikenakannya pada tahun 1994. Gaun tersebut dikenal luas sebagai simbol kekuatan dan keberanian Diana setelah Pangeran Charles mengakui perselingkuhannya di televisi.

Alih-alih tampil secara tertutup, Putri Diana justru hadir dengan penuh percaya diri menggunakan gaun elegan rancangan Christina Stambolian, menegaskan bahwa ia tetap berdiri tegak meski berada dalam sorotan publik yang penuh akan tekanan. Momen itu menjadi tonggak sejarah dalam dunia fashion dan feminism, karena gaun tersebut bukan hanya mencerminkan gaya sang Putri, melainkan juga sebuah pernyataan emosional tentang kemandirian dan martabat perempuan.

Setelah tiga dekade, gaun bersejarah itu kembali diperbincangkan melalui patung lilin yang berdiri tampil memukau, seolah-olah menghidupkan kembali aura anggun dan penuh kekuatan dari Princess of Wales yang begitu dicintai dunia.

 

 

Patung lilin Putri Diana dipamerkan di Paris bukan tanpa alasan, Paris dikenal sebagai kota pusat mode dan seni dunia, hal ini sesuai dengan citra elegan dan ikonik Diana. Selain itu, Paris memiliki makna emosional karena menjadi lokasi kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya di tahun 1997.

Setelah patung tersebut diresmika, banyak reaksi publik yang bermunculan. Banyak yang menyebutkan bahwa pemilihan gaun “balas dendam” sebagai representasi Putri Diana adalah keputusan yang tepat, karena mampu menggambarkan sisi dirinya yang begitu kuat, elegan, dan tidak mudah dikendalikan oleh tekanan istana.

Media internasional pun turut menyoroti bagaimana patung ini tidak hanya sekedar instalasi seni, melainkan simbol keberanian seorang perempuan yang memilih berdiri di atas luka.

 

 

Di dunia mode, revenge dress dianggap sebagai salah satu momen fashion paling monumental abad ke-20. Gaun tersebut mengubah pandangan publik tentang bagaimana seseorang dapat menggunakan fashion sebagai bentuk ekspresi emosional dan kekuatan personal.

Istilah “revenge dress” hingga kini masih sering digunakan untuk menggambarkan gaya berpakaian seseorang setelah melalui masa sulit, terutama dalam konteks hubungan.

Gaun itu menjadi bukti titik balik dalam perjalanan hidup Putri Diana. Ia mulai menunjukkan kemandiriannya sebagai figur publik yang berpengaruh, aktif dalam kegiatan kemanusiaan, dan semakin dicintai masyarakat dunia.

Patung lilin bergaya elegan tersebut seakan menjadi simbol bahwa warisan Diana bukan hanya soal masa lalunya saja, tetapi juga tentang bagaimana ia menginspirasi jutaan orang untuk bangkit dengan anggun.

Natasia Reyna

Editor : Imron Arlado
#patung lilin #paris #putri diana #pangeran charles #revenge dress #museum grevin