Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

PLN Bangun PLTS Terapung 92 MW di Waduk Saguling: Langkah Penting Transisi Energi Bersih Indonesia

Imron Arlado • Senin, 24 November 2025 | 00:33 WIB

PLN Bangun PLTS Terapung 92 MW di Waduk Saguling
PLN Bangun PLTS Terapung 92 MW di Waduk Saguling

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – PLN telah memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung berkapasitas 92 MW di Waduk Saguling, Jawa Barat.

Proyek ini digadang sebagai salah satu instalasi surya terapung terbesar di Indonesia dan menjadi langkah penting dalam mempercepat peningkatan porsi energi terbarukan.

Selain menekan emisi karbon, kehadiran PLTS ini diharapkan mampu memperkokoh komitmen Indonesia dalam mencapai target net-zero emission pada 2060 atau bahkan lebih cepat.

Pemerintah menempatkan PLTS terapung Saguling sebagai bagian dari strategi memperluas produksi energi bersih tanpa harus menggunakan lahan produktif. Pemanfaatan area permukaan waduk diyakini mampu mengurangi penguapan air sekaligus mengoptimalkan ruang yang tidak mengganggu ekosistem daratan.

Dengan kapasitas 92 MW, pembangkit ini diproyeksikan dapat menyediakan pasokan listrik untuk ratusan ribu rumah tangga, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

PLN menargetkan pembangkit ini mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan setelah seluruh proses konstruksi, integrasi jaringan, dan pengujian teknis diselesaikan. Produksi energi dari PLTS Saguling diperkirakan mencapai ratusan gigawatt-jam per tahun dan akan langsung masuk ke sistem kelistrikan Jawa-Bali.

 

Baca Juga: Syiar di Sosial Media hingga Menjadi Idola Anak

 

Infrastruktur pendukung seperti penyimpanan energi dan penguatan jaringan juga tengah dipersiapkan agar suplai tetap stabil meskipun kondisi sinar matahari berubah-ubah.

Kendati menjanjikan, proyek ini tidak terlepas dari berbagai tantangan teknis dan finansial. Faktor cuaca, perubahan tinggi permukaan air waduk, serta kebutuhan sistem jangkar yang kokoh menjadi perhatian utama dalam proses pembangunan.

Dari sisi pembiayaan, volatilitas harga panel surya dan fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi total biaya. Namun, PLN menegaskan bahwa skema pendanaan telah disusun dengan mempertimbangkan risiko tersebut.

Proyek PLTS terapung Saguling juga menjadi pintu bagi peningkatan kerja sama dengan investor asing, terutama dari negara-negara yang memiliki pengalaman lebih maju dalam teknologi energi terbarukan.

Kolaborasi ini mencakup transfer teknologi, dukungan teknis, hingga pembiayaan berbasis energi bersih. Pemerintah menilai kemitraan internasional semacam ini penting untuk mempercepat adopsi teknologi sekaligus memperkuat ekosistem inovasi energi hijau di dalam negeri.

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar waduk, proyek ini membawa dampak beragam. Sebagian warga menilai pembangunan ini membuka peluang kerja dan memberikan dampak ekonomi selama masa konstruksi.

 

Baca Juga: Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko Dukung Pelestarian Cagar Budaya, Kembali Geber Pembebasan Lahan

 

Meski begitu, sejumlah pihak meminta pemerintah memastikan aktivitas perikanan, akses perairan, dan kondisi lingkungan waduk tidak terganggu. Kajian sosial dan lingkungan pun menjadi elemen penting yang terus dipantau.

Pembangunan PLTS terapung berkapasitas 92 MW di Waduk Saguling menjadi bukti konkret upaya Indonesia mempercepat transisi menuju energi bersih.

Dengan potensi pengurangan emisi, peningkatan bauran energi terbarukan, serta dukungan investor global, proyek ini diharapkan memberi kontribusi signifikan bagi sektor ketenagalistrikan nasional.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, komitmen pemerintah dan PLN menjadi fondasi kuat menuju masa depan energi rendah karbon. BINTANG PURNAMA.

Editor : Imron Arlado
#Net Zero Emision 2060 #plts #PLN (Persero) #Energi Terbarukan #emisi karbon