Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Keajaiban Flora Nusantara yang Terancam Punah, Mengungkap Keunikan Rafflesia Hasseltii

Imron Arlado • Senin, 24 November 2025 | 01:39 WIB
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia. Sumber Foto: Pinterest
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia.

Di antara beragam spesies tumbuhan yang menghuni hutan tropisnya, terdapat satu bunga yang sangat unik dan langka yakni Raflessia hasseltii.

Dikenal sebagai salah satu spesies Rafflesia endemik Sumatra, bunga ini menjadi simbol keajaiban flora Nusantara yang keindahannya semakin sulit dijumpai.

Rafflesia hasseltii merupakan anggota genus Rafflesia, kelompok bunga parasit raksasa yang terkenal tidak memiliki daun, batang, maupun akar sejati.

Spesies ini pertama kali ditemukan di Pulau Sumatra dan menjadi salah satu flora khas Indonesia.

Bunga ini tumbuh dengan cara menempel pada tumbuhan inang dari marga Tetrastigma, sejenis tanaman merambat dari keluarga anggur-angguran.

Berbeda dari bunga pada umumnya, Rafflesia hasseltii hanya terlihat di permukaan tanah ketika sedang mekar.

Sebagian besar fase hidupnya tersembunyi dalam jaringan inang, membuat keberadaannya sulit dilacak.

Rafflesia hasseltii memiliki ukuran bunga yang cukup besar, diameter rata-ratanya mencapai 30 hingga 50 cm.

Kelopaknya yang tebal, bercorak bintik-bintik putih keabu-abuan di atas warna merah bata menjadikannya mudah dibedakan dari spesies Rafflesia lainnya.

 

 

Salah satu keistimewaan Rafflesia hasseltii adalah sifatnya sebagai parasit sejati. Bunga tersebut tidak mampu berfotosintesis dan sepenuhnya bergantung pada tanaman inangnya untuk nutrisi.

Hal inilah yang membuat tanaman tersebut sulit dibudidayakan dan sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Bunga ini mengeluarkan aroma yang sering disebut menyerupai bau bangkai.

Meski terkesan tidak sedap bagi manusia, bau ini berfungsi penting yakni menarik serangga pemakan bangkai, seperti lalat, yang berperan sebagai penyerbuk alami.

Rafflesia hasseltii hanya mekar selama 5–7 hari. Setelah itu, bunganya akan layu dan membusuk. Waktu mekarnya juga sangat tidak terduga, sehingga membuat spesies ini semakin sulit diamati.

Walaupun tampak sederhana, keberadaan Rafflesia hasseltii memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.

Bunga ini menjadi penanda kesehatan hutan dan keberadaan tumbuhan inang. Jika habitat aslinya rusak, keberadaan Rafflesia pun akan ikut terancam.

Selain itu, bunga ini juga berperan dalam menjaga keanekaragaman hayati yang menjadi kekuatan utama ekosistem tropis Indonesia.

Pembukaan lahan untuk perkebunan, perambahan hutan, serta pembangunan infrastruktur menyebabkan habitat alami Rafflesia semakin menyempit.

 

 

Tanpa hutan yang terjaga, populasinya akan semakin berkurang. Karena bergantung sepenuhnya pada tanaman Tetrastigma, keberadaan bunga ini sangat bergantung pada kelestarian inangnya.

Jika tanaman inang hilang, maka mustahil bagi Rafflesia untuk tumbuh. Daya tarik keindahan dan keunikannya sering membuat Rafflesia menjadi sasaran kunjungan wisata.

Sayangnya, sebagian wisatawan tidak berhati-hati, sehingga banyak knop atau tunas bunga yang rusak sebelum sempat mekar.

Siklus hidup yang panjang, dari fase knop hingga mekar dapat memakan waktu hingga satu tahun yang menjadikan Rafflesia sangat rentan terhadap gangguan apa pun.

Untuk menjaga keberlangsungan Rafflesia hasseltii, berbagai upaya konservasi telah dilakukan oleh pemerintah, peneliti, hingga komunitas lokal, antara lain:

  1.       Pelestarian habitat hutan melalui penetapan kawasan konservasi dan taman nasional.
  2.       Pemetaan lokasi tumbuh untuk memonitor populasi.
  3.       Edukasi masyarakat lokal agar ikut menjaga dan tidak merusak tunas Rafflesia.
  4.       Pengembangan ekowisata berbasis konservasi, sehingga manfaat ekonomi dapat berjalan seiring pelestarian alam.

Raflessia hasseltii bukan hanya bunga langka yang cantik dan unik, tetapi juga simbol kekayaan hayati Nusantara yang harus dijaga.

 

 

Keberadaannya mencerminkan kesehatan ekosistem hutan tropis Indonesia. Namun, ancaman yang menghadang semakin nyata.

NIYA 

Editor : Imron Arlado
#bunga raksasa #parasit sejati #tanaman merambat #Rafflesia hasseltii #spesies Rafflesia endemik Sumatra #Flora Nusantara