Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Memahami Mother Issues, Ketika Pola Asuh Masa Kecil Berpengaruh hingga Dewasa

Imron Arlado • Jumat, 21 November 2025 | 23:24 WIB
Mother issues adalah sebuah pengalaman emosional seorang anak yang terbentuk dari hubungan dengan ibunya di masa kecil. Sumber foto: Google
Mother issues adalah sebuah pengalaman emosional seorang anak yang terbentuk dari hubungan dengan ibunya di masa kecil. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mother issues adalah sebuah istilah non-klinis yang menggambarkan pengalaman emosional seorang anak yang terbentuk dari hubungan dengan ibunya di masa kecil.

Istilah ini tidak termasuk dalam diagnosis resmi psikologi, namun menjadi cara mudah untuk menjelaskan secara ringkas tentang pola hubungan ibu dengan anak yang menimbulkan luka dan terbawa hingga dewasa.

Lahirnya konsep ini didorong oleh peran orang tua, terutama ibu, yang kerap kali dikaitkan dengan kehangatan, keamanan, dan kedekatan.

Sehingga jika terjadi gangguan atau kekurangan dalam hubungan tersebut akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan emosional seseorang.

Mother issues umumnya muncul dari pola asuh anak yang tidak stabil dan tidak konsisten.

Ketika seorang anak tumbuh dengan sosok ibu yang sulit hadir secara emosional, terlalu sibuk, atau terjebak situasi keluarga yang penuh konflik, menjadi faktor utama kebutuhan emosional anak menjadi tidak terpenuhi.

Selain faktor tersebut, ada pula kondisi di mana seorang ibu justru terlalu mengontrol anak, menetapkan standar tinggi, dan memberikan kasih sayang bersyarat yang juga menjadi faktor utama terjadinya kasus ini.

 

Baca Juga: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto,Susun RKP Desa, Canangkan 17 Program Prioritas Pembangunan

 

Kombinasi faktor-faktor tersebutlah yang kemudian menciptakan pengalaman yang akhirnya terbawa hingga dewasa.

Bentuk-bentuk mother issues biasanya dapat terlihat dari pola perilaku dan cara seseorang merespon sesuatu secara emosional.

Beberapa orang yang mengalami mother issues biasanya akan kesulitan mengekspresikan perasaannya karena sudah terbiasa memendam perasaannya sejak kecil.

Ada pula anak yang tumbuh dengan rasa rendah diri berlebihan seperti mudah merasa bersalah, terutama jika dulu sering dikritik atau dibandingkan.

Beberapa individu biasanya ada yang mengalami ketergantungan berlebih pada orang lain, dan sebagian lainnya ada juga yang justru menghindari suatu hubungan intens karena merasa tidak aman.

Bentuk-bentuk tersebut muncul berbeda-beda pada setiap orang, namun semuanya berakar pada dinamika emosional dengan figur ibu di masa lalu.

Dampak mother issues sendiri dapat dilihat melalui cara seseorang dalam membangun hubungan, memandang diri sendiri, dan berinteraksi dengan lingkungan.

Seseorang yang pernah merasa kurang dihargai atau diterima akan cenderung memiliki kepercayaan diri yang rapuh, mudah meragukan diri sendiri, dan selalu ragu untuk memulai karena takut membuat kesalahan.

Selain itu, kebutuhan atau keinginan untuk selalu di terima di ruang publik juga dapat memunculkan perilaku people pleasing.

Pola komunikasi yang ragu-ragu dan kesulitan memahami diri serta orang lain juga semakin memperjelas bagaimana pengalaman masa kecil dapat memberikan pengaruh yang sangat besar di kehidupan dewasa.

Sementara itu, tanda-tanda mother issues biasanya muncul dalam bentuk kebutuhan validasi yang lebih besar, rasa tidak aman dalam hubungan, dan rasa takut kehilangan yang berlebih.

Individu dengan mother issues bisa menjadi lebih sensitif terhadap kritik karena di dalam dirinya sudah tertanam perasaan bahwa dirinya tidak cukup baik.

 

Baca Juga: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Bakal Manfaatkan Jembatan Bailey

 

Rasa-ragu pada diri sendiri dan pola berpikir yang berlebihan seperti overthinking seringkali hadir sebagai hasil dari pola asuh masa kecil.

Beberapa orang menjadi sulit memercayai orang lain dan terlalu berhati-hati saat berinteraksi, namun sebagian lainnya ada juga yang justru selalu ingin menyenangkan orang lain agar tidak ditolak.

Proses mengatasi mother issues dapat dimulai dari proses memahami sumber ketakutan, reaksi, dan kebutuhan tertentu lainnya.

Kemudian dilanjutkan dengan proses menerima diri apa adanya, mengenali nilai pribadi, dan memberikan ruang pada kesalahan diri tanpa harus merasa gagal.

Selain itu, dukungan positif dan ruang aman untuk berbagai pengalaman juga turut berkontribusi penting dalam proses mengatasi mother issues ini.

Mother issues menjadi bagian dari pengalaman emosional yang sebenarnya banyak dialami namun sedikit yang menyadarinya.

Perjalanan seseorang untuk memperbaiki luka lama yang berakar dari mother issues mungkin tak selalu mudah, namun tiap langkah kecilnya pasti akan membawa seseorang ke hubungan dan jalan hidup yang lebih sehat.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#psikologi #ibu #pola asuh #Bentuk #anak #tanda #Emosional #mother issues #dampak #faktor utama #pengalaman #proses mengatasi