Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Erupsi Semeru, Begini Kondisi 187 Orang di Ranu Kumbolo

Imron Arlado • Jumat, 21 November 2025 | 06:16 WIB
Kondisi di Ranu Kumbolo Ketika Gunung Semeru Erupsi
Kondisi di Ranu Kumbolo Ketika Gunung Semeru Erupsi

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada hari Rabu, 19 November 2025. Letusan ini menyebabkan sebanyak 187 pendaki dan petugas sempat terjebak di area Ranu Kumbolo.

Meski situasinya cukup mengkhawatirkan, para pendaki dipastikan dalam keadaan aman dan proses evakuasi telah berjalan lancar.

Letusan Gunung Semeru terjadi mulai pukul 14.13 WIB hingga pukul 18.11 WIB. Letusan ini menghasilkan awan panas yang mengalir sejauh sekitar 14 kilometer ke arah selatan dan tenggara, tepatnya ke daerah Besuk Kobokan dan Gladak Perak.

Namun, daerah Ranu Kumbolo yang berada di sisi utara gunung terpantau aman dari dampak langsung erupsi tersebut.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan bahwa total ada 187 orang yang terjebak di Ranu Kumbolo sejak erupsi terjadi.

Jumlah ini terdiri dari 129 pendaki, 1 petugas, 2 relawan, 24 pendamping pendakian resmi (PPGST), 25 porter, serta 6 orang dari Kementerian Pariwisata dan berbagai tim pendukung lainnya.

Cuaca di Ranu Kumbolo saat itu hujan dan medan mulai gelap membuat jalur turun tidak aman untuk dilalui malam hari, pihak pengelola taman nasional bersama tim SAR dan relawan bekerja sama untuk mengamankan semua pendaki.

 

 

Rudijanta menegaskan bahwa lokasi Ranu Kumbolo aman dan tidak terdampak langsung dari awan panas guguran, karena arah lontaran material vulkanik mengarah ke selatan dan tenggara, sementara Ranu Kumbolo terletak di sebelah utara.

"Arah lontaran erupsi mengarah ke selatan dan tenggara sementara Ranu Kumbolo berada di sebelah Utara. Berdasarkan pengalaman yang ada kondisi ini membuat Ranu Kumbolo tidak terdampak oleh erupsi Gunung Semeru," ucapnya.

Proses penyelamatan dimulai pada Kamis pagi, 20 November 2025, sejak pukul 07.30 WIB dengan pendampingan ketat dari pemandu resmi dan petugas.

Hingga pukul 13.30 WIB, 66 pendaki sudah berhasil turun sampai Pos Ranu Pani, sedangkan rombongan terakhir masih berada di jalur antara pos 2 dan 3. Seluruh evakuasi berjalan lancar tanpa laporan cedera serius di antara para pendaki.

Tim SAR dari Kantor SAR Kelas A Surabaya, Basarnas, TNI, Polri, BPBD Lumajang, dan instansi terkait lainnya ikut membantu dalam proses pengungsian dan evakuasi.

Kerja sama antara berbagai pihak ini menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan para pendaki dan mencegah situasi memburuk.

Penutupan Jalur dan Dampak Erupsi

Setelah aktivitas Gunung Semeru meningkat dan erupsi terjadi, Balai Besar TNBTS secara resmi menutup semua jalur pendakian, termasuk akses ke Ranu Kumbolo, sejak Rabu sore.

Penutupan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan pendaki dan warga yang tinggal di sekitar area yang terkena dampak.

Selain 187 orang yang terjebak di Ranu Kumbolo, erupsi ini juga menyebabkan sekitar 1.156 orang mengungsi dari wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang, ke tempat-tempat pengungsian yang aman.

Beberapa orang mengalami luka ringan akibat terkena awan panas yang mengarah ke area Gladak Perak dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit setempat.

 

 

Ketinggian kolom letusan semeru mencapai sekitar 2.000 meter dan durasi erupsi berlangsung lebih dari 14 menit dengan amplitudo maksimal 45 mm.

Hingga Rabu malam, status Gunung Semeru masih berada di level 4 (Awas), sehingga seluruh aktivitas pendakian dihentikan sementara demi keselamatan.

(Rizma)

Editor : Imron Arlado
#gunung semeru #pendaki #tnbts #ranu pani #erupsi semeru #ranu kumbolo #evakuasi