KUTOREJO - Nahas dialami Herlia Eko Setya Efendy, 36. Tukang bangunan asal Desa Belik, Kecamatan Trawas, ini tewas tersengat listrik saat memperbaiki talang gedung PT. Okamoto Indonesia, Rabu (19/11) siang.
Insiden di area pabrik selotip di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, ini terjadi sekitar pukul 11.00. Ketika itu, Eko tengah mendandani talang lantai dua gedung pabrik.
Awalnya, ia membongkar bagian atap tanpa hambatan. Petaka bermula saat talang yang seng yang Eko bongkar menyenggol kabel listrik bertegangan tinggi di sekitar lokasi.
"Mungkin karena tidak tahu kalau talang yang dilepas itu menyenggol kabel listrik, akhirnya kesetrum," ungkap Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Akhmad Yani, Rabu (19/11).
Tingginya tegangan listrik membuat nyawa Eko melayang seketika itu juga. Sebagian pakaian yang dikenakannya pun tampak gosong terbakar. Sementara jasadnya tergeletak di lantai dua.
"Karena sengatan listrik itu korban meninggal dunia di tempat," sebutnya. Evakuasi jasad Eko di lantai dua yang melibatkan pihak pabrik dan Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto berlangsung dramatis. Listrik di area pabrik terpaksa dipadamkan sementara selama proses evakuasi berlangsung.
Satu forklift dikerahkan untuk menurunkan tubuh Eko dari ketinggian sekitar 5 meter. Setelah diturunkan dengan hati-hati, jasad tukang banguman ini kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Sumberglagah Pacet untuk divisum. Insiden ini juga ditangani kepolisian.
"Sekitar pukul 11.30 korban berhasil dievakuasi dari atap lantai dua dan langsung dibawa ke rumah sakit," jelas Yani. (vad)
Editor : Imron Arlado