JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Lagu “ Nina ” ciptaan .Feast menyuguhkan cerita yang menyentuh tentang hubungan seorang ayah dengan anaknya seperti hubungan yang dibangun di atas pengorbanan, jarak, dan cinta yang tidak pernah putus.
Meski tidak secara eksplisit menyebutkan latar keluarga dalam liriknya, lagu ini menghadirkan sudut pandang seorang ayah yang harus berjuang jauh dari rumah demi masa depan anaknya.
Suasana penuh kerinduan terasa sejak awal, ketika ia menggambarkan rutinitas meninggalkan anak yang sedang tertidur namun tetap berusaha hadir setiap kali sang anak terjaga.
Inti dari lagu ini terletak pada pengorbanan yang sunyi. Sang ayah bekerja keras, berpindah kota, bahkan melewati hari-hari yang melelahkan, tetapi tetap menyempatkan diri untuk membawakan hadiah kecil atau sekadar bermain sejenak.
Terdapat rasa bersalah yang diselipkan secara halus dan rasa bahwa ia tidak selalu bisa berada di samping sang anak, namun ia tetap percaya bahwa setiap langkahnya dilakukan demi kebaikan keluarga.
Penggambaran ini mencerminkan realitas banyak orang tua yang harus berpisah demi mencari nafkah. Lagu ini juga menunjukkan harapan besar seorang ayah kepada anaknya.
Ia ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, menemukan panggilan hidupnya sendiri, dan menjadi versi terbaik dari diri mereka. Pesan seperti ini bukan sekadar nasihat seorang tua, tetapi doa yang lahir dari perjalanan panjang dan pengalaman hidup yang pahit.
Baca Juga: Inovasi TUMBAS dan POSKETANMU Pemkab Mojokerto Raih Penghargaan
Ia tahu dunia penuh tantangan dan rasa sakit, namun percaya bahwa kekuatan anaknya akan jauh melampaui dirinya. Bagian lain yang menguatkan makna lagu ini adalah perenungan tentang waktu.
Sang ayah menyadari bahwa anaknya akan dewasa dan ia sendiri akan menua. Ada penerimaan yang tenang bahwa hidup tidak selalu adil, bahwa perpisahan bisa datang kapan saja.
Namun, ia menegaskan bahwa cinta mereka tidak akan berubah, bahkan jika suatu hari ia pergi lebih dulu. Sentuhan ini memberi dimensi emosional yang mendalam dan mengingatkan pendengar bahwa hidup penuh ketidakpastian, tetapi kasih sayang tidak terikat oleh waktu.
Meski menghadirkan kisah penuh luka dan penyesalan, lagu “Nina” juga memancarkan kehangatan. Ada ajakan bagi sang anak untuk tertawa sebanyak mungkin, menikmati masa kecil, dan tidak menahan kebahagiaan.
Sang ayah memahami bahwa masa depan mungkin membawa rasa sakit, namun ia ingin anaknya tumbuh dengan hati yang lapang dan jiwa yang siap menghadapi dunia.
Secara keseluruhan, “Nina” bukan sekadar lagu tentang hubungan ayah dan anak, tetapi sebuah potret tentang bagaimana cinta sering diekspresikan lewat tindakan kecil, pengorbanan diam-diam, dan janji untuk selalu melindungi.
.Feast berhasil merangkai emosi yang kompleks menjadi kisah yang dekat dengan kehidupan banyak orang seperti kisah tentang cinta keluarga yang sederhana, tulus, dan abadi. AILEEN
Editor : Imron Arlado