Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

BMKG Ingatkan Puncak Musim Hujan Mulai November, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat di Sejumlah Daerah

Imron Arlado • Minggu, 16 November 2025 | 20:55 WIB

Puncak Musim Hujan di Bulan November2025 - Februari 2026
Puncak Musim Hujan di Bulan November2025 - Februari 2026

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menjelang akhir tahun, BMKG kembali mengingatkan bahwa puncak musim hujan diproyeksikan terjadi pada periode November 2025 hingga Februari 2026.

Curah hujan yang diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya meningkatkan potensi terjadinya banjir, longsor, hingga genangan di berbagai wilayah rawan. Untuk itu, pemerintah daerah dan masyarakat diminta memperkuat langkah mitigasi sejak dini agar dampak yang mungkin muncul dapat diminimalkan.

BMKG melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa, Sumatra, Kalimantan, serta sebagian Sulawesi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas mulai dari sedang hingga sangat lebat.

Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penguatan monsun Asia, naiknya suhu permukaan laut yang meningkatkan pembentukan uap air, serta dinamika atmosfer seperti Madden–Julian Oscillation (MJO) yang mendorong pembentukan awan hujan dalam cakupan yang lebih luas dan intens.

 

Baca Juga: Pameran Nasional Ramaikan Jambore #2 Minitrek Minion

 

Di Jawa Timur, beberapa daerah seperti Malang, Lumajang, Trenggalek, dan Pacitan masuk dalam kategori waspada karena karakteristik tanahnya yang mudah labil saat diguyur hujan berintensitas tinggi.

Sementara itu, wilayah pesisir utara Jawa serta sejumlah titik di kawasan Jakarta–Bogor–Depok–Tangerang–Bekasi (Jabodetabek) diperkirakan menghadapi genangan yang semakin meluas, dipengaruhi oleh curah hujan lebat yang bertepatan dengan sistem drainase yang masih belum berfungsi optimal.

BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat langkah kesiapsiagaan, mulai dari memastikan saluran air berfungsi dengan baik, memantau kondisi daerah aliran sungai, hingga menyiapkan titik evakuasi apabila situasi darurat terjadi.

Sementara itu, masyarakat juga diimbau untuk terus mengikuti informasi peringatan dini cuaca dan menghindari aktivitas di area rawan banjir bandang maupun tebing yang rentan longsor saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

 

Baca Juga: Desa Balongmojo, Kecamatan Puri Gencarkan Aksi PSN, Antisipasi Serangan Demam Berdarah

 

Selain itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi angin kencang serta insiden pohon tumbang yang kerap muncul selama puncak musim hujan.

Sinergi antarinstansi—mulai dari BPBD, dinas pekerjaan umum, hingga aparat desa—diharapkan dapat berjalan lebih optimal agar berbagai dampak yang mungkin terjadi dapat ditekan semaksimal mungkin.

Dengan puncak musim hujan yang masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, BMKG menegaskan bahwa langkah antisipatif menjadi kunci untuk menekan risiko bencana dan menjaga keselamatan masyarakat.

Jika semua pihak meningkatkan kesiapan sejak dini, dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan sehingga aktivitas warga tetap bisa berjalan dengan lebih aman dan terkendali. BINTANG PURNAMA.

Editor : Imron Arlado
#musim hujan #MJO #BMKG #Jawa Timur #jabodetabek