Gerak jalan bernilai sejarah tinggi ini menempuh jarak sekitar 55 kilometer, dimulai dari Lapangan Surodinawan, Kota Mojokerto, dan berakhir di Tugu Pahlawan, Surabaya.
Kepala Dispora Jatim, M. Hadi Wawan Guntoro menyampaikan, event ini digelar secara terbuka bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. ’’Event Gerak Jalan Perjuangan tahun ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Jawa Timur secara gratis,’’ ujar Hadi Wawan.
Event GMS 2025 menghadirkan konsep baru yang lebih interaktif. Yakni dengan menghadirkan lima zona perjalanan waktu, yang menggambarkan perjalanan sejarah Jawa Timur dari masa lampau hingga masa depan.
Meliputi, Era Majapahit, menggambarkan kejayaan peradaban Nusantara; Masa Pra-Kemerdekaan, menumbuhkan semangat perjuangan melawan penjajahan; Episentrum Kemerdekaan, merefleksikan semangat 10 November 1945; Pasca Kemerdekaan dan Era Pembangunan 1980-an, simbol kebangkitan ekonomi dan sosial; Jawa Timur Kini dan Masa Depan, menampilkan visi Gerbang Baru Nusantara.
’’Setiap zona akan menyuguhkan atraksi budaya, panggung rakyat, serta pelibatan UMKM dan relawan. Peserta tidak hanya berjalan, tetapi juga menikmati perjalanan edukatif dan inspiratif tentang sejarah Jawa Timur,’’ tutur Hadi.
Rute GMS 2025 melintasi sejumlah titik penting seperti Krian, Sepanjang, hingga Jalan Mastrip Surabaya, sebelum berakhir di Tugu Pahlawan. Itu ditargetkan dengan total peserta mencapai 5.000 hingga 8.000 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar provinsi.
Untuk mendukung kelancaran teknis, Dispora Jatim bekerja sama dengan Dinas Kominfo Jatim dalam penyediaan sistem pendaftaran online serta bandwidth tambahan guna mengantisipasi lonjakan pendaftar.
Di sisi lain, Dispora Jatim juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) untuk menyiapkan langkah mitigasi apabila terdapat peserta yang mengalami masalah kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Sebagai bagian dari inovasi, GMS 2025 akan menerapkan sistem pelacakan berbasis GPS untuk memantau posisi peserta secara real-time dan memastikan penilaian yang objektif.
’’Kami ingin kegiatan ini semakin modern tanpa menghilangkan nilai historisnya. Penggunaan teknologi membantu meningkatkan transparansi, keamanan, dan kenyamanan peserta,’’ jelas Hadi.
Acara ini juga bakal dimeriahkan beragam sponsor, relawan, maupun pelaku UMKM di sepanjang rute. Panggung hiburan dan bazar rakyat pun telah disiapkan di berbagai titik untuk menyemarakkan suasana. ’’Mari kita sukseskan Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya 2025 ini. Ikuti, dukung, dan kabarkan semangat perjuangan ini agar terus hidup di hati masyarakat Jawa Timur,’’ pungkas Hadi Wawan. (oce/fen/adv)
Editor : Fendy Hermansyah