JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pulau Bali tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya yang memikat, tetapi juga karena kekayaan budayanya yang penuh makna spiritual.
Salah satu tradisi yang menunjukkan kedalaman nilai religius masyarakat Bali adalah Ngaben Laut, sebuah upacara pembakaran jenazah yang dilakukan di tengah laut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada arwah yang telah meninggal dunia.
Tradisi ini merupakan salah satu variasi dari upacara Ngaben, yang menjadi bagian penting dalam ajaran Hindu di Bali. Berbeda dari Ngaben yang biasanya dilakukan di darat, Ngaben Laut memiliki makna khusus.
Upacara ini dilaksanakan bagi mereka yang semasa hidupnya memiliki hubungan erat dengan laut, seperti nelayan, pelaut, atau orang yang meninggal di laut.
Dalam kepercayaan masyarakat Bali, laut dianggap sebagai tempat penyucian dan pelepasan roh agar kembali ke asalnya dengan tenang. Oleh karena itu, pelaksanaan Ngaben di laut diyakini dapat membantu mempercepat proses penyatuan roh dengan Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.
Proses pelaksanaan Ngaben Laut diawali dengan serangkaian persiapan yang sangat sakral. Keluarga dan masyarakat adat bersama-sama membuat bade (menara jenazah) dan lembu (wadah pembakaran berbentuk sapi atau binatang suci lainnya).
Jenazah atau abu yang telah disucikan kemudian dibawa menuju pantai dengan iringan gamelan dan doa-doa suci. Setelah dilakukan upacara persembahan, bade dan lembu tersebut dibawa ke tengah laut dengan perahu.
Baca Juga: DLH dan Polisi Usut Kasus Dumping Limbah B3
Di sanalah proses pembakaran dilakukan, diiringi mantra suci dan taburan bunga sebagai simbol pelepasan arwah menuju alam keabadian. Upacara ini bukan hanya sekadar prosesi keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian terakhir keluarga kepada orang yang telah meninggal.
Masyarakat Bali meyakini bahwa dengan melaksanakan Ngaben Laut, mereka membantu arwah untuk mencapai moksa, yaitu kebebasan dari siklus kelahiran dan kematian.
Selain itu, prosesi ini juga menggambarkan nilai gotong royong dan rasa kebersamaan yang kuat di antara warga desa adat. Semua anggota masyarakat berpartisipasi dengan penuh rasa hormat, mulai dari mempersiapkan perlengkapan hingga mengiringi upacara.
Selain nilai spiritualnya yang mendalam, Ngaben Laut juga memiliki nilai budaya dan sosial yang tinggi. Tradisi ini menjadi simbol harmonisasi antara manusia dan alam.
Laut, yang dianggap sebagai sumber kehidupan, juga menjadi tempat penyucian akhir bagi jiwa yang telah pergi. Dengan demikian, tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghormati setiap unsur kehidupan.
Melalui Ngaben Laut, masyarakat Bali menunjukkan bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari perjalanan menuju alam yang lebih tinggi.
Baca Juga: Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi Jadikan Taman Sekumpul Mojo Ruang Edukasi lewat Gertambusur
Upacara ini menjadi refleksi dari pandangan hidup masyarakat Bali yang sarat akan filosofi dan makna spiritual, serta menjadi warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. AILEEN
Editor : Imron Arlado