Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lagu-Lagu Band Perunggu Jadi Representasi dan Cermin Kedewasaan Emosional Anak Muda Zaman Sekarang

Imron Arlado • Selasa, 11 November 2025 | 04:14 WIB
Band Perunggu yang tengah digandrungi anak anak muda
Band Perunggu yang tengah digandrungi anak anak muda

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah derasnya tren musik pop dengan lirik ringan dan nada yang mudah viral di media sosial, Perunggu hadir sebagai wajah baru dalam bermusik di industri musik Indonesia. Perunggu merupakan band rock alternatif asal Jakarta yang beranggotakan Maul Ibrahim (vokal dan gitar), Adam Adenan (bass, piano, keyboard), dan Ildo Hasman (drum).

Band ini tercipta di tahun 2019, yang terbentuk dari rutinitas latihan bermusik bersama sepulang kantor, mereka kemudian memutuskan untuk menggarap dan menjalankan karir musik secara serius di tengah kesibukan merrka sebagai pekerja kantoran. Perunggu berhasil memikat hati para pecinta musik terutama kawula muda, bukan karena sensasi, tetapi lewat kejujuran dan kedalaman makna dalam setiap lirik lagu mereka.

Lirik-lirik dari lagu mereka kerap berbicara tentang perjalanan hidup, perasaan kehilangan, pencarian jati diri, hingga proses menjadi dewasa. Dalam lagu-lagu seperti Ini Abadi, Biang Lara, Pikiran yang Matang, sampai 33x menggambarkan perasaan manusia dengan jujur, tanpa drama, tanpa kemewahan kata. Kesederhanaan inilah yang membuat lagu-lagu Perunggu terasa dekat dan relate bagi banyak orang, terutama generasi muda yang sedang mencari jati dirinya serta berjuang memahami dirinya sendiri.

 

 

Jika dahulu banyak yang mecari lagu untuk bersenang-senang, kini semakin banyak yang menemukan ketenangan dan refleksi diri melalui musik yang jujur. Fenomena ini mencerminkan perubahan selera musik anak muda zaman sekarang. Dengan hal itu, Perunggu hadir di tengah ruang itu, membawakan nuansa yang melankolis tetapi juga mengajarkan penerimaan dan kedewasaan emosional.

Dalam salah satu lagunya yang berjudul Pikiran yang Matang, Perunggu menyelipkan refleksi tentang fase hidup yang tidak mudah untuk dijelaskan melalui kata-kata. Potongan lirik seperti “Yang dulu tak kupahami, kini mulai berarti” menggambarkan perjalanan batin yang dialami anak muda zaman sekarang. Proses memahami hidup, menerima luka, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.

 

 

Tanpa promosi yang berlebihan atau pencitraan yang glamor, Perunggu berhasil membangun reputasinya lewat karya yang autentik. Lagu-lagu mereka bukan hanya untuk di dengar, tetapi juga untuk dirasakan. Dalam setiap nadanya, tersimpan cerita tentang pertumbuhan, kehilangan, dan keberanian untuk terus berjalan, seberat apapun beban hidup yang sedang dirasa.

Perunggu berhasil menjadi bukti bahwa di tengah kebisingan digital, masih ada ruang bagi musik yang berbicara jujur dengan hati. Dan bagi banyak anak muda, karya mereka bukan hanya sekedar lagu, melainkan sudah menjadi teman perjalanan menuju kedewasaan.

Natasia Reyna

Editor : Imron Arlado
#anak muda #ini abadi #band #perunggu #33x #musik