JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kabar baik kembali menyapa keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Menjelang akhir tahun 2025, pemerintah memastikan penyaluran beragam program bantuan sosial (bansos) tetap berjalan demi menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
Salah satu bansos yang mendapat perhatian besar adalah BLT Kesra. Bantuan ini diberikan sebesar Rp900.000 kepada setiap KPM sebagai akumulasi bantuan senilai Rp300.000 per bulan untuk Oktober, November, dan Desember.
Dana tersebut disalurkan sekaligus dalam satu tahap agar keluarga dapat mengatur kebutuhan menjelang akhir tahun, termasuk kebutuhan pangan hingga persiapan menghadapi musim liburan.
Baca Juga: Hakim Tipikor Singgung Praktik Pinjam Bendera Kapal TBM, Ahli LKPP: Itu Bentuk Persekongkolan
Selain itu, PKH dan BPNT juga memasuki tahap pencairan keempat. PKH tetap menyasar keluarga rentan dengan kategori prioritas, seperti ibu hamil, balita, lansia, penyandang disabilitas, serta pelajar.
Sementara BPNT diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang digunakan untuk membeli bahan pangan pokok di e-warong atau mitra resmi pemerintah.
Penerima program keluarga harapan (PKH) akan didorong menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menyampaikan setidaknya ada sekitar 20 juta keluarga penerima PKH yang akan menjadi anggota koperasi.
Baca Juga: Tiga Ahli Sebut Bangunan Kapal TBM Kota Mojokerto Tak Layak Dilanjutkan
"Tadi informasi dari Pak Sesmenkop, akan segera diintegrasikan dengan data di Kemensos. Kita akan mendorong penerima PKH yang jumlahnya kurang lebih 20 juta. Nanti kita akan dorong seluruhnya menjadi anggota Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih," ujar Farida kepada awak media, di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).
Ia menerangkan pihaknya juga secara aktif melakukan pendekatan edukatif dan sosialisasi kepada masyarakat.
Farida menegaskan bahwa langkah tersebut bukan semata menyalurkan bantuan, tetapi membangun sistem ekonomi berbasis komunitas.
Menurutnya, koperasi berperan penting sebagai wadah pemberdayaan ekonomi rakyat, terutama dalam membuka akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, hingga pemasaran produk UMKM.
Baca Juga: Dituntut 6 Bulan, Kades Bening Minta Keringanan
“Hari ini, koperasi sangat vital sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Presiden Prabowo menekankan bahwa koperasi akan menjadi lokomotif ekonomi yang terus dikembangkan di Indonesia,” ujarnya di Jakarta Selatan.
Tri Yulia Setyoningrum
Editor : Imron Arlado