JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di dunia yang sering menggambarkan kisah cinta sempurna, hubungan Gita Savitri dan Paul Partohap justru menghadirkan cinta yang nyata dan membumi.
Keduanya dikenal memiliki pandangan hidup yang berbeda, baik dalam hal keyakinan, cara berfikir, maupun gaya hidup. Meskipun begitu, mereka mampu saling menghargai dan tumbuh bersama tanpa harus menyamakan segalanya. Pasangan ini menunjukkan bahwa cinta bukan soal kesamaan, melainkan kemampuan untuk bertumbuh di tengah perbedaan.
Gita Savitri Devi, atau yang kerap disapa dengan nama Gitasav, merupakan konten kreator, serta penulis buku berjudul Rentang Kisah yang terbit di tahun 2017.
Ia merupakan alumni Kimia Universitas Free Berlin yang kini juga sedang bekerja di perusahaan skincare di Jerman. Ia dikenal lewat pemikirannya yang kritis serta konten edukatif di media sosialnya. Gita juga kerap mengajak sang kekasih, Paul Andre Partohap, yang kini telah menjadi suaminya.
Paul juga menempuh pendidikan di universitas yang sama dengan Gita, dengan mengambil jurusan kedokteran. Mereka menjalin asmara di tahun 2012. Hubungan mereka awalnya merupakan hubungan asmara dengan perbedaan agama. Hingga akhirnya Paul memutuskan untuk pindah agama, dan hubungan keduanya pun semakin terlihat harmonis.
Kini, mereka memilih untuk menetap di Jerman, mereka kerap membagikan momen momen dan keseharian mereka lewat vlog yang di unggah di YouTube pribadi milik gitasav, seperti saat quarantine covid di tahun 2020, momen lebaran, momen saat mereka berlibur, dan masih banyak lagi.
Paul yang juga seorang musisi mengawali karirnya sebagai penyanyi dengan meluncurkan sebuah single berjudul Seandainya dengan nama Paul & Gita yang dirilis pada tahun 2017 silam.
Kini ia lebih menekuni dunia musik dan berhasil meluncurkan lagu-lagu romantis yang banyak disukai warganet, seperti Vitamin U, Thank You 4 Loving Me, Candyrella dan masih banyak lagi.
Ia mengatakan bahwa sebagian lagunya diciptakan untuk sang istri, kini Paul harus bolak balik Indonesia-Jerman untuk promosi lagu lagunya. Lewat musiknya, Paul dikenal membawa pesan kejujuran emosional dan kehangatan dalam hubungan.
Di tengah perbedaan mereka, baik dalam urusan kepercayaan maupun cara pandang, Gita dan Paul berhasil membangun fondasi hubungan yang berakar pada komunikasi, keterbukaan, serta rasa saling menghormati.
Mereka menjadi contoh bahwa cinta bisa bertahan bukan karena kesamaan, melainkan karena adanya ruang untuk memahami dan mau untuk bertumbuh bersama.
Meskipun dari latar belakang dan memiliki kesibukan yang berbeda, kisah cinta Gita dan Paul terasa menenangkan, seolah menegaskan bahwa cinta yang matang tumbuh dari kejujuran, rasa hormat, dan pilihan untuk terus bertahan.
Mereka berhasil membuktikan, bahwa terkadang yang membuat cinta bertahan bukanlah kesamaan, melainkan keberanian untuk menerima perbedaan dengan sepenuh hati.
Natasia Reyna
Editor : Imron Arlado