Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lebih dari Sekadar Drama, Gangnam B-Side sebagai Cermin Kesenjangan Sosial Modern

Imron Arlado • Senin, 3 November 2025 | 22:49 WIB
Drama Korea selama ini dikenal karena kemampuannya memadukan kisah emosional dengan isu-isu sosial yang relevan. Sumber Foto: Google
Drama Korea selama ini dikenal karena kemampuannya memadukan kisah emosional dengan isu-isu sosial yang relevan. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Drama Korea selama ini dikenal karena kemampuannya memadukan kisah emosional dengan isu-isu sosial yang relevan.

Salah satu drama terbaru yang berhasil mencuri perhatian penonton adalah Gangnam B-Side.

Di balik cerita yang tampak glamor dan kehidupan kaum muda di tengah kemewahan kota Seoul.

Drama ini menyajikan pesan sosial yang dalam tentang ketimpangan, tekanan hidup, dan identitas diri di masyarakat modern.

Gangnam merupakan kawasan elite di Seoul, selama ini identik dengan kemewahan, status sosial tinggi, dan gaya hidup konsumtif.

Kawasan ini bahkan menjadi ikon global setelah lagu “Gangnam Style” meledak di seluruh dunia pada tahun 2012.

Namun, Gangnam B-Side mengajak penonton untuk melihat sisi lain dari tempat yang selama ini hanya dipandang melalui kilauan lampu kota dan apartemen mewah.

 

Baca Juga: Seni Menolak Tanpa Merasa Bersalah, Kunci Menjaga Keseimbangan Diri di Tengah Tuntutan Dunia

 

Melalui tokoh-tokohnya, drama ini menampilkan dua dunia yang bertolak belakang. Mereka yang hidup di puncak piramida sosial dan mereka yang berjuang di bawah bayang-bayang kemewahan.

Alih-alih menampilkan kisah cinta glamor seperti kebanyakan drama Korea berlatar Gangnam, Gangnam B-Side justru menceritakan realita pahit tentang bagaimana status sosial dapat membatasi kesempatan seseorang untuk bermimpi dan bertumbuh.

Tema utama yang diangkat oleh Gangnam B-Side adalah kesenjangan sosial, isu yang semakin menonjol di Korea Selatan, terutama di kawasan metropolitan seperti Seoul.

Banyak warga muda yang merasa terjebak dalam sistem yang tidak adil, di mana kesuksesan tampak hanya bisa dicapai oleh mereka yang lahir di keluarga berada.

Melalui jalan ceritanya, drama ini menggambarkan bagaimana karakter-karakter yang berasal dari latar belakang berbeda menghadapi tantangan hidup mereka.

Tokoh dari keluarga kaya menikmati fasilitas terbaik, pendidikan unggulan, dan jaringan sosial yang kuat, sementara mereka yang berasal dari kelas bawah harus berjuang keras untuk sekadar bertahan.

Konflik yang muncul bukan hanya soal uang, tetapi juga menyangkut harga diri, eksistensi, dan pencarian makna hidup.

Salah satu kekuatan Gangnam B-Side adalah pendekatannya yang realistis. Drama ini tidak berusaha menutupi kenyataan pahit dengan akhir bahagia yang dipaksakan.

Sebaliknya, penonton dibuat menyadari bahwa di balik setiap pencapaian ada harga yang harus dibayar dan tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk membayar harga tersebut.

 

Baca Juga: Tumbuhkan Skill Komunikasi Siswa lewat Praktik Speaking

 

Visual drama ini juga mendukung pesan sosialnya dengan sangat baik. Kontras antara gedung pencakar langit yang berkilau dan gang-gang sempit di pinggiran Seoul menjadi simbol visual yang kuat.

Sutradara menggunakan pencahayaan dan tone warna yang berbeda untuk membedakan dunia atas dan bawah, seolah menegaskan bahwa dua dunia ini memang berjalan beriringan tapi jarang bersinggungan.

Selain soal kesenjangan sosial, Gangnam B-Side juga menyinggung budaya materialisme yang semakin kuat di masyarakat Korea modern.

Banyak karakter dalam drama ini mengejar pengakuan sosial melalui penampilan, pekerjaan bergengsi, dan barang mewah. Namun, dibalik semua itu, mereka sering merasa hampa dan kehilangan jati diri.

Drama ini seakan ingin berkata bahwa kemewahan tidak selalu membawa kebahagiaan, dan bahwa status sosial yang tinggi tidak menjamin kehidupan yang bermakna.

Dalam konteks global, pesan ini juga relevan bagi banyak masyarakat urban yang terjebak dalam budaya kompetisi dan penilaian berdasarkan pencapaian material.

Tidak bisa dipungkiri, Gangnam B-Side memiliki daya tarik kuat bagi penonton muda. Karakter-karakternya merepresentasikan kegelisahan generasi sekarang tentang tekanan hidup, ketidaksetaraan peluang, dan pencarian makna di tengah dunia yang serba cepat.

Bagi sebagian orang, drama ini menjadi bentuk validasi bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi realitas sosial yang penuh tekanan.

Sementara bagi yang lain, drama ini menjadi pengingat bahwa di balik kenyamanan yang mereka nikmati, ada banyak orang yang harus berjuang tanpa henti untuk mencapai hal yang sama.

Gangnam B-Side membuktikan bahwa drama Korea bisa lebih dari sekadar hiburan romantis. Hal itu berfungsi sebagai cermin sosial, yang memantulkan kenyataan keras dari masyarakat modern.

Lewat kisah yang emosional namun realistis, drama ini berhasil menyoroti tema universal. Mulai dari  ketimpangan, pencarian jati diri, dan perjuangan untuk hidup bermartabat di dunia yang tidak selalu adil.

 

Baca Juga: Terapkan Pendekatan Deep Learning dan Tumbuhkan Karakter Siswa

 

Drama ini juga mengajak penontonnya untuk merenungkan ulang arti kesuksesan. Bahwa mungkin, sukses sejati bukanlah soal posisi sosial atau harta benda.

Melainkan tentang kemampuan seseorang untuk tetap menjadi manusia di tengah dunia yang sering kali kehilangan empati.

Berikut adalah beberapa nama pemeran utama dari drama Gangnam B‑Side:

  1.       Ji Chang Wook sebagai Yoon Gil-ho.

Seorang broker misterius yang memiliki peran besar dalam dunia malam di Gangnam.

  1.       Kim Hyung Seo (BIBI) sebagai Kim Jae Hee.

Wanita muda yang memiliki hubungan dengan dunia klub malam dan kasus hilangnya seseorang di Gangnam.

  1.       Jo Woo Jin sebagai Kang Dong-woo.

Seorang detektif yang sebelumnya turun jabatan dan kemudian kembali terlibat dalam kasus besar di kawasan Gangnam.

  1.       Ha Yoon Kyung sebagai Min Seo-jin

Seorang jaksa muda ambisius tanpa koneksi besar yang mencoba meningkatkan karirnya.

Gangnam B-Side bukan hanya sekedar drama Korea kentang kehidupan mewah di Seoul, melainkan juga potret jujur mengenai jurang sosial yang masih lebar di antara warganya. 

Dengan naskah yang kuat, akting yang emosional, serta pesan moral yang mengunggah, drama ini mengingatkan kita bahwa setiap gemerlap kota selalu memiliki sisi gelap yang tidak terlihat. NIYA 

 

Editor : Imron Arlado
#Jo Woo Jin #kesenjangan sosial #ji chang wook #drama korea #Ha Yoon Kyung #kim hyung-seo #Gangnam B Side #korea selatan