Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fenomena Hujan Es Guyur Tangerang dan Sekitarnya, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Imron Arlado • Sabtu, 1 November 2025 | 04:52 WIB
Fenomena Hujan Es Guyur Tangerang dan Sekitarnya, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem (sumber foto: Pinterest)
Fenomena Hujan Es Guyur Tangerang dan Sekitarnya, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem (sumber foto: Pinterest)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Fenomena hujan es kembali melanda wilayah Tangerang dan sekitarnya pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II melaporkan bahwa hujan es terjadi di sebagian wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang hingga Tangerang Selatan.

Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, menyatakan bahwa hujan es ini dipicu oleh nilai Dipole Mode Indeks (DMI) negatif yang memberikan pengaruh terhadap peningkatan curah hujan, khususnya di wilayah Banten yang saat ini sudah memasuki musim hujan.

 

 

Fenomena ini sudah terjadi beberapa kali sejak awal bulan Oktober 2025, terutama di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, dan Tangerang Selatan.

Meski terjadi dalam rentang waktu yang cukup singkat, hujan es ini merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang biasanya muncul pada musim peralihan dan musim penghujan.

Hujan es terjadi akibat awan cumulonimbus awan hitam menjulang tinggi yang terbentuk karena pengangkatan massa udara ke atas dengan arus udara naik dan turun yang sangat kuat di dalamnya.

Dinamika udara ini menyebabkan tetesan air dalam awan berubah menjadi butiran es yang turun bersamaan dengan air hujan.

 

 

Selain pengaruh DMI negatif, faktor lain yang menyebabkan hujan es adalah suhu muka laut di sekitar wilayah Banten yang hangat.

Suhu hangat ini meningkatkan penguapan dan kelembapan udara, yang kemudian didukung oleh aktivitas atmosfer seperti gelombang frekuensi rendah dan labilitas udara yang kuat, sehingga memicu pembentukan awan hujan lebih intensif.

Fenomena hujan es ini sering kali disertai dengan cuaca ekstrem, seperti hujan deras, petir, dan angin kencang yang juga terjadi di wilayah Tangerang dan Tangsel.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologis seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga hujan es.

 

 

Tidak hanya di Tangerang, laporan hujan es juga datang dari beberapa wilayah lain di Indonesia, seperti Klaten, Jember, dan Mojokerto, yang disertai dengan angin kencang dan menyebabkan kerusakan serta luka-luka ringan pada warga.

Dengan musim penghujan yang sudah dimulai di banyak wilayah, BMKG menegaskan peringatan dini cuaca ekstrem ini akan berlanjut hingga awal November 2025.

Masyarakat diimbau selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mengantisipasi potensi risiko akibat hujan lebat, petir, angin kencang, dan hujan es demi menjaga keselamatan dan mengurangi dampak bencana.

Devi/Linda

 

Editor : Imron Arlado
#musim #fenomena #hujan es #BMKG #cuaca ekstrem