Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sang Ratu Malam yang Mempesona, Bunga Wijaya Kusuma Menjadi Simbol Kesucian dan Keberuntungan dalam Tradisi Jawa

Imron Arlado • Rabu, 29 Oktober 2025 | 00:01 WIB
Dalam kekayaan  budaya Jawa yang kaya akan simbolisme dan makna spiritual. Sumber Foto: Pinterest
Dalam kekayaan budaya Jawa yang kaya akan simbolisme dan makna spiritual. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dalam budaya Jawa yang kaya akan simbolisme dan makna spiritual, bunga Wijaya Kusuma menempati posisi yang istimewa.

Bunga ini tidak hanya dikenal karena keindahannya yang lembut dan cara mekarnya yang unik, tetapi juga karena kisah mistis dan nilai filosofi yang melekat padanya.

Dalam berbagai kepercayaan masyarakat Jawa, Wijaya Kusuma dianggap sebagai bunga suci yang membawa kesucian, kehormatan, dan keberuntungan bagi siapa pun yang dapat menyaksikan mekarnya.

Secara ilmiah, bunga Wijaya Kusuma berasal dari jenis Epiphyllum oxypetalum, sejenis kaktus yang berbunga hanya pada malam hari dan layu menjelang fajar.

Namun dalam tradisi Jawa, bunga ini lebih dari sekadar tanaman hias, bunga tersebut dipercaya sebagai bunga para raja. Menurut legenda, bunga Wijaya Kusuma pertama kali dikaitkan dengan kisah Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

 

Baca Juga: Temuan Lima Kerangka Manusia di Situs Kumitir Mojokerto Diteliti Ahli Paleoantropologi

 

Konon, bunga ini dipercaya sebagai simbol kejayaan raja, karena siapa pun yang berhasil membuatnya mekar diyakini menerima wahyu keprabon, tanda karunia ilahi bagi pemimpin besar.

Selain itu, kisah turun-temurun juga menyebutkan bahwa bunga Wijaya Kusuma sering digunakan dalam ritual-ritual keraton, terutama saat penobatan raja atau upacara sakral lainnya.

Mekarnya bunga ini yang hanya terjadi pada malam tertentu dianggap sebagai tanda hadirnya energi spiritual yang tinggi.

Nama Wijaya Kusuma sendiri berasal dari dua kata Sanskerta yakni Wijaya yang berarti kemenangan, dan Kusuma yang berarti bunga. Secara harfiah, nama ini dapat dimaknai sebagai “Bunga Kemenangan”.

Namun, dalam makna yang lebih dalam, bunga ini melambangkan kemurnian jiwa, ketulusan hati, dan kejernihan batin, nilai-nilai yang menjadi inti dalam ajaran kejawen.

Mekarnya bunga Kusuma wijaya yang hanya terjadi di malam hari juga menjadi simbol spiritual tersendiri. Dalam pandangan orang Jawa, malam melambangkan ketenangan dan perenungan, saat manusia paling dekat dengan dimensi rohaninya.

Oleh karena itu, mekarnya Wijaya Kusuma sering dimaknai sebagai pencerahan batin setelah melalui kegelapan atau cobaan hidup. Hingga kini, banyak masyarakat Jawa yang masih mempercayai kekuatan gaib bunga Wijaya Kusuma.

Beberapa orang meyakini bahwa bunga ini dapat mendatangkan keberuntungan, ketenangan batin, dan kewibawaan, terutama bagi mereka yang memeliharanya dengan penuh kasih dan niat baik.

Di beberapa daerah, mekarnya bunga Wijaya Kusuma bahkan menjadi momen yang dinanti oleh sebagian masyarakat.

Orang-orang akan berjaga hingga larut malam hanya untuk menyaksikan kelopaknya yang perlahan terbuka di bawah sinar bulan. Momen ini sering disertai doa, meditasi, atau ritual sederhana sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap alam.

 

Baca Juga: Sepuluh Kursi Jabatan Eselon II di Pemkot Mojokerto Diperebutkan

 

Bagi kalangan spiritual Jawa, bunga ini juga dipercaya mampu menjadi sarana penyucian dan pembersihan diri.

Aromanya yang lembut dan keindahannya yang singkat menjadi pengingat bahwa semua hal di dunia ini bersifat sementara, sehingga manusia diajak untuk tidak terikat pada dunia fana dan lebih mendekat kepada Sang Pencipta.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan praktis, makna mendalam dari bunga Wijaya Kusuma tetap relevan.

Nilai-nilai seperti ketulusan, kesabaran, dan keheningan batin yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat penting bagi manusia modern untuk kembali menemukan keseimbangan antara dunia lahir dan batin.

Selain itu, keberadaan bunga Wijaya Kusuma kini juga menarik sebagian perhatian para pecinta tanaman hias.

Keunikan mekarnya yang hanya terjadi di malam hari membuat banyak orang menanamnya bukan hanya untuk estetika, tetapi juga sebagai simbol keindahan yang tersembunyi di balik kesederhanaan.

 

Baca Juga: Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto Bentuk Kesiapsiagaan Masyarakat Antisipasi Bencana

 

Bunga Wijaya Kusuma bukan sekadar tanaman yang indah, melainkan juga warisan budaya dan spiritual yang sarat makna.

Bunga tersebut mengajarkan manusia untuk menghargai kesucian, mencari pencerahan di tengah kegelapan, dan memahami bahwa keberuntungan sejati lahir dari ketulusan hati.

NIYA/Linda

Editor : Imron Arlado
#budaya jawa #Tradisi Jawa #tanaman hias #Ratu Malam yang Mempesona #Simbol Kesucian dan Keberuntungan #bunga para raja #bunga wijaya kusuma