JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dunia kecantikan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Namun, tren dari Jepang selalu memiliki daya tarik tersendiri. Salah satu gaya riasan yang mencuri perhatian dunia adalah Igari Make Up.
Look make up ini juga dikenal sebagai hangover make up yang berarti lemah lembut seperti orang habis menangis.
Tampilan ini menonjolkan wajah yang tampak natural, polos, dan manis, sekaligus memancarkan aura lembut khas perempuan Jepang.
Lebih dari sekadar tren riasan, Igari Make Up mencerminkan cara pandang masyarakat Jepang terhadap kecantikan alami serta keindahan yang tidak berlebihan, tetapi justru muncul dari kesederhanaan dan ketulusan ekspresi.
Gaya rias ini pertama kali dipopulerkan oleh Igari Shinobu, seorang make-up artist terkenal asal Jepang yang banyak bekerja dengan majalah dan model ternama.
Baca Juga: Temuan Lima Kerangka Manusia di Situs Kumitir Mojokerto Diteliti Ahli Paleoantropologi
Igari Shinobu memperkenalkan gaya make-up yang menonjolkan pipi merona seolah sedang mabuk ringan atau kelelahan, namun tetap terlihat menggemaskan dan lembut.
Nama Igari Make Up pun berasal dari nama sang kreator, sedangkan istilah hangover make up muncul karena efek riasannya yang membuat wajah tampak seperti baru saja minum sedikit alkohol pipi memerah, kulit lembut, dan mata terlihat teduh.
Igari Shinobu menciptakan konsep ini sebagai bentuk perlawanan terhadap standar kecantikan yang kaku dan seragam.
Alih-alih menutupi kekurangan, ia ingin menonjolkan sisi rapuh dan apa adanya dari perempuan. Menurutnya, keindahan sejati muncul ketika seseorang terlihat jujur dan natural.
Beberapa hal utama yang membuat Igari Make Up mudah dikenali:
- Pipi Merona Alami
Ciri paling khas adalah pemakaian blush on berwarna merah muda atau peach yang ditempatkan sedikit di bawah mata, bukan di tulang pipi seperti make-up barat. Hal ini menciptakan efek wajah yang tampak lembut, muda, dan sedikit malu-malu.
- Kulit Cerah dan Lembab
Igari Make Up menekankan tampilan kulit yang sehat dan bercahaya alami, bukan matte atau tebal dengan foundation berat. Hasilnya, wajah tampak segar dan ringan, seolah tanpa riasan.
- Riasan Mata yang Lembut
Penggunaan eyeshadow biasanya minimal, dengan warna-warna lembut seperti coklat muda, beige, atau pink. Eyeliner tipis dan maskara ringan membuat mata terlihat sayu namun memikat.
- Bibir Gradasi dan Lembut
Bibir biasanya dirias dengan efek gradasi, warna lebih pekat di tengah dan memudar di pinggir. Hasilnya memberi kesan manis dan natural, tanpa tampak berlebihan.
Baca Juga: Sepuluh Kursi Jabatan Eselon II di Pemkot Mojokerto Diperebutkan
Dalam budaya Jepang, konsep kecantikan tidak selalu berfokus pada kesempurnaan fisik, melainkan pada aspek–aspek yang mendalam.
Filosofi seperti wabi-sabi, keindahan dalam ketidaksempurnaan sangat mempengaruhi cara masyarakat memandang penampilan.
Igari Make Up mencerminkan nilai ini melalui riasan yang tidak menyembunyikan keaslian wajah, melainkan menonjolkan keunikan alami seseorang.
Efek wajah lelah tapi manis dalam gaya ini justru menggambarkan sisi manusiawi dan rapuh dari seseorang.
Hal tersebut menyiratkan bahwa kecantikan sejati tidak selalu harus kuat, glamor, atau tegas, tetapi bisa juga hadir dalam kelembutan, kejujuran, dan kehangatan ekspresi.
Selain itu, masyarakat Jepang juga memandang bahwa riasan sebaiknya tidak mengubah wajah seseorang secara drastis, melainkan meningkatkan pesona alami yang sudah ada.
Oleh karena itu, Igari Make Up menjadi simbol dari keseimbangan antara keindahan luar dan keaslian diri. Meski awalnya hanya populer di Jepang, Igari Make Up kini menjadi fenomena global.
Banyak influencer dan selebriti di Korea, Indonesia, hingga Barat mencoba gaya ini karena hasilnya yang lembut dan mudah diaplikasikan.
Tren ini juga mencerminkan perubahan pandangan terhadap kecantikan, dari tampilan yang sempurna ke arah yang lebih realistis dan manusiawi.
Dalam dunia digital yang sering menampilkan citra ideal tanpa cela, Igari Make Up menghadirkan sebuah ajakan untuk menerima diri sendiri apa adanya.
Produk-produk make up bertema natural beauty dan no make-up look pun semakin berkembang, menunjukkan bahwa nilai yang dibawa oleh Igari Shinobu masih sangat relevan hingga kini.
Igari Make Up bukan sekadar gaya rias, tetapi juga sebuah filosofi kecantikan yang menekankan pentingnya keaslian dan keseimbangan batin.
Igari Make Up mengajarkan bahwa menjadi cantik bukan berarti menutupi kekurangan, melainkan merayakan keunikan diri dengan lembut dan tulus.
NIYA/Linda
Editor : Imron Arlado