Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketika Otak Sedang Tidak Fokus Ide Justru Berdatangan, Ini Dia Rahasia di Balik Night Creativity dan Shower Thought

Imron Arlado • Rabu, 29 Oktober 2025 | 01:42 WIB
Di dunia ini, tak sedikit orang yang pernah mengalami momen ketika ide brilian justru muncul di waktu yang tidak terduga. Sumber foto: Google
Di dunia ini, tak sedikit orang yang pernah mengalami momen ketika ide brilian justru muncul di waktu yang tidak terduga. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di dunia ini, tak sedikit orang yang pernah mengalami momen ketika ide brilian justru muncul di waktu yang tidak terduga. Contohnya seperti saat hendak tidur, mandi, atau hanya sekedar melamun.

Seseorang yang mengalami fenomena ini kerap kali merasa aneh karena biasanya ide tidak muncul ketika ia berpikir keras, namun justru muncul saat pikiran sedang santai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa otak memiliki cara kerja yang cukup unik, yakni ketika tidak ditekan untuk memikirkan sesuatu, justru ia mampu menemukan pola atau ide baru dengan lebih bebas dan luas.

Fenomena tersebut kerap kali disebut sebagai shower thought dan night creativity. Istilah shower thought umumnya digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana ide-ide cemerlang muncul di situasi santai seperti mandi.

Meskipun terlihat sepele, kondisi ini sering dialami oleh banyak orang dari berbagai profesi, khususnya para seniman hingga ilmuwan.

Sementara itu, istilah night creativity sendiri merujuk pada dorongan untuk berpikir kreatif yang seringkali muncul di malam hari, terutama saat menjelang tidur.

Secara ilmiah, kondisi otak saat menjelang tidur berbeda ketika seseorang sedang fokus bekerja, berpikir, dan belajar.

Ketika seseorang tengah berada di keadaan rileks tanpa tekanan, otak secara otomatis akan mengaktifkan jaringan DMN atau Default Mode Network.

 

Baca Juga: Warga Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko yang Terdampak Bencana Terima Bantuan Langsung dari Bupati

 

Jaringan ini akan aktif bekerja ketika seseorang tidak sedang fokus pada tugas tertentu, seperti saat melamun atau berimajinasi.

Jaringan DMN bekerja untuk membantu otak mengelola informasi-informasi lama dengan cara baru, sehingga muncul ide-ide cemerlang yang tak biasa.

Selain itu, saat menjelang tidur, aktivitas gelombang otak yang mulanya beta atau waspada bergeser pada alfa dan theta.

Gelombang otak alfa sendiri berkaitan dengan ketenangan dan refleksi sedangkan gelombang theta berkaitan dengan imajinasi dan pemikiran kreatif.

Oleh karena itu, saat seseorang berada dalam kondisi setengah sadar, otak lebih mudah menghasilkan kumpulan ide-ide bebas yang unik dan tidak muncul ketika otak sepenuhnya fokus.

Dalam keadaan ini, ketenangan berperan penting dalam proses kreatif. Ketika seseorang rileks, otak tak lagi terikat dengan tekanan "harus menemukan jawaban sekarang juga."

Sebaliknya, saat seseorang sedang stres, tertekan, dan terlalu fokus, otak cenderung berpikir dalam pola yang sempit, karena terikat pada satu arah pemikiran.

Ketika menjelang tidur atau melamun, tubuh akan mulai melepaskan hormon yang menenangkan seperti melatonin, dan aktivitas sensorik menurun.

Hal ini seakan memberikan kesempatan bagi otak untuk berkelana secara internal, menyusun kembali informasi yang sudah dikumpulkan tiap hari, dan menemukan hubungan baru di antaranya.

Namun, ide-ide cemerlang yang muncul di malam hari saat tubuh rileks kerap kali hilang begitu saja saat bangun tidur.

 

Baca Juga: Mensos RI Gus Ipul Tinjau SRMP 15 Mojokerto

 

Hal tersebut dapat terjadi karena fase tidur membuat keadaan otak bergeser dari yang mulanya kreatif atau alfa dan theta, kembali ke keadaan semula, yakni keadaan logis dan analitis atau beta.

Selain itu, memori menjelang tidur dianggap sebagai memori jangka pendek yang mudah hilang jika tidak dicatat.

Maka dari itu, beberapa orang menyarankan untuk mencatat ide yang muncul saat menjelang tidur agar tidak lenyap begitu bangun tidur.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ide-ide cemerlang atau kreativitas bukan hanya soal berpikir keras, tetapi juga soal memberi waktu bagi otak untuk beristirahat dan bekerja dengan caranya sendiri.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#shower thought #night creativity #Default Mode Network #kreativitas #ide brilian #gelombang otak