Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Makna Tersembunyi di Balik Lagu Multo Ekspresi Luka dan Kerinduan dari Musik Filipina

Imron Arlado • Selasa, 28 Oktober 2025 | 01:50 WIB
Musik sering menjadi cermin dari perasaan manusia paling dalam. Sumber Foto: Google
Musik sering menjadi cermin dari perasaan manusia paling dalam. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Musik sering menjadi cermin dari perasaan manusia paling dalam.

Tempat segala emosi, kenangan, dan luka batin diterjemahkan menjadi harmoni. Salah satu contoh yang menggambarkan hal ini datang dari Filipina, melalui lagu berjudul “Multo.”

Dalam bahasa Filipina, multo memiliki arti hantu, namun lagu ini bukan hanya sekadar kisah seram dan menakutkan.

Lagu ini justru menjadi simbol perasaan kehilangan, penyesalan, dan kenangan yang terus menghantui seseorang, seperti bayangan masa lalu yang enggan pergi.

Kata multo secara harfiah memang mengacu pada roh atau arwah, namun dalam konteks lagu ini, maknanya jauh lebih mendalam.

Multo menggambarkan seseorang yang telah pergi, baik karena perpisahan, kematian, maupun hilangnya hubungan emosional.

 

Baca Juga: Para Pemenang Undian Utama Mlaku Bareng Gus Bupati dan Forkopimda

 

Hantu di sini bukan makhluk supranatural, melainkan menjadi gambaran dari kenangan yang terus hidup di dalam diri seseorang.

Setiap bait lirik hingga melodi mengalun seolah menjadi percakapan sunyi antara masa lalu dan masa kini.

Melalui liriknya, penyanyi menyampaikan rasa kehilangan yang begitu dalam, seperti seseorang yang masih berusaha berdamai dengan kepergian orang yang dicintai.

Multo menjadi metafora bagi bayangan kenangan yang tidak bisa dihapus, meskipun waktu terus berjalan.

Salah satu daya tarik utama Multo terletak pada kemampuannya membangkitkan emosi yang menyeluruh. Mulai dari rasa rindu, sedih, dan nostalgia.

Dengan penataan komposisi musik yang lembut dan melodi yang melankolis, lagu ini menyentuh sisi emosional pendengarnya.

Banyak orang yang mendengarnya merasa seolah sedang berbicara dengan masa lalu mereka sendiri.

Di Filipina, lagu ini diterima hangat karena masyarakatnya dikenal memiliki kedekatan kuat dengan nilai-nilai emosional dan spiritual.

Musik seringkali dijadikan sarana untuk menyalurkan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Multo menjadi bentuk ekspresi jujur tentang bagaimana seseorang bergulat dengan kehilangan tanpa benar-benar bisa melepaskannya.

Jika di uraikan lebih dalam, Multo juga dapat dilihat sebagai refleksi perjalanan seseorang menghadapi luka batin.

Hantu dalam lagu bukanlah sesuatu yang seram dan harus ditakuti, tetapi bagian dari diri yang belum selesai.

 

Baca Juga: 15 Ribu Warga Tumplek Blek Ikuti Mlaku Bareng Gus Bupati

 

Hantu dalam lagu menjadi simbol dari rasa bersalah, kerinduan, atau kenangan manis yang berubah pahit.

Dalam konteks ini, lagu Multo mengajarkan bahwa setiap orang memiliki “hantu” mereka sendiri, kenangan yang tak mau pergi namun justru membentuk siapa kita saat ini.

Beberapa pendengar bahkan menafsirkan lagu ini sebagai kisah cinta yang berakhir tragis, di mana satu pihak masih terjebak dalam bayangan masa lalu.

Nada-nada minor dan lirik yang penuh pengulangan memperkuat kesan bahwa rasa kehilangan itu tidak akan pernah benar-benar hilang, hanya berubah bentuk menjadi keheningan.

Musik Filipina memang terkenal dengan kemampuannya yang menyentuh sisi emosional pendengarnya.

Dari lagu-lagu Original Pilipino Music klasik hingga karya modern, tema cinta, kehilangan, dan kerinduan selalu menjadi pusat perhatian.

Multo hadir sebagai perpanjangan dari tradisi tersebut, sebuah karya yang sederhana tetapi penuh arti yang mendalam, membuktikan bahwa musik tidak harus berteriak untuk menyampaikan kesedihan.

Selain itu, Multo juga memperlihatkan kedalaman budaya Filipina yang sering menggabungkan unsur spiritual dengan ekspresi emosional.

Dalam banyak kepercayaan lokal, roh orang yang telah meninggal dianggap masih bisa hadir dalam kehidupan orang yang ditinggalkan.

Hal ini memberi lapisan makna tambahan pada lagu, menjadikannya lebih dari sekadar cerita patah hati, melainkan kisah spiritual tentang koneksi yang tidak terputus.

 

Baca Juga: Tiga Siswa SD Bawa Pulang Piala Ning Hana

 

Multo bukan sekedar lagu sedih, lagu tersebut merupakan perjalanan batin tentang kehilangan dan penerimaan.

Di balik liriknya yang lembut serta nadanya yang menyayat hati, tersimpan pesan bahwa setiap orang pernah dihantui oleh kenangan.

Lagu ini mengingatkan pendengarnya bahwa rasa sakit adalah bagian dari cinta, dan bahwa mengenang bukanlah kelemahan, melainkan bentuk penghormatan terhadap apa yang pernah berarti.

Melalui Multo, musik Filipina kembali menunjukkan keindahan sejatinya, kemampuan untuk menjahit luka dengan melodi, dan mengubah kesedihan menjadi seni yang abadi.

NIYA 

 

Editor : Imron Arlado
#makna mendalam #Lagu Multo #Musik Filipina #Ekspresi Luka dan Kerinduan #kenangan #lagu 2025 #makna lagu #simbol perasaan