Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perayaan Unik yang Menjadi Simbol Kegembiraan dan Kebersamaan di Tengah Kekacauan Tomat

Imron Arlado • Jumat, 24 Oktober 2025 | 23:47 WIB
Setiap tahun, di sebuah kota kecil bernama Buñol di wilayah Valencia, Spanyol. Sumber Foto: Pinterest
Setiap tahun, di sebuah kota kecil bernama Buñol di wilayah Valencia, Spanyol. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Setiap tahun, di sebuah kota kecil bernama Buñol di wilayah Valencia, Spanyol, ribuan orang dari berbagai belahan dunia berkumpul dengan satu tujuan unik yakni melempar tomat ke satu sama lain.

Perayaan yang dikenal dengan nama La Tomatina ini bukan sekadar pesta lempar tomat, tetapi juga menjadi simbol kegembiraan, kebersamaan, dan semangat hidup masyarakat Spanyol.

La Tomatina pertama kali diadakan pada tahun 1945 secara tidak sengaja. Kala itu, sekelompok anak muda ikut serta dalam parade lokal dan ingin menarik perhatian dengan bergabung dalam parade pemain musik dan penari.

Namun, suasana berubah ketika salah satu dari mereka mulai melempar tomat dari kios sayuran terdekat.

Aksi spontan itu menular, dan akhirnya semua orang ikut terlibat dalam perang tomat yang tiba-tiba terjadi.

Tahun-tahun berikutnya, warga Buñol kembali mengulang kegiatan tersebut hingga akhirnya menjadi tradisi tahunan.

 

Baca Juga: Mengenal Hanami, Tradisi Unik Jepang dalam Merayakan Mekarnya Bunga Sakura yang Penuh Makna dan Keindahan Alam 

Meski sempat dilarang oleh pemerintah Spanyol karena dianggap mengacaukan ketertiban umum, perayaan ini akhirnya diakui.

Perayaan ini diakui kembali pada tahun 1957 setelah masyarakat setempat menggelar protes damai. Sejak itu, La Tomatina resmi menjadi festival budaya nasional yang mendunia.

La Tomatina diadakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Agustus dan berlangsung selama sekitar satu jam.

Pagi hari, ribuan peserta berkumpul di pusat kota Buñol yang sempit dan berdesakan namun penuh semangat.

Sebelum perang tomat dimulai, ada tradisi menarik bernama ''palo jabón'', yaitu sebuah tiang tinggi yang diolesi sabun dan di puncaknya digantungkan ham.

Perayaan baru dimulai ketika ada peserta yang berhasil memanjat dan mengambil ham tersebut, meskipun seringkali butuh waktu lama, karena tiang sangat licin.

Ketika truk-truk berisi lebih dari 100 ton tomat matang masuk ke area utama, suasana langsung berubah riuh.

Dalam hitungan detik, tomat-tomat mulai beterbangan, meledak di udara, dan menutupi seluruh jalan dengan warna merah menyala.

Tidak ada rasa marah atau permusuhan, hanya tawa, keceriaan, dan energi positif yang terasa di antara peserta.

Semua orang baik penduduk lokal maupun wisatawan berada dalam kekacauan yang menyenangkan, di mana status sosial, bahasa, dan kebangsaan seakan menghilang.

Meski tampak kacau, La Tomatina memiliki makna sosial yang mendalam. Festival ini melambangkan persatuan dan kegembiraan dalam kebersamaan.

Di tengah kekacauan tomat, tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah. Semua orang sama, basah kuyup dan tertawa bersama.

 

Baca Juga: Jadwal Pemadaman Listrik untuk pemeliharaan jaringan listrik Didua Kecamatan, Berikut Simak Lokasinya

 

Selain itu, festival La Tomatina juga menjadi salah satu bentuk pelarian dari rutinitas serta tekanan hidup.

Dalam satu jam yang singkat itu, peserta bisa melupakan sejenak segala beban dan hanya menikmati momen sederhana ada yang tertawa, bermain, dan merayakan hidup.

Kini, La Tomatina telah menjadi salah satu festival paling terkenal di dunia. Ribuan turis datang setiap tahun untuk ikut serta, bahkan tiketnya harus dibeli jauh-jauh hari karena jumlah peserta dibatasi demi keamanan.

Pemerintah Buñol juga memastikan bahwa tomat yang digunakan adalah tomat berkualitas rendah dan tidak layak jual, sehingga tidak menimbulkan pemborosan pangan.

Setelah acara selesai, tim pembersih bekerja cepat. Jalanan Buñol kembali bersih dalam beberapa jam berkat bantuan air dari truk pemadam dan partisipasi warga.

Uniknya, air tomat justru membuat jalanan lebih bersih karena asamnya berfungsi seperti bahan pembersih alami.

La Tomatina bukan hanya festival lempar tomat yang lucu dan penuh warna. Di balik tumpahan merahnya, terdapat pesan kuat tentang kebersamaan, solidaritas, dan sukacita manusia.

Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam kesederhanaan dan kekacauan sekalipun, manusia dapat menemukan cara untuk tertawa dan bersatu.

 

 

Setiap lemparan tomat di Buñol bukanlah bentuk kemarahan, melainkan simbol kebahagiaan dan kehidupan.

Simbol kebahagiaan yang dirayakan bersama warna merah tomat menjadi lambang semangat hidup yang tak pernah padam di hati masyarakat Spanyol.

NIYA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#festival #Simbol Kegembiraan dan Kebersamaan #la tomatina #budaya #spanyol #perayaan unik #tradisi #pesta lempar tomat