JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kesehatan tulang belakang seringkali terabaikan sampai akhirnya menimbulkan keluhan seperti nyeri punggung hingga pegal.
Salah satu kelainan pada tulang belakang yang cukup sering terjadi selain skoliosis adalah lordosis.
Lordosis yaitu kondisi dimana tulang belakang melengkung ke dalam secara berlebihan, terutama pada bagian punggung bawah.
Meski sering dianggap hanya akibat dari kebiasaan duduk yang salah, nyatanya lordosis bisa disebabkan oleh banyak faktor
Selain itu kelainan tulang ini juga dapat berdampak serius bagi kesehatan tubuh jika tidak ditangani dengan benar.
Secara alami, tulang belakang manusia memiliki lengkungan tertentu yang membantu menjaga keseimbangan tubuh dan menyerap tekanan saat bergerak.
Namun, pada penderita lordosis, lengkungan di bagian bawah punggung menjadi terlalu menonjol ke depan.
Akibatnya, posisi tubuh tampak tidak sejajar, perut terlihat lebih menonjol, sementara pantat tampak terdorong ke belakang.
Kondisi kelainan tulang ini dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Jika dibiarkan, lordosis dapat mengganggu postur tubuh, menyebabkan nyeri, dan bahkan menekan saraf di tulang belakang.
Banyak orang mengira lordosis hanya disebabkan oleh posisi duduk yang buruk, padahal penyebabnya jauh lebih rumit.
Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk kondisi ini antara lain:
- Kelainan bawaan pada tulang belakang
Beberapa orang dilahirkan dengan struktur tulang yang tidak normal sehingga lebih rentan mengalami kelengkungan berlebih.
- Kelebihan berat badan
Lemak berlebih di area perut dapat menarik tulang belakang ke depan, meningkatkan lengkungan di punggung bawah.
- Otot perut dan punggung yang lemah
Ketidakseimbangan otot membuat tulang belakang tidak mendapat dukungan yang cukup untuk mempertahankan posisi normalnya.
- Kebiasaan postur tubuh yang buruk
Duduk membungkuk atau berdiri terlalu lama dengan posisi yang salah bisa memicu perubahan bentuk tulang belakang secara bertahap.
- Kehamilan
Perubahan berat badan dan posisi tubuh selama kehamilan dapat menambah tekanan di area punggung bawah, sehingga memicu kelengkungan sementara yang disebut lordosis fisiologis.
- Penyakit atau kondisi medis tertentu
Misalnya osteoporosis atau kelainan pertumbuhan tulang juga dapat menyebabkan lordosis.
Tanda-tanda lordosis bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. Namun, beberapa gejala umum yang sering dialami antara lain:
- Lengkungan punggung bawah tampak lebih menonjol dari biasanya.
- Nyeri atau pegal di bagian bawah punggung, terutama saat berdiri atau berjalan lama.
- Rasa kaku dan sulit membungkuk ke depan.
- Timbul kesemutan atau mati rasa akibat tekanan pada saraf tulang belakang.
Lordosis yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan tubuh, seperti:
- Nyeri punggung kronis karena tekanan berlebih pada tulang belakang.
- Gangguan saraf, seperti mati rasa di tungkai atau rasa nyeri yang menjalar ke kaki.
- Gangguan postur tubuh, membuat seseorang sulit berdiri atau berjalan dengan tegak.
- Penurunan kepercayaan diri, karena perubahan bentuk tubuh yang terlihat jelas.
Kondisi ini juga dapat memperburuk masalah, terutama jika penderitanya tidak menjaga kebugaran serta postur tubuh yang benar.
Kasus lordosis dapat dicegah atau dikendalikan dengan perubahan gaya hidup dan terapi yang tepat. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Memperbaiki postur tubuh
Biasakan duduk dan berdiri dengan posisi tegak. Gunakan kursi dengan sandaran yang menopang punggung bagian bawah.
- Melakukan olahraga rutin
Latihan peregangan, yoga, atau pilates dapat membantu memperkuat otot perut dan punggung agar lebih seimbang.
- Mengontrol berat badan
Menjaga berat badan ideal penting agar tulang belakang tidak menanggung beban berlebih.
- Menggunakan alas tidur yang tepat
Pilih kasur yang tidak terlalu empuk agar dapat menopang tulang belakang dengan baik saat tidur.
- Konsultasi ke dokter
Jika kelengkungan sudah parah, dokter mungkin akan menyarankan terapi fisik, penggunaan penyangga tulang (brace), atau bahkan tindakan operasi.
Kelainan tulang belakang atau lordosis bukan hanya sekadar akibat dari kebiasaan duduk yang salah.
Kondisi ini merupakan kelainan tulang belakang yang bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan jika diabaikan.
Mengenali gejala sejak dini, menjaga postur tubuh, serta melakukan olahraga yang tepat dapat membantu mencegah dan mengurangi risiko terjadinya lordosis.
NIYA/FADYA
Editor : Imron Arlado