Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sidak Pabrik Aqua, Gubernur Dedi Mulyadi Terkejut Sumber Air dari Sumur Bor Bukan Pegunungan; Soroti Risiko Lingkungan dan Klarifikasi Perusahaan

Imron Arlado • Kamis, 23 Oktober 2025 | 02:59 WIB
Sidak Pabrik Aqua, Gubernur Dedi Mulyadi Terkejut Sumber Air dari Sumur Bor Bukan Pegunungan; Soroti Risiko Lingkungan dan Klarifikasi Perusahaan
Sidak Pabrik Aqua, Gubernur Dedi Mulyadi Terkejut Sumber Air dari Sumur Bor Bukan Pegunungan; Soroti Risiko Lingkungan dan Klarifikasi Perusahaan

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan pemeriksaan mendadak di pabrik Aqua yang berada di Subang dan menemukan bahwa sumber utama air untuk produk air mineral Aqua tidak berasal dari mata air pegunungan alami seperti yang selama ini disampaikan.

Sebaliknya, air tersebut diambil dari sumur bor dengan kedalaman antara 60 hingga 140 meter. Penemuan ini mengejutkan Dedi Mulyadi yang sebelumnya beranggapan bahwa air tersebut diambil dari mata air di permukaan pegunungan.

Ia juga mengingatkan tentang bahaya lingkungan, terutama risiko longsor dan perubahan pola air yang mungkin terjadi akibat pengeboran yang dilakukan secara besar-besaran di area pegunungan itu.

 

 

Menanggapi temuan dan kekhawatiran yang muncul, pihak manajemen Danone Indonesia, yang merupakan pemilik merek Aqua, memberikan penjelasan resmi.

Mereka menjelaskan bahwa air yang dipakai oleh Aqua diambil dari akuifer dalam, yaitu bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan yang secara alami dilindungi oleh lapisan kedap air, sehingga terhindar dari kontaminasi.

Menurut Danone, pemilihan akuifer ini telah dilakukan melalui proses yang ketat berdasarkan kriteria ilmiah serta penelitian selama setidaknya satu tahun oleh tim ahli dari berbagai bidang seperti geologi, hidrogeologi, dan mikrobiologi.

Aqua mengambil air dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah menjalani proses seleksi yang ketat.

Selain itu, sebuah studi dari universitas terkemuka memastikan bahwa sumber air tersebut tidak berhubungan dengan air yang digunakan oleh masyarakat sekitar.

 

 

Secara umum, meskipun air Aqua diperoleh dari sumur bor yang mengakses air tanah, menurut Danone, ini merupakan bagian dari pemanfaatan air dari sistem akuifer pegunungan yang mempunyai kualitas tinggi dan tidak membahayakan lingkungan serta masyarakat di sekitarnya.

“AQUA hanya menggunakan air dari akuifer dalam, yang terlindungi secara alami oleh lapisan kedap air. Hal ini menjamin air bebas dari kontaminasi aktivitas manusia dan tidak mengganggu penggunaan air masyarakat,” tulis perusahaan tersebut.

Pernyataan ini sejalan dengan pendapat dari Pakar Hidrogeologi ITB, Prof. Lambok M. Hutasoit, dan Ahli Hidrogeologi UGM, Prof. Heru Hendrayana, yang sebelumnya mengungkapkan bahwa air dari lapisan bawah tanah (akuifer dalam) lebih bersih dan lebih aman dibandingkan dengan air tanah permukaan.

 

 

Namun, Gubernur Dedi Mulyadi tetap mengingatkan akan pentingnya waspada terhadap kemungkinan pergeseran tanah dan bencana ekologis yang dapat terjadi karena aktivitas tersebut, mengingat keadaan lingkungan di sekitar pabrik yang rentan terhadap longsor.

Temuan yang ada, klarifikasi resmi dari perusahaan, serta tanggapan masyarakat yang menginginkan kejelasan menunjukkan betapa pentingnya transparansi dalam memberikan informasi kepada konsumen.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman terkait sumber air minum kemasan yang selama ini dikenal dengan sebutan "air pegunungan" oleh merk Aqua.

Devi

 

Editor : Imron Arlado
#gubernur #dedi mulyadi #pegunungan #air #pabrik #sumur bor #aqua #sumber air