Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kisah Cinta Legendaris yang Tak Lekang Zaman, Berikut Ini Pesona Film Rangga & Cinta

Imron Arlado • Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:42 WIB
Dunia perfilman Indonesia hingga saat ini masih heboh dan seakan belum move on dari euforia film bertajuk Rangga & Cinta. Sumber foto: Google
Dunia perfilman Indonesia hingga saat ini masih heboh dan seakan belum move on dari euforia film bertajuk Rangga & Cinta. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dunia perfilman Indonesia hingga saat ini masih heboh dan seakan belum move on dari euforia film bertajuk ''Rangga & Cinta'' yang sudah tayang di bioskop sejak tanggal 2 Oktober 2025.

Sejak awal perilisannya, film ''Rangga & Cinta'' ini terus menjadi bahan perbincangan para netizen, baik di media sosial maupun di kalangan pecinta film tanah air.

Tak sedikit orang juga yang menganggap bahwa film ini bukan sekedar formalitas nostalgia, melainkan simbol kebangkitan dari kisah cinta legendaris yang pernah mengguncang generasi 2000-an melalui film ''Ada Apa Dengan Cinta?'' atau ''AADC''.

Film ''Rangga & Cinta'' tak butuh waktu lama untuk menarik perhatian banyak orang karena ia berhasil memadukan dua hal yang jarang disatukan, yakni kenangan masa lalu dan semangat baru generasi masa kini.

Film ini seakan menghidupkan kembali karakter dan nuansa lama yang telah melekat di hati banyak orang, namun dikemas dengan visual dan gaya bercerita yang lebih modern.

''Rangga & Cinta'' digarap oleh dua orang legendaris yang sebelumnya mereka juga menjadi otak di balik film ''Ada Apa Dengan Cinta?'' versi asli yang dirilis pada tahun 2002, yakni Riri Riza sebagai sutradara dan Mira Lesmana sebagai produser.

Kali ini, mereka kembali melalui rumah produksi Miles Films dengan visi yang berbeda dari sebelumnya, yaitu kembali memperkenalkan kisah cinta ikonik dan legendaris kepada generasi muda masa kini yang tumbuh di era media sosial sekaligus streaming.

Ide film nostalgia ini lahir dari keinginan untuk menjaga dan mempertahankan suasana ikonik serta semangat ''AADC'' agar tetap hidup tanpa menjadikannya sebagai sekedar film remake.

 

Baca Juga: Sidang Korupsi Kapal TBM Berlanjut, Tujuh Saksi Dihadirkan JPU, Salah Satunya Plt Kepala DPMPTSP Kota Mojokerto

 

Film ini juga bahkan sempat di putar di acara global bergengsi Busan International Film Festival, yang menandakan bahwa kisah Rangga dan Cinta masih menarik perhatian global lebih dari dua dekade sejak penayangan pertamanya.

Tak jarang orang yang mengira bahwa film ''Rangga & Cinta'' merupakan film duplikasi dari ''AADC'', namun sebenarnya tidak.

Film ini disebut sebagai film reinterpretasi, berdiri di fondasi yang sama, yakni kisah cinta dua remaja yang memiliki kepribadian bertolak belakang, namun versi terbarunya ini dikemas dan dikembangkan dengan nuansa sekaligus pendekatan yang berbeda.

Perbedaan antara ''AADC'' dengan ''Rangga & Cinta'' yang paling jelas terletak pada pemeran dan cara penyajiannya.

Jika dulu nuansa ''AADC'' terasa sangat "2000-an" dengan dialog dramatis dan kamera yang statis, versi terbaru ini terasa lebih ekspresif dan emosional.

Film ini juga menggabungkan elemen musikal, di mana alunan lagu dan puisi seakan berperan sebagai cermin dari perasaan tiap tokohnya. Maka dari itu, film ini terasa lebih hidup dan di setiap adegannya memiliki ritme yang dinamis.

Tema ''Rangga & Cinta'' tetap berpusat pada tema yang sudah menjadi jiwa ''AADC'', yakni cinta pertama, perbedaan kepribadian, dan pencarian jati diri.

Namun dikembangkan dengan lebih universal dan reflektif sehingga terasa lebih relevan dan menyatu dengan generasi saat ini.

Film ini berkisah tentang perjalanan cinta kedua tokoh utama, yaitu Cinta yang merupakan seorang gadis populer sekaligus cerdas, dan Rangga, seorang remaja pendiam yang memiliki ketertarikan mendalam pada dunia sastra.

Yang menarik dari film ';Rangga & Cinta'' adalah film ini tidak hanya menceritakan soal romansa remaja, tetapi juga menggambarkan perubahan zaman.

Cinta dan Rangga versi terbaru ini juga hidup di era yang serba cepat, di mana media sosial dan ekspektasi publik kerap kali menekan perasaan yang tulus, sehingga gaya bercerita menjadi lebih terhubung dengan kehidupan nyata masa kini.

Jika dulu nama Nicholas Saputra dan Dian Sastro yang sangat melekat pada karakter Rangga dan Cinta, kini karakter legendaris mereka kembali dihidupkan oleh wajah-wajah baru yang tak kalah berbakat, yakni El Putra Sarira dan Leya Princy.

 

Baca Juga: Trowulan Mojokerto Dilanda Angin Kencang, Enam Rumah Rusak, Tiga Pohon Tumbang

 

Selain tokoh utama, film ini juga menghadirkan karakter baru dari geng Cinta, yaitu Rafly Altama sebagai Mamet, Daniella Tumiwa sebagai Karmen, Katyana Mawira sebagai Milly, Kyandra Sembel sebagai Maura, Jasmine Nadya sebagai Alya, dan Rafi Sudirman sebagai Borne.

Meski sempat diragukan, mereka berhasil memerankan tiap karakter dengan lebih berwarna dan gayanya yang lebih dekat pada realitas remaja masa kini sekaligus sukses membawa semangat orisinil ''AADC'' tanpa meniru habis gaya lama.

Kalau ''AADC'' dulu terkenal dengan puisi Sajak Cinta dan lagu-lagu luar biasa Melly Goeslaw. Kini, di film ''Rangga & Cinta'', Melly Goeslaw dan Anto Hoed kembali dipercaya untuk menjadi pengarah musik.

Mereka mengaransemen ulang beberapa lagu lama dan menambahkan karya-karya baru yang dapat menggambarkan perjalanan emosi kedua tokoh utama.

Di film ini, musik tak hanya berperan sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai bahasa perasaan. Terutama saat kata-kata tak cukup untuk menjelaskan apa yang tengah dirasakan.

Selain itu, puisi juga menjadi salah satu elemen penting dalam film ''Rangga & Cinta''. Dialog mereka seringkali mengalir seperti bait yang lembut dan memberi nuansa artistik sekaligus dramatis yang sangat khas.

Di balik kisah cinta Rangga dan Cinta yang sederhana serta apa adanya, terselip pesan tentang keberanian untuk mengekspresikan perasaan dan menghargai proses jatuh cinta.

 

Baca Juga: Desa Tambakrejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto Lestarikan Warisan Budaya, Gelar Pelatihan Tari Tradisi dan Kreasi

 

Film ini juga mengingatkan bahwa perasaan manusia tak pernah benar-benar berubah, hanya saja cara setiap orang yang berbeda-beda saat mengekspresikannya.

Melalui paduan nostalgia, musik, gaya bercerita, dan visual yang indah, film ''Rangga & Cinta'' berhasil menghidupkan kembali nuansa romantis yang dulu membuat ''AADC'' begitu berkesan dengan semangat baru yang lebih berkesan dengan masa kini.

FANEZA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#rangga #Leya Princy #geng cinta #film #Tema #Rangga dan Cinta #riri riza #El Putra Sarira #indonesia #cinta #anto hoed #pemeran #mira lesmana #Karakter Baru #aadc #miles films #Tokoh utama #melly goeslaaw