Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Milia, Bintik Putih di Wajah yang Sering Disangka Komedo

Imron Arlado • Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:27 WIB

Bagi banyak orang, munculnya bintik putih kecil di wajah sering dianggap sebagai komedo atau jerawat yang membandel. Sumber Foto: Pinterest
Bagi banyak orang, munculnya bintik putih kecil di wajah sering dianggap sebagai komedo atau jerawat yang membandel. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bagi banyak orang, munculnya bintik putih kecil di wajah sering dianggap sebagai komedo atau jerawat yang membandel.

Namun, tidak semua bintik putih adalah jerawat. Salah satu penyebab umum munculnya bintik-bintik kecil tersebut adalah milia.

Suatu kondisi kulit yang sering disalah artikan tetapi sebenarnya berbeda dengan masalah jerawat biasa.

Milia adalah kumpulan kista kecil berisi keratin protein yang juga terdapat pada rambut, kuku, dan lapisan kulit terluar.

Bentuknya kecil, berwarna putih atau kekuningan, biasanya berukuran 1–2 milimeter. Milia muncul di bawah permukaan kulit, terutama di area wajah seperti sekitar mata, hidung, pipi, dan dagu.

Berbeda dengan jerawat atau komedo, milia tidak disebabkan oleh penyumbatan minyak (sebum) atau bakteri.

Karena itu, milia tidak terasa nyeri, tidak meradang, tidak menular serta tidak dapat dipencet layaknya jerawat.

 

Baca Juga: Sidang Korupsi Kapal TBM Berlanjut, Tujuh Saksi Dihadirkan JPU, Salah Satunya Plt Kepala DPMPTSP Kota Mojokerto

 

Milia bisa muncul karena berbagai faktor, tergantung usia dan kondisi kulit seseorang. Secara umum, penyebabnya antara lain:

  1.       Penumpukan sel kulit mati

Saat sel-sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit, keratin bisa menumpuk dan membentuk milia.

  1.       Kerusakan kulit akibat sinar matahari

Paparan sinar UV berlebihan dapat menebalkan lapisan kulit, membuat sel kulit sulit terkelupas secara alami.

  1.       Penggunaan produk kulit berat

Krim atau pelembab yang terlalu tebal bisa menyumbat pori-pori dan menghambat regenerasi kulit.

  1.       Proses penyembuhan luka atau iritasi kulit

Milia kadang muncul di area bekas luka, setelah luka bakar ringan, atau setelah prosedur seperti dermabrasi.

  1.       Faktor usia

Bayi baru lahir sering memiliki milia karena kulit mereka belum berfungsi sepenuhnya untuk mengelupas sel kulit mati secara alami.

Milia terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya yaitu:

  1. Milia primer: Jenis yang paling umum, muncul tanpa penyebab yang jelas akibat penumpukan keratin di kulit.
  2. Milia sekunder : Timbul setelah adanya kerusakan kulit, misalnya akibat luka bakar, ruam, atau penggunaan krim berat.
  3. Milia neonatal: Umum terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu.
  4. Milia akibat penuaan: Muncul seiring bertambahnya usia karena regenerasi kulit yang melambat.

Secara medis, milia tidak berbahaya dan tidak menular. Namun, banyak orang merasa terganggu karena mengganggu penampilan wajah, terutama jika muncul di sekitar mata atau pipi.

 

Baca Juga: Trowulan Mojokerto Dilanda Angin Kencang, Enam Rumah Rusak, Tiga Pohon Tumbang

 

Meski tampak sepele, memencet milia tidak disarankan karena bisa menyebabkan iritasi, peradangan, atau bahkan bekas luka yang sulit hilang.

Menghilangkan milia bisa dilakukan dengan cara alami maupun melalui bantuan dokter kulit. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu:

  1.       Melakukan eksfoliasi rutin

Gunakan scrub lembut atau produk yang mengandung AHA/BHA untuk membantu mengangkat sel kulit mati.

  1.       Menggunakan produk dengan retinol atau asam salisilat

Kandungan ini membantu mempercepat regenerasi kulit dan mencegah penumpukan keratin.

  1.       Menghindari produk berat di wajah

Gunakan pelembap non-komedogenik agar pori-pori tidak tersumbat.

  1.       Konsultasi dengan dokter kulit

Jika milia tidak kunjung hilang, dokter dapat melakukan prosedur seperti ekstraksi profesional, mikrodermabrasi, atau laser ringan untuk mengangkat milia dengan aman.

  1.       Menggunakan tabir surya setiap hari

Melindungi kulit dari sinar matahari membantu mencegah kerusakan kulit yang dapat memicu milia.

Jika milia tidak hilang dalam waktu lama, terasa gatal, atau jumlahnya semakin banyak, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit.

Penanganan yang salah seperti mencoba memencet milia sendiri justru dapat memperburuk kondisi kulit.

Milia memang tampak seperti komedo atau jerawat putih, tetapi penyebab dan penanganannya berbeda.  Kondisi ini tidak berbahaya, namun bisa mengganggu kepercayaan diri.

Dengan perawatan kulit yang tepat dan kebiasaan menjaga kebersihan wajah, milia dapat dicegah dan diatasi tanpa perlu tindakan berisiko.

NIYA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#penyakit kulit #milia #kondisi kulit #bintik putih #kumpulan kista kecil berisi keratin protein #kebiasaan #penyumbatan minyak