JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Akhir-akhir ini, kegunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang mulanya hanya digunakan untuk menulis teks dan membuat gambar saja, kini semakin meluas dan beragam.
Dunia industri musik belakangan ini juga mulai mengandalkan teknologi AI untuk keperluan rekomendasi, produksi, dan pengalaman pendengaran.
Salah satu contoh penerapan teknologi AI yang menarik di industri musik saat ini datang dari aplikasi musik Spotify melalui fiturnya yang bernama AI DJ.
Fitur AI DJ ini pertama kali diluncurkan pada Februari 2023 dan tidak hanya dirancang untuk sekedar menyusun playlist otomatis.
Tetapi juga sebagai "penyiar" virtual yang memilih lagu sesuai dengan kebiasaan tiap pendengar dan memberi komentar singkat antar lagu, membuat pengalaman mendengarkan terasa lebih hidup dan personal.
Fitur ini juga dinilai sebagai bagian dari tren yang lebih besar di mana sebuah layanan musik mencoba untuk membuat tiap sesi mendengarkan terasa seperti pertunjukan yang disesuaikan untuk tiap orang.
AI DJ memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan data kebiasaan pengguna untuk daftar putar yang cocok dengan suasana hati maupun waktu mendengarkan.
Contohnya seperti ia bisa memutar lagu-lagu favorit, genre yang sering pendengar buka, jam-jam mendengarkan musik, dan lain-lain.
Selain memutar dan menyusun daftar lagu, AI DJ juga bisa berbicara singkat untuk memberi pengantar lagu, komentar tentang artis, dan alasan kenapa lagu tersebut cocok untuk suasana tertentu.
Sederhananya, cara kerja AI DJ adalah dengan mempelajari kebiasaan pendengar terlebih dahulu, kemudian bertindak seperti penyiar pribadi yang bisa menjelaskan pilihan tiap penggemar.
Jadi, kehadiran pembaruan fitur ini membuat pengalaman mendengarkan terasa lebih seperti obrolan santai ketimbang mesin yang hanya memutar lagu saja.
Setelah kurang lebih dua tahun berjalannya fitur ini, pada Mei 2025, Spotify melalukan pembaruan besar pada fitur AI DJ, yakni voice request.
Kini para pengguna Spotify premium bisa memberi perintah suara secara langsung kepada AI DJ untuk menyesuaikan suasana lagu dengan suasana yang para pendengar inginkan.
Tak hanya itu, Spotify juga menambahkan fitur text request atau teks perintah pada AI DJ agar pendengar bisa mengirim permintaan melalui pesan teks secara langsung dan memperluas dukungan bahasa, termasuk ke DJ berbahasa Spanyol bernama Livi.
Dengan adanya pembaruan pada fitur ini, pengalaman para pendengar terasa lebih interaktif karena mereka tak hanya bisa menunggu algoritma, tetapi juga bisa mengendalikan atau mengarahkan DJ secara langsung.
Fitur AI DJ juga menandai langkah baru Spotify dalam menggabungkan antara teknologi AI dengan interaksi manusia untuk menciptakan pengalaman mendengarkan musik yang lebih dalam dan personal.
AI DJ dapat ditemukan di bagian tab "Made For You" atau melalui ikon DJ yang muncul di layar "Now Playing" saat pengguna sedang aktif.
Semantara itu, untuk mengaktifkan fitur perintah suara, pengguna cukup menekan ikon DJ dan bicara setelah nada khas terdengar, setelah itu secara otomatis Spotify akan menyesuaikan playlist sesuai permintaan.
Namun, perlu dicatat bahwa akses dan tampilan AI DJ bisa berbeda menurut versi aplikasi dan platform. Selain itu, pembaruan fitur AI DJ saat ini hanya tersedia untuk pengguna premium di wilayah tertentu.
Kelebihan fitur ini terletak pada pemilihan lagu yang cenderung relevan karena AI DJ mempelajari kebiasaan pendengar, interaktif, dan adanya narasi komentar antar lagu yang dapat memperkenalkan fakta menarik tentang artis atau lagu kepada pendengar.
Meski memiliki kelebihan yang menarik, fitur AI DJ juga memiliki beberapa kekurangan, yakni keterbatasan akses karena hanya disediakan untuk pendengar premium dan keterbatasan bahasa serta wilayah.
Dengan pembaruan fitur AI DJ ini, Spotify menunjukkan bahwa inovasi berbasis kecerdasan buatan tak hanya berhenti pada rekomendasi lagu, tetapi juga pada bagaimana pendengar dapat berinteraksi dengan musik itu sendiri.
FANEZA/Wulandari
Editor : Imron Arlado