JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Menikmati waktu luang tak harus dilakukan dengan cara jalan-jalan bersama teman atau pergi ke tempat ramai.
Terkadang, menonton drama atau film yang hangat di rumah juga bisa menjadi cara paling sederhana untuk melepas lelah.
Salah satu pilihan tontonan terbaik datang dari dunia drama China, khususnya karya-karya dari penulis populer yang bernama Zhu Yi.
Nama Zhu Yi mungkin belum sepopuler para penulis naskah besar lainnya. Namun, karya-karya miliknya memiliki daya tarik tersendiri yang mampu menarik perhatian banyak penggemar lokal hingga mancanegara.
Daya tarik khas di setiap karya-karya Zhu Yi yang selalu sukses mencuri perhatian penggemar adalah kelembutan dan kerealistisannya yang kemudian mampu membuat penggemar merasa dekat dengan para karakter.
Beberapa karyanya yang telah diadaptasi menjadi drama dan populer sejak awal penayangan hingga saat ini adalah Hidden Love, The First Frost, dan When I Fly Towards You.
Ketiga drama tersebut berhasil menarik perhatian banyak orang karena alur ceritanya menggambarkan kisah cinta yang manis dan tidak terasa berlebihan, serta dibintangi oleh aktor maupun aktris papan atas China.
Drama China Hidden Love yang diadaptasi dari karya Zhu Yi ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Sang Zhi yang diam-diam menyukai teman kakaknya, yakni Duan Jiaxu, sejak masa remaja.
Baca Juga: Rencana Gugatan Tunggu Hasil Kunjungan Dewan Kota Mojokerto
Dalam drama ini, kedua pemeran utama, yakni Sang Zhi dan Duan Jiaxu, diperankan oleh dua aktor serta aktris berbakat China yang bernama Zhao Lusi dan Chen Zheyuan.
Rasa kagum yang mulanya hanya sekedar perasaan kekanak-kanakan mulai tumbuh menjadi perasaan cinta yang lebih dalam seiring ia beranjak dewasa.
Hidden Love menggambarkan perjalanan kisah cinta Sang Zhi secara halus sekaligus detail mulai dari masa kecil hingga ia dewasa dan akhirnya berani mengungkapkan perasaannya dengan jujur kepada Duan Jiaxu.
Kelebihan drama ini terletak pada alur cerita yang terasa sederhana namun hangat dan bermakna. Setiap adegan di drama ini juga dinilai sangat natural dengan konflik yang tak begitu kompleks namun tetap menyentuh karena memperlihatkan bagaimana cinta dan kesetiaan tumbuh seiring kedewasaan.
Secara visual, drama Hidden Love ini memiliki pencahayaan yang hangat, lembut, dan suasana seperti nostalgia masa muda dengan palet warna pastel.
Jika drama China Hidden Love menceritakan perjalanan kisah milik Sang Zhi, maka di The First Frost ini Zhu Yi mengisahkan perjalanan cinta dari sudut pandang Sang Yan, kakak Sang Zhi.
Sama seperti Hidden Love, pemeran utama The First Frost juga dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas China yaitu Bai Jingting dan Zhang Ruonan.
Dalam drama ini, Zhu Yi membawa para penonton ke dalam kisah cinta yang lebih matang dan emosional. The First Frost memperlihatkan bagaimana seseorang belajar menghadapi kehilangan, penyesalan, dan waktu yang terus berjalan tanpa ada pengulangan.
Karakter Sang Yan di Hidden Love diperankan oleh Victor Ma atau Ma Boqian dengan karakter kakak yang humoris dan protektif.
Namun, dalam drama The First Frost, karakter Sang Yan diperankan ulang oleh Bai Jingting. Di drama ini, tokoh Sang Yan diperluas menjadi protagonis utama dengan kisah cinta dan perjalanan emosionalnya sendiri.
Beberapa media menyebutkan bahwa drama ini adalah spin off atau lanjutan dari drama Hidden Love karena masih membawa nama karakter dan beberapa referensi kecil yang mengingatkan pada semesta sebelumnya.
Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa The First Frost bukan lanjutan langsung dari Hidden Love. Cerita drama ini berdiri sendiri dengan latar dan alur cerita baru.
Baca Juga: Terik Matahari di Atas Tugu Arya Wiraraja Kota Mojokerto
Nama dan latar belakang Sang Yan sekaligus Sang Zhi sebagai kakak beradik memang masih digunakan dalam drama ini, tapi karakterisasi dan konteks ceritanya diadaptasi ulang agar Sang Yan bisa tampil sebagai pemeran utama dengan sisi romantis dan emosional yang lebih kuat.
Beberapa sumber juga telah menjelaskan bahwa pergantian pemeran Sang Yan dilakukan karena The First Frost memerlukan karakter Sang Yan yang lebih matang dan mendalam secara emosional.
Bukan lagi sekedar karakter pelengkap dan kakak pelindung, melainkan pria yang juga harus menghadapi perjalanan cintanya sendiri.
Daya tarik utama drama ini ada pada hubungan antar karakter yang terasa realistis dengan dialog-dialog sederhana yang justru lebih menyentuh karena lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Karya Zhu Yi selanjutnya adalah When I Fly Towards You. Berbeda dengan Hidden Love dan The First Frost yang masih berkaitan, drama ini berdiri sendiri namun tetap menampilkan sentuhan khas Zhu Yi, yakni cerita ringan yang menenangkan dan penuh kehangatan.
Drama ini mengisahkan tentang kisah cinta masa SMA hingga dewasa antara Su Zaizai yang diperankan oleh aktris papan atas Zhang Miaoyi dan Zhang Lurang yang diperankan oleh aktor papan atas sekaligus pembalap mobil bernama Zhou Yiran.
Dalam drama When I Fly Towards You, Su Zaizai dan Zhang Lurang digambarkan sebagai dua remaja yang perlahan saling mengenal dan belajar memahami perasaan masing-masing.
Kekuatan drama ini terletak pada suasana kisah cinta remaja yang polos, tulus, dan menyenangkan. Tak ada konflik yang rumit, hanya keseharian anak muda yang dipenuhi tawa, tuntutan akademik, rasa canggung, dan kenangan manis.
Karya Zhu Yi yang satu ini juga dianggap dapat mengingatkan penonton pada masa-masa muda yang penuh dengan semangat dan kejujuran perasaan.
Dalam setiap karyanya, Zhu Yi selalu menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang lembut, realistis, dan tumbuh perlahan.
Ciri khas lain dari karya Zhu Yi yang mudah dikenali adalah bagaimana karakter-karakternya selalu berkembang.
Dalam setiap cerita, penonton dapat menyaksikan proses tumbuh dari cinta pertama yang malu-malu, hingga kisah kedewasaan yang penuh makna.
Alur ceritanya yang lembut, realistis, dan penuh kehangatan membuat drama China yang diadaptasi dari karya-karya Zhu Yi terasa menyembuhkan atau dalam kata lain, “healing.”
Kisah-kisah karya milik Zhu Yi sangat cocok untuk penonton yang ingin menikmati waktu luang dengan santai dan tenang, atau bagi penonton yang ingin beristirahat sejenak dari drama dengan alur berat dan plot yang penuh teka-teki.
FANEZA
Editor : Imron Arlado