Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sosok Abdel Fattah al-Sisi, Presiden Mesir yang Berperan dalam Misi Perdamaian Gaza

Imron Arlado • Selasa, 14 Oktober 2025 | 03:49 WIB
Presiden Mesir
Presiden Mesir

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kembali menjadi sorotan dunia setelah turut berperan dalam upaya perdamaian Gaza bersama sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Peran Mesir di bawah kepemimpinan Abdel Fattah al-Sisi memang dianggap cukup penting dalam menengahi konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina yang kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Bukan pertama kalinya Mesir di bawah kepemimpinan al-Sisi tampil di panggung diplomasi Timur Tengah. Negara ini kerap menjadi mediator antara Israel dan Palestina, berkat kedekatan geografis dan pengaruh politiknya.

 

 

Kini, langkah al-Sisi kembali menuai perhatian dunia sebagai simbol komitmen Mesir dalam menjaga stabilitas dan perdamaian regional.

Abdel Fattah Saeed Hussein Khalil al-Sisi merupakan Presiden Mesir yang lahir pada tanggal 19 November 1954 di Kairo, Mesir.

Ia dikenal sebagai tokoh militer yang kemudian menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Mohamed Morsi.

Menempuh pendidikan militer di Egyptian Military Academy dan kemudian melanjutkan pelatihan di Inggris serta Amerika Serikat.

Nama al-Sisi mulai dikenal luas oleh dunia internasional setelah perannya dalam penggulingan pemerintahan Morsi di tahun 2013.

Setahun kemudian, ia resmi terpilih sebagai Presiden Mesir melalui pemilu nasional. Kepemimpinannya banyak disoroti karena fokus pada stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan penanganan isu keamanan dalam negeri.

Al-Sisi dikenal tegas kepada kelompok ekstremis dan berusaha memperkuat hubungan diplomatic Mesir dengan negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat, Rusia, serta negara-negara Teluk. Ia juga aktif memainkan peran sebagai mediator dalam konflik regional, terutama antara Palestina dan Israel.

Bukan hanya pujian, masa pemerintahan al-Sisi juga dipenuhi dengan kritik karena menekan kebebasan pers, membatasi oposisi, serta menahan ribuan aktivis politik.

Pada pertengahan 2013, Mesir dipenuhi oleh gelombang protes besar terhadap pemerintahan Morsi. Al-Sisi yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan, memimpin intervensi militer yang menggulingkan Morsi.

Opini publik pun jadi terpecah, sebagian menganggap al-Sisi adalah penyelamat negara dari kekacauan, sementara yang lain menilai sebagai kudeta terhadap pemerintahan demokratis pertama Mesir.

 

 

Meskipun begitu, peran al-Sisi dianggap penting, di tengah meningkatnya ketegangan di Gaza. Melalui inisiatif diplomasi dan koordinasi lintas negara, Mesir berupaya membuka jalur kemanusiaan, menghentikan serangan, serta memperjuangkan solusi damai jangka panjang.

Upaya ini menegaskan bahwa posisi Mesir sebagai salah satu negara yang memiliki pengaruh kuat dalam menjaga keseimbangan politik yang ada di Timur Tengah

Natasia Reyna/Devi

Editor : Imron Arlado
#Israel #morsi #gaza #donald trump #mesir #amerika serikat #abdel fattah al-sisi