Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Waspada Petugas Nakal! Purbaya akan Buka Kanal WA Khusus Pengaduan Pajak-Bea Cukai

Imron Arlado • Selasa, 14 Oktober 2025 | 04:05 WIB
Menkeu Purbaya akan buka kanal WA khusu untuk aduan petugas pajak-bea cukai nakal.
Menkeu Purbaya akan buka kanal WA khusu untuk aduan petugas pajak-bea cukai nakal.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana membuka kanal pengaduan khusus melalui kanal WhatsApp (WA) untuk menampung laporan masyarakat terkait dugaan perilaku nakal dari oknum petugas pajak-bea cukai.

Hal terseut ditegaskannya pada saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/10).

Dalam sidak tersebut Menkeu Purbaya melakukan pemeriksaan terhadap jalur hijau di pelabuhan Tanjung Priok.

Jalur hijau merupakan jalur khusus di pelabuhan untuk barang yang sudah memiliki dokumen lengkap dan tidak perlu diperiksa secara mendalam misalnya bebas cukai atau barang yang sudah clear.

 

 

Dengan adanya jalur hijau ini proses bongkar muat akan berjalan lebih cepat. Purbaya ingin agar jalur hijau ini digunakan sesuai dengan fungsinya agar diawasi dengan ketat dan tidak di salah gunakan.

“Saya ingin tau jalur hijau itu benar atau enggak, jangan-jangan hijaunya didalamnya merah. Namun enggak semuanya dicek. Jangan sampai jalur hijau jadi tempat orang nyelundupin-nyelundupin barang yang enggak harusnya lewat jalur hijau,” ujarnya.

Purbaya mengatakan, layanan pengaduan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui langsung laporan atas kondisi pelayanan logistik yang ada di pelabuhan.

Sebab, kabarnya banyak pengusaha mengeluhkan biaya-biaya di pelabuhan yang membuat biaya operasional meningkat.

 

 

“Laporan itu susah kadang-kadang betul, kadang-kadang salah. Tapi saya akan ini, buka channel langsung ke Menteri. Jadi mereka bisa ngadu ke situ, ungkapnnya.

Kanal WA nantinya akan terdapat dua nomor handphone yang bisa diakses. Sayangnya, Purbaya belum membeberkan nomor akses pengaduan langsung tersebut. Ia mengatakan nomor pengaduan langsung tersebut akan diluncurkan besok.

“Untuk Bea Cukai dan Pajak, dua nomor handphone, nomor WA terpisah mungkin. Mungkin besok akan saya launch itu,” katanya.

 

 

Selain persoalan biaya pelabuhan dan persoalan lainnya yang mendapatkan keluhan. Terdapat juga persoalan dwelling time atau waktu total yang dibutuhkan sejak barang atau peti kemasan tiba di pelabuhan hingga keluar dari area pelabuhan. Yang mana dwelling time sendiri disebut-sebut bisa menyita waktu hingga 2 minggu.

Menurut Purbaya, dwelling time rata-rata sekitar 3 hari. Akan tetapi, memang ada beberapa kasus dimana pemeriksaan perlu dilakukan lebih mendalam sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama.

“Rata-rata 3, 5 hari kalau enggak salah. Kalau gini (ada pemeriksaan jalur hijau) kan lebih lama lagi diperiksa. Tadi saya lihat, dia mesti cek semuanya tuh, setiap barang di cek kebanyakan kan. Nanti saya cek kalau model begini bisa enggak 20% atau 30% aja di tes, enggak usah semuanya kan lama dan biayanya besar juga,” jelasnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/10).

 

 

Kanal WA khusus pengaduan ini merupakan program yang telah Purbaya paparkan pada saat ia dilantik. Dirinya berjanji akan membuka bilik khusus pelaporan yang akan disediakan.

Dengan maksud agar masyarakat bisa secara langsung menyampaikan keluhan terkait dugaan pemerasan maupun praktik menyimpang lainnya yang dilakukan oleh petugas pajak-bea cukai.

Septian Trio/Devi

Editor : Imron Arlado
#kanal khusus #Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta #pajak #bea cukai #TPFT #WhatsaApp #pengaduan #Purbaya #dwelling time #menkeu