JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Panji Petualang, sosok pecinta reptil sekaligus pembawa acara eksplorasi satwa liar yang sangat dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia. Di balik pengalamannya dalam menghadapi berbagai reptil berbisa, Panji petualang memberikan tanggapanya terhadap tragedi Abah Ocang yang tewas akibat duel dengan King Kobra.
Belum lama ini, Panji Petualang memberikan tanggapanya mengenai tragedi yang menimpa Abah Ocang (70 tahun) yang tewas usai berduel dengan King Kobra yang berukuran empat meter di kebunya, Senin (06/10).
Warga Kampung Cipetir, Kecamatan Cidadap, Sukabumi itu meninggal dengan bekas patukan King Kobra di sela jempol dan telunjuk kaki kanannya. Bekas patukan di Kaki Abah Ocang tersebut menghitam dan membiru akibat racun yang sudah menyebar.
Sebelum tak sadarkan diri, Abah Ocang sempat menancapkan tongkat kayu pada bagian kepala King Kobra hingga ular berbisa tersebut mati. Diketahui, jasad Abah Ocang ditemukan oleh warga setempat yang hendak ke kebun pohon karet pada pagi hari sekitar jam 06.00 WIB.
Tragedi yang menimpa Abah Ocang tersebut ditanggapi oleh Panji Petualang saat bertemu dengan media. Panji Petualang mengaku ia sudah mengetahui mengenai tragedi yang menimpa Abah Ocang dan ia menyebutkan gigitan King Kobra seketika dapat membunuh manusia apabila imunitasnya rendah.
Namun jika manusia tersebut memiliki imunitas yang kuat maka maksimal dua hari bisa bertahan sebelum meninggal. “Kalau imunya kemah, itu bisa satu hingga tiga jam saja meninggal tanpa pengobatan atau penanganan yang benar,” ujar Panji pada tim media.
Panji Petualang membagikan pengetahuannya ketika bertemu dengan King Kobra di alam liar. Ia menghimbau jika bertemu ular berbisa lebih baik menghindar atau menjauh dan jangan sampai mengusik.
Karena secara naluri, ular memiliki naluri defensif dan bukan agresif, ular yang melalui area kebun, rumah, atau halaman ular tersebut hanya mencari makan.
“Kalang enggak diganggu, ular King Kobra itu enggak akan merasa terancam dan tidak akan menyerang. Tapi jika diusik ular King Kobra akan melawan untuk pertahanan dan segan menggigit korban.” Ungkapnya.
Jika tergigit ular Panji menyarankan agar segera melakukan penanganan awal dengan teknik imobilisasi atau memperlambat penyebaran racun ke tubuh dan setelah itu, bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan serum anti bisa.
Melalui tanggapan Panji Petualang ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat ketika bertemu dengan King Kobra di alam liar dan tindakan yang harus dilakukan ketika digigit oleh ular berbisa.
Septian Trio
Editor : Imron Arlado