Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Adaptasi Baru dari Drama Korea Populer, What's Up with Secretary Kim Siap Hadir di Vidio!

Imron Arlado • Jumat, 10 Oktober 2025 | 22:20 WIB
Salah satu drama adaptasi Korea ke versi Indonesia yang baru-baru ini tengah ramai diperbincangkan adalah What
Salah satu drama adaptasi Korea ke versi Indonesia yang baru-baru ini tengah ramai diperbincangkan adalah What

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam beberapa tahun terakhir, adaptasi drama Korea ke versi Indonesia semakin sering dibuat.

Tak sedikit rumah produksi lokal yang melihat potensi besar dari drama-drama Korea yang sudah terbukti sukses menarik perhatian penonton di pasar global.

Adaptasi ke versi Indonesia ini bukan sekedar meniru, tetapi juga disesuaikan dengan budaya, kebiasaan, dan konteks sosial Indonesia agar pengalaman menonton menjadi lebih nyaman dan terasa lebih dekat dengan kehidupan penonton lokal.

Salah satu drama adaptasi Korea ke versi Indonesia yang baru-baru ini tengah ramai diperbincangkan adalah What's Up with Secretary Kim, adaptasi dari drama Korea berjudul What's Wrong with Secretary Kim.

Sebuah drama bergenre romantic comedy dengan menyoroti dinamika hubungan profesional antara bos dan sekretaris di dunia kerja modern.

Film What's Up with Secretary Kim sendiri diproduksi oleh Vidio yang dijadwalkan tayang eksklusif pada tanggal 8 November 2025 di platform streaming lokal Vidio.

Film adaptasi ini disutradarai oleh Rako Prijanto, seorang sutradara yang dikenal melalui karya-karya romantis dan emosionalnya, bersama dengan Frederica sebagai produser.

Berbeda dari versi Korea yang berupa serial panjang, adaptasi versi Indonesia ini menggunakan format film tunggal berdurasi penuh. Sehingga alur ceritanya dibuat lebih padat namun tetap menjaga kedalaman karakter.

 

 

Film ini dibintangi oleh dua aktor populer dan berbakat Indonesia, yakni Adipati Dolken yang memerankan Rendra Prakasa atau tokoh utama laki-laki, bersama Mawar de Jongh sebagai Kimberly Laksono atau tokoh utama perempuan.

Dalam film ini, Adipati Dolken yang berperan sebagai seorang bos digambarkan sebagai sosok bos muda yang perfeksionis, disiplin, dan cenderung keras kepala.

Namun, di balik sikapnya yang kaku, Rendra sebenarnya memiliki sisi lembut dan perhatian yang dikhususkan untuk sekretarisnya, Kimberly Laksono, yang sudah bekerjasama dengannya selama sembilan tahun, meski tidak ia tunjukkan secara terang-terangan.

Sementara Mawar de Jongh yang berperan sebagai sekretaris Rendra selama sembilan tahun digambarkan sebagai sosok sekretaris yang cekatan, sabar, dan profesional.

Namun, di balik kinerjanya yang baik, Kimberly diam-diam merasa lelah dengan rutinitasnya sebagai sekretaris dan mulai mencari arah hidup baru.

Selain dua pemeran utama tersebut, film ini juga menghadirkan aktor dan aktris lain seperti Dimas Beck sebagai Willy, kakak Rendra yang memiliki perasaan terhadap Kimberly.

Ada pula Agnes Naomi sebagai Mandy, rekan kerja Kimberly yang kerap kali menjadi teman curhat Kimberly di kantor.

Inti cerita ini berfokus pada hubungan antara Rendra dan Kim yang sudah bekerja bersama selama kurang lebih sembilan tahun.

Telah ditemani Kim selama hampir satu dekade membuat Rendra akhirnya sangat bergantung pada kemampuan Kim, mulai dari urusan pekerjaan hingga keseharian di kantor.

Namun, segalanya langsung berubah saat Kim memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor.

Keputusan Kim mampu membuat Rendra merasa panik dan bingung, bukan hanya karena merasa ia akan kehilangan sekretaris terbaiknya, tetapi juga karena di saat itu ia baru menyadari bahwa dirinya memiliki perasaan lebih terhadap Kim.

Keadaan semakin rumit saat Willy, kakak Rendra, juga menaruh hati terhadap Kim.

 

 

Meski genre utamanya adalah romantic comedy, film ini bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang pencarian jati diri dan keseimbangan antara karier serta perasaan pribadi.

Alur cerita film ini juga memperlihatkan bahwa terkadang seseorang baru menyadari nilai seseorang yang penting dalam hidupnya saat orang itu hendak atau bahkan sudah pergi.

Latar dan situasi adaptasi drama Korea ke versi Indonesia ini telah disesuaikan dengan konteks Indonesia. Misalnya suasana kantor, gaya berpakaian, hingga cara berinteraksi tiap karakter dibuat lebih realistis dalam lingkungan kerja Jakarta.

Dialog film ini juga telah dibuat lebih sederhana dan ringan sesuai dengan bahasa sehari-hari masyarakat Indonesia.

Perbedaan lainnya terletak pada tempo cerita, versi Korea drama ini cenderung panjang dan bertahap, sedangkan versi Indonesia lebih ringkas sekaligus langsung menuju konflik utama.

Salah satu daya tarik utama film ini adalah chemistry antara Adipati Dolken dan Mawar de Jongh, kedua tokoh utama tersebut sebelumnya sudah pernah bekerjasama, jadi kedekatan mereka terasa lebih natural di layar.

Tak sedikit penonton yang menantikan penayangan film adaptasi ini, para penonton sangat menantikan bagaimana interaksi tokoh utama bisa membuat mereka terbawa perasaan dan salah tingkah seperti yang sudah dijanjikan dalam promosi film.

 

 

Film What's Up with Secretary Kim menunjukkan bahwa adaptasi bisa menjadi cara untuk menghidupkan kembali kisah cinta yang familiar, namun terasa baru dan lebih dekat dengan penonton Indonesia.

Dengan dukungan dua pemeran utama yang merupakan aktor papan atas Indonesia yang berbakat dan tim produksi yang berpengalaman, film ini diharapkan dapat menjadi tontonan romantis paling berkesan di akhir tahun.

Jadi, nantikan penayangan film What's Up with Secretary Kim dan jangan lupa saksikan secara eksklusif hanya di platform streaming lokal, Vidio!

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#8 November 2025 #whats up with secretary kim #What's Wrong With Secretary Kim #drama korea #alur cerita #perbedaan #tayang eksklusif #adipati dolken #vidio #dimas beck #mawar de jongh #agnes naomi #Film Adaptasi