Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Membangun Rumah, Membangun Cinta Filosofi Kehidupan di Balik Lagu Sal Priadi

Imron Arlado • Kamis, 9 Oktober 2025 | 02:52 WIB
Sal Priadi dikenal bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penulis lagu yang mampu menyalurkan emosi dengan kata-kata. Sumber Foto: Google
Sal Priadi dikenal bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penulis lagu yang mampu menyalurkan emosi dengan kata-kata. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sal Priadi dikenal bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penulis lagu yang mampu menyalurkan emosi dengan kata-kata yang puitis, jujur, dan sarat makna.

Dalam setiap karyanya, selalu ada kedalaman rasa dan refleksi kehidupan yang membuat pendengarnya berhenti sejenak untuk merenung. Salah satu karya yang menggambarkan hal itu adalah lagu “Kita Usahakan Rumah Itu”.

Sebuah lagu yang tak hanya bercerita tentang cinta, tetapi juga tentang perjuangan, komitmen, dan arti membangun kehidupan bersama.

Berbeda dari lagu cinta kebanyakan yang berbicara soal romansa atau kerinduan, “Kita Usahakan Rumah Itu” menghadirkan kisah cinta dari sisi yang lebih matang.

Lagu ini menyingkap realitas bahwa cinta tidak selalu tentang perasaan manis di awal hubungan, melainkan tentang usaha untuk bertahan, membangun, dan menjaga sesuatu yang disebut “rumah.”

 

 

Rumah dalam lagu ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol dari kehidupan bersama ruang di mana dua insan berproses, menghadapi badai, dan menumbuhkan cinta yang berakar kuat.

Sal Priadi seolah ingin mengingatkan bahwa mencintai seseorang bukanlah hal yang mudah, tetapi sesuatu yang terus diusahakan setiap hari.

Dalam liriknya, Sal menggunakan metafora “rumah” sebagai gambaran dari hubungan yang sedang dibangun.

Rumah tidak bisa berdiri hanya dengan impian, ia butuh pondasi, tenaga, waktu, dan kesabaran.

Begitu pula cinta, ia tidak tumbuh dari perasaan sesaat, melainkan dari kesediaan untuk bekerja sama dan saling memahami.

“Kita usahakan rumah itu” menjadi kalimat kunci yang mengandung filosofi mendalam bahwa cinta sejati bukan sesuatu yang tiba-tiba jadi sempurna, tetapi sesuatu yang dibentuk perlahan, dengan kerja keras dan kesetiaan.

Lagu ini menyoroti nilai kebersamaan  dalam cinta, dua orang yang saling menopang dalam menghadapi kenyataan hidup.

Ciri khas Sal Priadi terlihat jelas dalam tata letak lagu ini. Suara lembutnya berpadu dengan musik yang tenang namun menyentuh, menghadirkan suasana hangat layaknya percakapan intim di sore hari.

Nada-nadanya mengalun lembut, tetapi membawa gelombang emosi yang kuat seakan setiap kata mengandung kenangan, harapan, dan luka yang perlahan disembuhkan oleh cinta.

Musiknya sederhana, namun justru di situlah letak kekuatannya. Tidak ada ledakan instrumen yang dramatis.

Lagu ini hanya harmoni yang menenangkan, seolah ingin menyampaikan pesan bahwa cinta sejati tidak selalu penuh kegembiraan, tetapi tetap indah dalam kesederhanaannya.

Melalui lagu ini, Sal Priadi seakan mengajak pendengarnya untuk melihat cinta dari sudut pandang  yang realistis namun hangat.

 

 

Membangun rumah berarti menghadapi segala tantangan mulai dari memilih bahan yang tepat, menyiapkan pondasi kuat, dan memperbaikinya ketika ada yang retak.

Begitu pula dalam cinta dibutuhkan kesabaran, pengertian, dan keberanian untuk memperbaiki, bukan meninggalkan.

Sal juga menyoroti pentingnya usaha bersama. Kata “kita” menjadi penegasan bahwa hubungan bukanlah tentang satu orang yang berjuang sendirian, melainkan tentang dua hati yang bersepakat untuk tumbuh bersama.

Salah satu kekuatan terbesar Sal Priadi adalah kemampuannya menulis lirik dengan gaya naratif dan mendalam.

Ia tidak sekadar bercerita, tapi juga menggambarkan perasaan manusia yang kompleks. Setiap bait liriknya terasa seperti potongan dialog batin antara diri sendiri dengan cinta, antara keyakinan dan kenyataan.

Di era serba cepat, di mana hubungan sering kali dimulai dan berakhir dengan mudah, lagu ini datang sebagai pengingat lembut.

Bahwa cinta tidak instan. Bahwa hubungan yang kokoh tidak dibangun dalam sehari. Bahwa rumah yang nyaman butuh waktu untuk disusun, diperbaiki, dan diisi dengan makna.

“Kita Usahakan Rumah Itu” mengajarkan bahwa jatuh cinta mungkin hal yang mudah, tapi mempertahankannya adalah bentuk cinta yang sesungguhnya.

Lewat lagu ini, Sal Priadi tidak hanya menghadirkan karya musik yang indah, tapi juga pesan kehidupan yang mendalam.

Ia mengajarkan bahwa cinta adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan, namun indah jika dijalani bersama dengan niat dan keikhlasan.

 

 

“Membangun rumah” dalam konteks lagu ini adalah metafora untuk membangun cinta, membangun hidup, dan membangun makna.

Di tangan Sal Priadi, lirik sederhana berubah menjadi cerminan tentang kemanusiaan dan hubungan yang hangat.

Sebuah pengingat bahwa cinta sejati bukanlah tentang menemukan rumah, tapi tentang mengusahakan rumah itu bersama.

NIYA / Wulandari

Editor : Imron Arlado
#Kita Usahakan Rumah Itu #perjuangan #membangun kehidupan bersama #Sal Priadi #Lagu 2024 #komitmen #Nilai kebersamaan #Filosofi Kehidupan