JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah melalui masa pemulihan dari kondisi kesehatan yang sempat membuatnya mundur dari aktivitas publik, Zhao Lusi kembali aktif di dunia perfilman Tiongkok dan menarik perhatian penggemar melalui perannya di drama bertajuk ''Love's Ambition''.
''Love's Ambition'' sendiri merupakan drama kehidupan bergenre romance yang diadaptasi dari novel berjudul ''Da Qiao Xiao Qiao'' karya Zhang Yue Ran.
Drama ''Love’s Ambition'' tayang perdana di platform tontonan online seperti WeTV dan Tencent Video sejak 26 September 2025 lalu.
Disutradarai oleh Cheng Chang, drama ini direncanakan memiliki 32 episode. Namun, hingga saat ini penayangannya masih berlangsung (on going), sehingga belum seluruh episodenya tersedia untuk ditonton.
Kepulangan Zhao Lusi ke layar kaca setelah vakum terasa istimewa karena drama yang ia bintangi kali ini menandai perubahan citranya.
Dari sosok aktris dengan peran-peran ringan bernuansa komedi romantis, menjadi tokoh wanita dewasa yang kuat, elegan, namun emosional.
''Love's Ambition'' juga mempertemukan Zhao Lusi dengan salah satu aktor mapan seperti William Chan dengan alur cerita kehidupan dewasa yang lebih kompleks dibandingkan dengan drama-drama komedi romantis ringan yang sebelumnya ia bintangi.
Tak hanya disorot karena nama besar Zhao Lusi saja, drama ini menarik perhatian para penonton karena kombinasi pemeran populer, produksi besar, dan tema yang mengangkat kisah cinta realistis di tengah dunia modern yang penuh ambisi dan tekanan sosial.
Baca Juga: Pencairan Bonus Porprov Molor Lagi
Inti cerita drama ini berpusat pada Xu Yan yang diperankan oleh Zhao Lusi, seorang pembawa acara yang memiliki latar hidup sederhana namun berhasil membangun karier yang cemerlang.
Ia menikah dengan seorang laki-laki mapan bernana Shen Hao Ming yang diperankan oleh William Chan, pria dari kalangan elit yang terlihat ideal dari luar.
Namun, pernikahan mereka menyimpan rongga-rongga perbedaan nilai, tekanan sosial, dan pertikaian tentang kontrol citra publik.
Konflik memuncak ketika Xu Yan memutuskan untuk bercerai dan menemukan identitas serta kehendaknya sendiri yang kemudian memicu penyesalan.
Tokoh Xu Yan pada drama ini digambarkan sebagai sosok perempuan yang terlihat kuat dan elegan di permukaan. Namun, ia menyimpan kerentanan batin di dalam dirinya.
Ia hidup di antara realita dan citra publik, di balik citra sempurna yang ia tunjukkan di depan publik, sebenarnya ia adalah seseorang yang berusaha keras menutupi rasa kehilangan arah.
Sementara Shen Hao Ming digambarkan sebagai sosok pria dengan kecanggungan ekspresi perasaan dan konflik ego.
Akting Shen Hao Ming menekankan kontrol, rasa harga diri, serta usaha pemulihan hubungan yang terkadang manipulatif.
Tema utama drama terbaru ''Love's Ambition'' ini berpusat pada ambisi, keseimbangan karier dan cinta, kekuasaan citra dalam relasi, pemulihan diri serta kemandirian emosional khususnya pada tokoh Xu Yan.
Tema utama drama ini, yang dinilai cukup dekat dengan realita kehidupan modern, juga menjadi salah satu faktor daya tarik terbesar.
Alur cerita drama ''Love's Ambition'' ini menggambarkan situasi yang kerap kali terjadi di kehidupan nyata, tentang bagaimana ambisi, cinta, dan tekanan sosial mengambil alih kontrol kehidupan serta saling berbenturan.
Sejak penayangan episode pertamanya, ''Love's Ambition'' telah mendapatkan banyak perhatian dan antusiasme penonton di seluruh platform tontonan online maupun media sosial.
Baca Juga: Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari Gencarkan Sosialisasi Kesehatan Masyarakat
Sebagian penonton memuji perubahan perubahan gaya peran dan performa Zhao Lusi, sementara sebagian lainnya mengomentari ritme dan bagaimana alur cerita menampilkan dinamika kelas sosial.
Banyaknya diskusi di forum, beberapa klip yang viral, dan rating yang stabil di beberapa platform tontonan online berbasis internasional menunjukkan bahwa drama ini berhasil memancing perbincangan, bukan sekedar tontonan pasif.
Drama terbaru yang dibintangi Zhao Lusi ini juga seakan menjadi pengingat bagi para penonton bahwa ambisi bukanlah sesuatu yang salah dan harus ditutupi.
Sebaliknya, ambisi justru mampu membuat seseorang menemukan arah dan tujuan hidup yang sebenarnya.
FANEZA/FADYA
Editor : Imron Arlado